Matcha Coffee: Tren Minuman Sehat atau Berisiko? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya
RAU - Monday, 04 May 2026 | 01:44 PM


Bagi pecinta kafein, menggabungkan kopi dan matcha menjadi satu minuman mungkin terdengar menarik. Kombinasi ini tidak hanya menghadirkan rasa unik, tetapi juga menawarkan dua efek sekaligus: dorongan energi cepat dari kopi dan sensasi lebih tenang dari matcha.
Namun, muncul pertanyaan penting: apakah matcha coffee benar-benar baik untuk kesehatan, atau justru menimbulkan risiko tertentu?
Apa Itu Matcha Coffee?
Matcha coffee adalah minuman yang dibuat dari campuran bubuk matcha teh hijau khas Jepang yang dihaluskan dengan kopi, biasanya berupa espresso atau kopi hitam. Minuman ini dapat disajikan panas maupun dingin, dan sering ditambahkan susu seperti oat milk atau almond milk untuk menciptakan rasa yang lebih lembut dan creamy.
Kedua bahan ini sama-sama mengandung kafein, tetapi memberikan efek berbeda. Kopi bekerja cepat dalam meningkatkan energi, sementara matcha mengandung L-theanine, senyawa yang membantu tubuh merasakan efek kafein secara lebih stabil dan tidak berlebihan.
Manfaat Matcha Coffee untuk Kesehatan
1. Energi Lebih Stabil dan Fokus Meningkat
Kombinasi kafein dari kopi dan L-theanine dari matcha membantu meningkatkan konsentrasi tanpa efek gelisah. Efek ini membuat tubuh tetap waspada namun lebih tenang dibandingkan hanya mengonsumsi kopi saja.
2. Kaya Antioksidan
Matcha mengandung katekin seperti EGCG yang berfungsi sebagai antioksidan kuat. Sementara itu, kopi juga memiliki polifenol yang membantu melawan peradangan.
Gabungan keduanya dapat membantu melindungi tubuh dari radikal bebas serta menurunkan risiko penyakit kronis.
3. Mendukung Metabolisme Tubuh
Kafein dan senyawa aktif dalam matcha diketahui dapat meningkatkan pembakaran lemak dan metabolisme tubuh. Ini menjadikan matcha coffee pilihan menarik bagi yang ingin menjaga berat badan.
Potensi Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meski memiliki banyak manfaat, matcha coffee tidak selalu cocok untuk semua orang.
1. Konsumsi Kafein Berlebih
Satu sajian matcha coffee bisa mengandung lebih dari 100 mg kafein. Jika dikonsumsi berlebihan, hal ini bisa menyebabkan jantung berdebar, sulit tidur, atau rasa cemas.
2. Gangguan Lambung
Kopi bersifat asam dan dapat memicu iritasi lambung, terutama jika diminum saat perut kosong. Kombinasi dengan matcha bisa memperparah kondisi pada sebagian orang.
3. Mengganggu Penyerapan Nutrisi
Kafein dapat menghambat penyerapan zat besi. Oleh karena itu, konsumsi minuman ini sebaiknya tidak berdekatan dengan waktu makan atau konsumsi suplemen.
Tips Aman Mengonsumsi Matcha Coffee
Agar tetap mendapatkan manfaat tanpa efek samping, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Batasi konsumsi maksimal 1 cangkir per hari
- Gunakan matcha berkualitas tinggi dan kopi dengan tingkat keasaman rendah
- Tambahkan susu nabati seperti oat milk atau almond milk
- Konsumsi setelah makan untuk mengurangi risiko iritasi lambung
Matcha coffee merupakan inovasi minuman yang menggabungkan manfaat kopi dan matcha dalam satu sajian. Minuman ini bisa membantu meningkatkan energi, fokus, dan kesehatan secara umum jika dikonsumsi dengan bijak.
Namun, seperti halnya minuman berkafein lainnya, penting untuk memperhatikan jumlah konsumsi dan kondisi tubuh masing-masing agar terhindar dari efek samping.
Next News

Singa vs Harimau: Siapa Raja Sesungguhnya?
in 5 hours

Sejarah Helm,Perkembangan Pelindung Kepala Dari Masa Ke Masa
in 5 hours

Ribuan Bahasa di Dunia Bisa Punah.Apa Sebabnya ?
in 5 hours

7 Rahasia Atasi Rambut Singa Akibat Cuaca Lembap Indonesia
in an hour

Lumba-lumba tidur dengan satu mata terbuka
in 2 hours

Asal Usul Istilah Sembako dan Perkembangannya di Indonesia
in 2 hours

Jumlah Pohon di Bumi Ternyata Melebihi Bintang di Galaksi Bima Sakti
in 2 hours

Waspada Kebiasaan Mengunyah Satu Sisi: Risiko Asimetri Wajah hingga Gangguan Sendi Rahang
in an hour

Begadang dan Rasa Lapar di Malam Hari: Penjelasan Ilmiah di Balik Keinginan Makan Berlebih
in an hour

Sering Dianggap Cuek, Ternyata Pencinta Kucing Cenderung Lebih Empatik dan Peka Secara Emosional
in an hour





