Mitos atau Fakta: Apakah Pria Lebih Rentan Mengalami Ketombe Dibanding Wanita?
Tata - Saturday, 25 April 2026 | 01:46 PM


Mitos atau Fakta?
Pernyataan bahwa pria lebih sering mengalami ketombe ternyata adalah fakta. Secara biologis dan statistik, kondisi ini memang lebih umum terjadi pada pria dibandingkan wanita.
Dandruff atau ketombe adalah kondisi kulit kepala yang ditandai dengan pengelupasan kulit mati, sering disertai rasa gatal dan iritasi ringan.
1. Produksi Minyak Kulit Kepala Lebih Tinggi
Pria memiliki aktivitas kelenjar minyak (sebasea) yang lebih tinggi karena pengaruh hormon testosteron.
Minyak berlebih di kulit kepala:
- Menjadi "makanan" bagi jamur penyebab ketombe
- Memicu pertumbuhan mikroorganisme seperti Malassezia globosa
- Menyebabkan kulit kepala lebih mudah mengelupas
Semakin tinggi produksi minyak, semakin besar risiko ketombe muncul.
2. Perbedaan Struktur Kulit Kepala
Penelitian menunjukkan bahwa kulit kepala pria cenderung:
- Lebih berminyak
- Lebih mudah mengalami iritasi
- Memiliki kelembapan yang lebih cepat berubah
Hal ini membuat kulit kepala lebih rentan terhadap peradangan ringan yang memicu ketombe.
3. Pengaruh Hormon Androgen
Hormon androgen yang lebih dominan pada pria berperan besar dalam:
- Meningkatkan produksi sebum
- Mempercepat pertumbuhan jamur kulit kepala
- Memicu kondisi seperti dermatitis seboroik
Kondisi ini sering berkaitan langsung dengan munculnya ketombe yang lebih parah.
4. Kebiasaan Perawatan Rambut
Faktor gaya hidup juga ikut memengaruhi.
Secara umum:
- Pria cenderung menggunakan produk rambut yang lebih sederhana
- Kadang tidak membersihkan kulit kepala secara optimal
- Kurang memperhatikan keseimbangan pH kulit kepala
Sementara itu, wanita biasanya lebih rutin melakukan perawatan rambut yang membantu menjaga kesehatan kulit kepala.
Dandruff pada pria memang lebih sering terjadi karena kombinasi faktor hormon, produksi minyak, kondisi kulit kepala, dan kebiasaan perawatan rambut.
Meski begitu, ketombe bisa dialami siapa saja dan tetap dapat dikontrol dengan perawatan yang tepat.
Next News

Murid Ngantuk di Kelas? Kenali Penyebab dan Cara Guru Mengatasinya dengan Bijak
in 4 hours

Cara Mengatasi Ulat pada Tanaman Berbuah Tanpa Merusak Ekosistem Kebun
in 4 hours

Bolehkah Makan Acar Saat Maag? Kenali Pengaruhnya pada Lambung
in 4 hours

Makanan Fermentasi: Lezat, Kaya Tradisi, tetapi Tetap Perlu Bijak Mengonsumsinya
in 4 hours

Daun Binahong: Tanaman Herbal yang Kaya Senyawa dan Masih Terus Diteliti
in 4 hours

Srikaya, Buah Lokal Manis yang Kaya Nutrisi dan Punya Banyak Manfaat
in 4 hours

Cara Mencukur Kumis dengan Benar agar Rapi dan Kulit Tetap Nyaman
in 4 hours

Telur Ayam, Bebek, atau Puyuh: Mana yang Paling Baik untuk Kesehatan?
in 4 hours

Berkebun di Rumah: Hobi Sederhana yang Mendekatkan Kita dengan Alam
4 hours ago

Cara Menemukan Hobi yang Benar-Benar Sesuai dengan Minat
4 hours ago





