Kamis, 30 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mitos atau Fakta: Apakah Pria Lebih Rentan Mengalami Ketombe Dibanding Wanita?

Tata - Saturday, 25 April 2026 | 01:46 PM

Background
Mitos atau Fakta: Apakah Pria Lebih Rentan Mengalami Ketombe Dibanding Wanita?

Mitos atau Fakta?

Pernyataan bahwa pria lebih sering mengalami ketombe ternyata adalah fakta. Secara biologis dan statistik, kondisi ini memang lebih umum terjadi pada pria dibandingkan wanita.

Dandruff atau ketombe adalah kondisi kulit kepala yang ditandai dengan pengelupasan kulit mati, sering disertai rasa gatal dan iritasi ringan.


1. Produksi Minyak Kulit Kepala Lebih Tinggi

Pria memiliki aktivitas kelenjar minyak (sebasea) yang lebih tinggi karena pengaruh hormon testosteron.

Minyak berlebih di kulit kepala:



  • Menjadi "makanan" bagi jamur penyebab ketombe
  • Memicu pertumbuhan mikroorganisme seperti Malassezia globosa
  • Menyebabkan kulit kepala lebih mudah mengelupas

Semakin tinggi produksi minyak, semakin besar risiko ketombe muncul.


2. Perbedaan Struktur Kulit Kepala

Penelitian menunjukkan bahwa kulit kepala pria cenderung:

  • Lebih berminyak
  • Lebih mudah mengalami iritasi
  • Memiliki kelembapan yang lebih cepat berubah

Hal ini membuat kulit kepala lebih rentan terhadap peradangan ringan yang memicu ketombe.




3. Pengaruh Hormon Androgen

Hormon androgen yang lebih dominan pada pria berperan besar dalam:

  • Meningkatkan produksi sebum
  • Mempercepat pertumbuhan jamur kulit kepala
  • Memicu kondisi seperti dermatitis seboroik

Kondisi ini sering berkaitan langsung dengan munculnya ketombe yang lebih parah.


4. Kebiasaan Perawatan Rambut

Faktor gaya hidup juga ikut memengaruhi.

Secara umum:



  • Pria cenderung menggunakan produk rambut yang lebih sederhana
  • Kadang tidak membersihkan kulit kepala secara optimal
  • Kurang memperhatikan keseimbangan pH kulit kepala

Sementara itu, wanita biasanya lebih rutin melakukan perawatan rambut yang membantu menjaga kesehatan kulit kepala.


Dandruff pada pria memang lebih sering terjadi karena kombinasi faktor hormon, produksi minyak, kondisi kulit kepala, dan kebiasaan perawatan rambut.

Meski begitu, ketombe bisa dialami siapa saja dan tetap dapat dikontrol dengan perawatan yang tepat.