Mitos atau Fakta, Apakah Minum Air Dingin Bisa Menyebabkan Batuk?
icaa - Sunday, 25 October 2026 | 06:47 PM


Minum air dingin menjadi kebiasaan yang disukai banyak orang, terutama saat cuaca panas. Namun, tidak sedikit yang menghindarinya karena khawatir akan mengalami batuk atau sakit tenggorokan. Anggapan ini sudah lama beredar, tetapi apakah air dingin benar-benar menjadi penyebab batuk?
Secara umum, minum air dingin tidak secara langsung menyebabkan batuk akibat infeksi. Batuk merupakan refleks alami tubuh untuk membantu membersihkan saluran pernapasan dari lendir, debu, atau zat yang mengiritasi. Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi virus, alergi, paparan asap, hingga kondisi tertentu seperti asma.
Meski begitu, suhu minuman dapat memengaruhi kenyamanan tenggorokan. Pada sebagian orang, air yang sangat dingin dapat memicu sensasi tidak nyaman atau membuat batuk yang sudah ada terasa lebih mengganggu. Respons ini tidak terjadi pada semua orang dan bukan berarti air dingin menyebabkan infeksi.
Sebaliknya, sebagian orang justru merasa lebih nyaman ketika mengonsumsi minuman dingin saat tenggorokan terasa sakit. Suhu dingin dapat memberikan sensasi menenangkan untuk sementara waktu. Karena respons setiap orang berbeda, pilihan suhu minuman sebaiknya disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing.
Hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi ketika batuk muncul berulang kali setelah minum. Jika hal tersebut terjadi, penyebabnya tidak selalu suhu air. Cara menelan, tersedak, atau gangguan tertentu yang memengaruhi proses menelan juga bisa menjadi faktor. Jika sering tersedak saat minum, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Untuk menjaga kesehatan tenggorokan, pastikan kebutuhan cairan harian terpenuhi dan hindari paparan asap rokok serta debu yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Jika batuk disertai sesak napas, nyeri dada, batuk berdarah, atau berlangsung lama, segera cari bantuan medis.
Jadi, anggapan bahwa minum air dingin pasti menyebabkan batuk termasuk mitos jika dimaknai sebagai penyebab langsung infeksi. Namun, minuman dingin memang dapat memicu ketidaknyamanan pada sebagian orang. Mengenali respons tubuh sendiri lebih bermanfaat daripada menghindari air dingin tanpa alasan yang jelas.
Next News

Benarkah Membaca dalam Cahaya Redup Bisa Merusak Mata? Ini Faktanya
in 6 hours

Mengapa Kucing Bisa Menemukan Jalan Pulang dari Jarak Jauh? Ini Kemampuan Alaminya
in 6 hours

Apa yang Terjadi ketika Kita Mengaktifkan Mode Pesawat di Ponsel?
in 6 hours

Mengapa Kita Sering Kehilangan Ide saat Sedang Berusaha Mengingat Sesuatu?
in 6 hours

Kebiasaan Menyimpan Barang yang Tidak Pernah Digunakan, Apa Alasannya?
in 6 hours

Mengapa Sebagian Orang Produktif Bekerja pada Malam Hari? Ini Penjelasannya
in 5 hours

Apa Penyebab Otot Berkedut meski Tubuh Sedang Tidak Bergerak?
in 5 hours

Mengapa Mata Terasa Berat setelah Lama Menatap Layar? Ini Penyebabnya
in 5 hours

Mengapa Kita Bisa Mengalami Cegukan secara Tiba-Tiba? Ini Penyebabnya
in 5 hours

Mengapa Mata Berair saat Menguap? Ini Penjelasannya di Balik Respons Alami Tubuh
in 4 hours





