Minggu, 25 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Mata Terasa Berat setelah Lama Menatap Layar? Ini Penyebabnya

icaa - Sunday, 25 October 2026 | 05:43 PM

Background
Mengapa Mata Terasa Berat setelah Lama Menatap Layar? Ini Penyebabnya

Menggunakan ponsel atau komputer sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja dan belajar hingga mencari hiburan. Namun, setelah menatap layar selama berjam-jam, sebagian orang mulai merasakan mata berat, sulit mempertahankan fokus, atau muncul keinginan untuk memejamkan mata. Sensasi ini bukan sekadar rasa mengantuk, tetapi juga dapat menjadi tanda bahwa mata sedang mengalami kelelahan.

Salah satu penyebabnya adalah kelelahan mata digital atau digital eye strain. Kondisi ini muncul ketika mata bekerja dalam waktu lama untuk mempertahankan fokus pada layar. Berbeda dengan melihat objek yang berada pada jarak bervariasi, menatap layar membuat mata terus menyesuaikan fokus pada jarak yang relatif tetap. Aktivitas tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama jika dilakukan tanpa istirahat.

Faktor lainnya adalah berkurangnya frekuensi berkedip. Dalam keadaan normal, manusia berkedip secara alami untuk menyebarkan air mata ke permukaan mata. Lapisan air mata ini membantu menjaga kelembapan sekaligus melindungi permukaan mata dari iritasi. Ketika seseorang berkonsentrasi menatap layar, frekuensi berkedip sering menurun sehingga mata lebih mudah terasa kering, perih, atau berat.

Selain itu, kondisi layar dan lingkungan juga dapat memengaruhi kenyamanan mata. Tulisan yang terlalu kecil, kontras yang kurang sesuai, pantulan cahaya, serta tingkat kecerahan layar yang tidak nyaman dapat membuat mata bekerja lebih keras. Pencahayaan ruangan yang terlalu redup atau terlalu terang dibandingkan layar juga berpotensi meningkatkan ketegangan visual.

Jarak pandang dan posisi tubuh turut berperan. Menatap ponsel terlalu dekat atau menggunakan komputer dengan posisi yang tidak nyaman dapat membuat mata dan otot di sekitarnya bekerja lebih intens. Jika kebiasaan ini berlangsung berulang kali tanpa jeda, rasa lelah dapat semakin terasa menjelang akhir hari.



Mata berat setelah menatap layar juga terkadang disertai gejala lain, seperti penglihatan kabur sementara, sakit kepala, mata terasa panas, atau kesulitan memusatkan pandangan. Tingkat keluhannya berbeda-beda pada setiap orang, bergantung pada durasi penggunaan layar, kondisi mata, lingkungan, dan kebiasaan istirahat.

Untuk mengurangi keluhan tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menerapkan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik. Cara ini membantu memberikan jeda dari aktivitas fokus jarak dekat, meskipun tidak menjamin seluruh gejala akan hilang.

Selain itu, usahakan berkedip secara sadar ketika bekerja di depan layar, sesuaikan kecerahan layar dengan kondisi ruangan, dan atur ukuran tulisan agar mudah dibaca. Jaga jarak pandang yang nyaman serta berikan waktu istirahat secara berkala. Jika mata terasa kering, penggunaan obat tetes pelumas mata dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan petunjuk tenaga kesehatan.

Meski sering disebabkan oleh kelelahan, mata berat yang terus berulang atau tidak membaik setelah beristirahat sebaiknya diperiksakan. Keluhan yang disertai nyeri hebat, mata merah berat, atau perubahan penglihatan mendadak membutuhkan penilaian medis segera karena bisa menandakan masalah lain yang tidak berkaitan dengan penggunaan layar biasa.

Pada akhirnya, mata terasa berat setelah lama menatap layar merupakan sinyal bahwa mata membutuhkan jeda dan kondisi penggunaan perangkat yang lebih nyaman. Dengan mengatur waktu menatap layar, menjaga kelembapan mata, dan memperbaiki pencahayaan, risiko ketidaknyamanan dapat dikurangi sehingga aktivitas digital terasa lebih nyaman.