Minyak Zaitun: Dari Rahasia Kecantikan Firaun hingga Tren Glowing di Media Sosial
Tata - Sunday, 09 August 2026 | 01:05 PM


Minyak Zaitun: Dari Rahasia Cantik Firaun Sampai Jadi Konten FYP yang Bikin Glowing
Pernah nggak sih lo lagi asik scrolling TikTok atau Instagram, terus tiba-tiba lewat video seorang influencer yang bangun tidur langsung "menenggak" satu sendok minyak bening? Bukan, itu bukan tantangan minum minyak goreng curah yang lagi mahal. Itu adalah fenomena minum minyak zaitun atau olive oil yang belakangan ini lagi naik daun banget di media sosial. Dari artis Hollywood sekelas Kourtney Kardashian sampai beauty vlogger lokal, semuanya kayak lagi berlomba-lomba memuja si "emas cair" ini.
Tapi jujurly, tren ini sebenarnya bukan barang baru. Jauh sebelum ada algoritma media sosial yang bikin kita FOMO, minyak zaitun sudah punya reputasi mentereng. Kalau kita tarik mundur mesin waktu sampai ribuan tahun yang lalu, masyarakat Mesir Kuno—termasuk para Firaun dan tentu saja sang ratu legendaris Cleopatra—sudah menjadikan minyak zaitun sebagai barang wajib. Bedanya, dulu mereka nggak butuh ring light buat pamer hasilnya. Mereka cukup tampil glowing di depan rakyatnya dan sejarah mencatat betapa berharganya cairan ini.
Bukan Sekadar Minyak, Tapi Warisan Peradaban
Minyak zaitun itu ibaratnya multitasker pertama di dunia. Di zaman Firaun, minyak ini nggak cuma dipakai buat urusan dapur. Bayangin aja, orang Mesir Kuno menggunakan minyak zaitun untuk segala hal: mulai dari bahan dasar parfum, pembersih kulit, sampai pelembap rambut biar tetap berkilau di bawah terik matahari padang pasir. Bahkan, minyak zaitun sering ditemukan di dalam makam para bangsawan sebagai bekal kubur. Begitu berharganya, sampai-sampai mereka mikir kalau di akhirat nanti pun mereka masih butuh asupan olive oil.
Lantas, kenapa sekarang jadi tren lagi? Jawabannya sederhana: back to nature. Di tengah gempuran produk skincare berbahan kimia yang namanya susah dieja, orang-orang mulai balik lagi ke apa yang disediakan alam. Minyak zaitun dianggap sebagai solusi "all-in-one". Kandungan vitamin E dan antioksidannya emang nggak kaleng-kaleng. Buat lo yang punya masalah kulit kering atau pengen rambut yang nggak kelihatan kayak sapu ijuk, minyak zaitun adalah koentji.
Kenapa Media Sosial Terobsesi Banget?
Fenomena minyak zaitun di media sosial sekarang ini lebih ke arah gaya hidup sehat yang estetik. Ada kepuasan tersendiri pas ngelihat minyak zaitun jenis Extra Virgin Olive Oil (EVOO) yang warnanya hijau keemasan dituang di atas salad atau roti panggang. Belum lagi tren "olive oil shot" di pagi hari yang diklaim bisa bikin pencernaan lancar jaya dan kulit auto-bening.
Tapi, jangan asal telan ya. Di jagat maya, banyak yang gagal paham dan malah pakai minyak zaitun sembarangan. Perlu diingat kalau minyak zaitun itu punya kasta. Ada yang namanya Extra Virgin, Virgin, sampai Pomace. Kalau tujuannya buat diminum atau dijadikan dressing salad, pilihannya wajib yang Extra Virgin. Kenapa? Karena ini adalah perasan pertama buah zaitun tanpa proses kimia yang ribet. Rasanya memang agak bitter dan ada sensasi pedas di tenggorokan (yang katanya itu tanda antioksidannya lagi bekerja), tapi itulah seninya.
Glow Up Luar Dalam
Secara sains, minyak zaitun itu kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal, terutama asam oleat. Buat kesehatan jantung, ini juara banget karena bisa membantu menurunkan kolesterol jahat. Jadi, kalau lo sering makan gorengan pinggir jalan yang minyaknya sudah sehitam aspal, mengonsumsi minyak zaitun bisa jadi bentuk "permintaan maaf" lo ke pembuluh darah.
Untuk urusan kecantikan, minyak zaitun berperan sebagai humektan alami yang mengunci kelembapan. Banyak orang sekarang pakai minyak zaitun sebagai cleansing oil untuk menghapus makeup tebal. Hasilnya? Muka bersih tanpa rasa ketarik. Tapi ya itu tadi, kalau kulit lo tipenya acne-prone alias gampang jerawatan, lo harus hati-hati. Jangan langsung main templok ke seluruh muka kalau nggak mau besok paginya muncul "gunung berapi" baru. Tetap lakukan patch test dulu, ya!
Antara Fakta dan Gaya-gayaan
Tentu saja, setiap ada tren, pasti ada sedikit bumbu-bumbu hiperbola. Banyak konten yang bilang kalau minyak zaitun bisa menyembuhkan segala penyakit, mulai dari migrain sampai patah hati. Ya nggak gitu juga konsepnya, Ferguso. Minyak zaitun itu suplemen pendukung, bukan obat ajaib yang bisa menggantikan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Kalau lo minum minyak zaitun tiap pagi tapi siangnya tetap hantam seblak level dewa dan begadang tiap malam, ya efek glowing-nya bakal ketutup sama kantung mata yang kayak mata panda.
Satu hal lagi yang sering bikin orang mundur adalah harganya. Dibanding minyak kelapa sawit biasa, olive oil memang harganya bisa bikin dompet menjerit pelan. Tapi kalau dipikir-pikir, ini adalah investasi jangka panjang. Daripada lo beli skincare mahal yang isinya cuma 15ml, satu botol besar minyak zaitun bisa dipakai buat masak sekaligus buat maskeran rambut. Lebih hemat, kan?
Kesimpulan: Layak Dicoba atau Cuma Hype Sesaat?
Jadi, apakah minyak zaitun ini cuma tren yang bakal hilang ditelan waktu? Kayaknya nggak. Mengingat sejarahnya yang sudah bertahan ribuan tahun sejak zaman Firaun, minyak zaitun sudah membuktikan kalau dia bukan sekadar tren musiman. Dia adalah timeless classic. Tren di media sosial cuma cara modern buat mengingatkan kita lagi kalau alam punya resep hebat yang selama ini mungkin kita lupakan.
Kalau lo baru mau coba, saran gue mulailah dengan langkah kecil. Coba pakai minyak zaitun sebagai pengganti mentega di roti, atau campurkan ke dalam sambal biar rasanya lebih rich. Nggak perlu langsung ekstrem minum segelas penuh kayak lagi tantangan mukbang. Intinya, konsisten aja. Siapa tahu, dengan rutin pakai "ramuan" para bangsawan kuno ini, lo bisa punya aura sekeren Cleopatra atau minimal nggak kelihatan kusam pas lagi meeting di depan kamera Zoom. Jadi, sudah siap buat glowing dengan cara yang lebih classy?
Next News

Santan: Nikmatnya Bikin Nagih, Tapi Benarkah Bisa Jadi Alarm untuk Kesehatan?
in 7 hours

Jangan Cuma Healing Mental, Usus Juga Butuh Self-Care: 6 Buah Ini Bisa Jadi Pilihan
in 7 hours

Alpukat: Kenapa Buah Hijau Ini Jadi Favorit Banyak Orang? Ini Alasan di Balik Popularitasnya
in 7 hours

Pistachio, Bukan Sekadar Camilan Mahal: Ini Manfaatnya untuk Jantung, Mata, dan Pencernaan
in 7 hours

Jantung Pisang, Si Bahan Makanan Tradisional yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan
in 6 hours

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Cokelat? Ini Fakta soal Kafein dan ASI
in 6 hours

Ikan Berlemak untuk Kesehatan Jantung: Ini Manfaat dan Cara Mengolahnya
in 6 hours

Kenapa Mimpi Terasa Lebih Aneh Setelah Tidur Lagi di Pagi Hari? Ini Penjelasannya
in 6 hours

7 Cara Mengatasi Pori-Pori Tersumbat agar Kulit Wajah Lebih Bersih dan Halus
in 6 hours

Cara Melatih Fokus Anak Sesuai Usia, dari Balita hingga Usia Sekolah
in 6 hours





