Bau Badan Bikin Kurang Percaya Diri? 7 Bahan Alami yang Bisa Membantu Mengatasinya
Laila - Friday, 25 September 2026 | 06:27 PM


Isi Artikel
Bau badan sering kali membuat seseorang merasa kurang percaya diri, terutama ketika harus beraktivitas bersama orang lain. Kondisi ini umumnya muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri yang terdapat di permukaan kulit. Area seperti ketiak menjadi salah satu bagian tubuh yang lebih mudah menimbulkan bau karena memiliki banyak kelenjar keringat.
Selain menjaga kebersihan tubuh, beberapa bahan alami juga kerap digunakan untuk membantu mengurangi bau badan. Namun, bahan alami bukan pengganti kebersihan dan tidak selalu cocok untuk semua jenis kulit. Jika ingin menggunakannya, sebaiknya lakukan pada area kecil terlebih dahulu untuk melihat apakah terjadi iritasi.
Berikut beberapa bahan alami yang dapat membantu menjaga tubuh tetap segar:
1. Daun sirih
Daun sirih telah lama digunakan dalam berbagai perawatan tradisional. Kandungan senyawa di dalamnya memiliki aktivitas antimikroba sehingga secara tradisional sering dimanfaatkan untuk membantu menjaga kebersihan kulit.
Air rebusan daun sirih yang sudah dingin dapat digunakan untuk membilas tubuh. Pastikan air rebusan dibuat dengan bersih dan jangan digunakan jika kulit mengalami luka atau iritasi.
2. Teh hijau
Teh hijau mengandung berbagai senyawa polifenol yang memiliki sifat antioksidan. Penggunaannya sebagai bahan perawatan kulit dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menjaga kulit tetap bersih.
Meski begitu, teh hijau bukan penghilang bau badan instan. Kebersihan tubuh dan penggunaan antiperspiran atau deodoran yang sesuai tetap menjadi bagian penting dalam mengendalikan bau.
3. Lemon
Lemon dikenal memiliki kandungan asam sitrat dan aroma yang segar. Karena itu, lemon sering digunakan dalam berbagai perawatan alami untuk kulit.
Namun, mengoleskan perasan lemon langsung ke ketiak perlu diwaspadai. Kandungan asamnya dapat menyebabkan perih atau iritasi, terutama pada kulit sensitif. Kulit juga bisa menjadi lebih rentan terhadap iritasi setelah terkena bahan tertentu lalu terpapar sinar matahari.
4. Baking soda
Baking soda terkadang digunakan sebagai bahan rumahan untuk membantu mengurangi bau karena dapat memengaruhi kondisi yang mendukung munculnya aroma tidak sedap.
Akan tetapi, baking soda bersifat cukup basa dan dapat mengiritasi kulit sebagian orang. Jika muncul rasa terbakar, kemerahan, gatal, atau perih, penggunaannya sebaiknya dihentikan.
5. Lidah buaya
Gel lidah buaya banyak digunakan dalam perawatan kulit karena memberikan sensasi menenangkan dan membantu menjaga kelembapan kulit. Bahan ini dapat menjadi pilihan ketika kulit ketiak mudah terasa kering atau tidak nyaman.
Lidah buaya sendiri bukan bahan utama untuk menghentikan produksi keringat. Fungsinya lebih berkaitan dengan perawatan dan kenyamanan kulit.
6. Minyak kelapa
Minyak kelapa mengandung asam lemak yang memiliki aktivitas antimikroba dalam kondisi tertentu. Karena itu, minyak kelapa terkadang digunakan sebagai bahan perawatan alami untuk kulit.
Namun, efeknya terhadap bau badan tidak bisa disamakan dengan deodoran atau antiperspiran yang diformulasikan khusus. Penggunaannya juga perlu diperhatikan karena setiap orang dapat memiliki respons kulit yang berbeda.
7. Air dan kebersihan tubuh
Meski bukan bahan penghilang bau badan secara langsung, air tetap menjadi bagian penting dalam menjaga tubuh tetap segar. Mandi secara teratur, membersihkan area ketiak, mengganti pakaian yang sudah berkeringat, serta mengeringkan tubuh dengan baik dapat membantu mengurangi penumpukan keringat dan bakteri.
Pakaian yang bersih dan memiliki sirkulasi udara baik juga dapat membantu mengurangi aroma tidak sedap setelah beraktivitas.
Pada dasarnya, bau badan tidak selalu berarti seseorang kurang menjaga kebersihan. Produksi keringat, hormon, aktivitas fisik, kondisi kulit, makanan tertentu, hingga beberapa kondisi medis dapat memengaruhinya.
Jika bau badan berubah secara tiba-tiba, menjadi sangat menyengat, atau tetap muncul meskipun kebersihan tubuh sudah dijaga dengan baik, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.
Next News

Kulit Terasa Kasar? Bahan Alami di Rumah Ini Bisa Membantu Merawat Kelembutannya
in 6 hours

5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Mengubah Kualitas Hidupmu
in 2 hours

Belajar Menikmati Waktu Sendiri Tanpa Merasa Kesepian
in 2 hours

Kenapa Kita Sering Merasa Lelah Padahal Tidak Banyak Aktivitas? Ini Beberapa Kemungkinannya
in 2 hours

Membedakan Self-Reward dan Impulsive Buying: Kapan Belanja Jadi Bentuk Apresiasi, Kapan Jadi Kebiasaan?
in 2 hours

Skincare Minimalis: Apakah Kita Benar-Benar Membutuhkan Banyak Produk?
10 hours ago

Fenomena Nongkrong di Kafe: Gaya Hidup atau Sekadar Tren?
in 2 hours

Menciptakan "Me Time" di Rumah Setelah Seharian Beraktivitas
in 2 hours

Apakah Hidup Kita Terlalu Dipengaruhi Tren di Media Sosial?
in an hour

Terlalu Banyak Memikirkan Hal Kecil Bisa Bikin Galau, Begini Cara Pikiran Bekerja
11 hours ago





