Kamis, 5 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengenal Gejala DBD Penyakit yang Terasa Seperti Dihantam Truk

Nanda - Thursday, 05 March 2026 | 11:50 AM

Background
Mengenal Gejala DBD Penyakit yang Terasa Seperti Dihantam Truk

Waspada Musim Nyamuk: Mengenali Ciri-Ciri DBD Sebelum Terlambat

Musim hujan di Indonesia itu ibarat koin dua sisi. Di satu sisi, udara jadi adem dan bikin betah gegoleran di kasur sambil dengerin lagu galau. Tapi di sisi lain, genangan air di mana-mana itu jadi "open house" paling meriah buat nyamuk Aedes aegypti. Ya, kita lagi ngomongin Demam Berdarah Dengue alias DBD. Penyakit yang sering dianggap sepele di awal, tapi kalau sudah menyerang, rasanya kayak badan habis kena hantam truk kontainer.

Masalahnya, gejala DBD itu seringkali bersikap "PHP" alias pemberi harapan palsu. Di awal mungkin kelihatan kayak flu biasa, tapi kalau telat penanganan, ceritanya bisa berakhir di ruang ICU. Makanya, penting banget buat kita paham betul gimana sih ciri-ciri orang yang beneran kena DBD, biar nggak cuma sekadar nebak-nebak buah manggis atau nunggu bintik merah muncul baru panik.

1. Demam Tinggi yang "Ngegas" dan Mendadak

Beda sama masuk angin yang biasanya suhunya naik pelan-pelan, demam DBD itu ibarat pembalap yang langsung injak gas pol di garis start. Suhu tubuh bisa tiba-tiba melonjak sampai 39 atau 40 derajat Celcius. Dan uniknya, demam ini susah banget turun meskipun sudah minum obat penurun panas. Kalaupun turun, paling cuma sebentar terus naik lagi dengan penuh semangat.

Ciri khas lainnya adalah polanya. Dalam dunia medis, ada yang namanya "Fase Pelana Kuda". Jadi, di hari pertama sampai ketiga, panasnya minta ampun. Terus di hari keempat atau kelima, suhu tubuh mendadak turun ke normal. Nah, di sini jebakan batmannya. Banyak orang mengira mereka sudah sembuh, padahal ini justru fase paling kritis di mana kebocoran pembuluh darah bisa terjadi. Jadi, jangan keburu senang kalau panas turun di hari keempat, tetap pantau terus!

2. Sakit Kepala di Area Belakang Mata

Pernah nggak sih ngerasa mata kayak mau copot atau ada tekanan hebat di belakang bola mata? Kalau iya, itu salah satu tanda kuat DBD. Sakit kepalanya bukan kayak pening biasa karena kurang tidur atau telat bayar cicilan. Ini lebih ke rasa nyeri yang menusuk dan bikin kita nggak betah buka mata lebar-lebar. Biasanya, rasa sakit ini dibarengi dengan tubuh yang terasa remuk redam.



3. Nyeri Sendi yang Bikin Badan Serasa Dipukulin Massa

Orang luar negeri sering menyebut DBD sebagai "breakbone fever" atau demam patah tulang. Istilah ini nggak berlebihan, lho. Orang yang kena DBD bakal ngerasain ngilu yang luar biasa di persendian, otot, sampai ke tulang-tulang. Mau gerak dikit aja rasanya butuh perjuangan berat. Rasanya kayak semua engsel di tubuh habis kena karatan. Kalau kamu ngerasa pegal-pegal tapi nggak habis olahraga berat atau angkat beban, mending mulai curiga.

4. Mual, Muntah, dan Hilang Nafsu Makan

Ini yang paling menyiksa. Masuknya virus dengue ke dalam tubuh bikin sistem pencernaan ikutan kacau. Perut rasanya begah, mual, dan apa pun yang masuk rasanya pengen dikeluarin lagi. Jangankan makan nasi padang, nyium aroma makanan aja kadang udah bikin enek. Dampaknya? Badan jadi makin lemas karena nggak ada asupan energi yang masuk. Kalau sudah begini, risiko dehidrasi makin tinggi, dan itu bahaya banget buat pasien DBD.

5. Munculnya Bintik Merah (Tapi Nggak Selalu Ada!)

Nah, ini nih miskonsepsi paling umum di masyarakat kita. Banyak yang baru percaya kena DBD kalau sudah ada bintik-bintik merah di kulit. Padahal, bintik merah (petechiae) itu nggak selalu muncul di awal, bahkan ada pasien yang sampai sembuh pun bintik merahnya nggak kelihatan jelas. Bintik merah ini terjadi karena ada perdarahan kecil di bawah kulit akibat trombosit yang terjun bebas.

Cara bedainnya sama bekas gigitan nyamuk biasa gampang: coba tekan kulit yang ada bintik merahnya. Kalau pas ditekan bintiknya hilang terus muncul lagi pas dilepas, itu mungkin cuma alergi atau gigitan serangga. Tapi kalau bintiknya tetap ada dan nggak pudar pas ditekan, itu fiks bintik perdarahan khas DBD.

6. Perdarahan Spontan: Gusi Berdarah atau Mimisan

Kalau kondisi sudah mulai serius, gejala perdarahan luar bisa muncul. Yang paling sering adalah gusi berdarah pas sikat gigi atau tiba-tiba mimisan padahal nggak lagi kepanasan. Ini tandanya kadar trombosit di dalam darah sudah mulai drop parah. Dalam beberapa kasus yang lebih berat, bisa juga muncul memar kebiruan di kulit tanpa sebab yang jelas. Kalau sudah sampai tahap ini, nggak ada tawar-menawar lagi, langsung bawa ke rumah sakit



Jangan Jadi Pahlawan Kesiangan

Kita seringkali merasa kuat dan berpikir, "Ah, paling cuma kecapekan," atau "Cuma demam biasa kok, dibawa tidur juga sembuh." Tapi buat DBD, sikap sok kuat itu bisa berakibat fatal. DBD itu penyakit yang progresnya cepat banget. Lebih baik kita "lebay" sedikit dengan cek darah di laboratorium daripada telat menyadari kalau trombosit sudah di angka yang mengkhawatirkan.

Kuncinya satu hidrasi, Kalau kamu atau orang terdekat mulai menunjukkan ciri-ciri di atas, pastikan minum air putih, jus buah, atau minuman elektrolit sebanyak mungkin. Dan yang paling penting, jangan cuma mengandalkan info dari grup WhatsApp keluarga tentang ramuan-ramuan ajaib. Segera konsultasi ke dokter. Ingat, nyamuk Aedes aegypti itu kecil, tapi "damage" yang dikasih nggak main-main. Tetap waspada, jaga kebersihan lingkungan, dan jangan biarkan ada genangan air yang jadi markas besar para nyamuk nakal tersebut.