Sabtu, 4 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengenal Burung Dodo, Hewan Legendaris yang Sering Disebut tapi Masih Banyak Disalahpahami

Nanda - Friday, 03 April 2026 | 12:18 PM

Background
Mengenal Burung Dodo, Hewan Legendaris yang Sering Disebut tapi Masih Banyak Disalahpahami

Apa itu burung dodo?

Burung dodo, atau Raphus cucullatus, adalah burung punah yang hidup endemik di Mauritius, sebuah pulau di Samudra Hindia. Encyclopaedia Britannica menjelaskan bahwa dodo merupakan burung tak bisa terbang dan umumnya ditempatkan bersama merpati dalam ordo Columbiformes. Fakta ini sering mengejutkan banyak orang karena penampilan dodo jauh berbeda dari merpati modern yang kita kenal sekarang.

Dodo ternyata bukan sekadar "burung aneh"

Salah satu hal yang sering disalahpahami adalah anggapan bahwa dodo adalah burung lamban dan bodoh. Natural History Museum di London justru menekankan bahwa penelitian modern menunjukkan dodo kemungkinan adalah burung yang aktif dan cukup gesit di lingkungan alaminya. Citra dodo sebagai hewan kikuk lebih banyak dibentuk oleh ilustrasi lama, laporan terbatas, dan cara manusia kemudian mengingatnya setelah punah.

Dodo hidup di pulau yang minim predator

Karena berevolusi di Mauritius yang terisolasi, dodo berkembang di lingkungan yang sangat berbeda dari banyak burung daratan. Menurut Animal Diversity Web, dodo hidup di habitat hutan, bukan sekadar di pantai seperti yang sering digambarkan. Dalam kondisi pulau tanpa banyak ancaman predator alami, kemampuan terbang tidak lagi menjadi kebutuhan utama, dan itulah yang ikut menjelaskan mengapa dodo akhirnya menjadi burung darat bertubuh besar yang tidak bisa terbang.

Mengapa burung dodo punah?

Punahnya dodo tidak terjadi karena satu sebab tunggal. American Museum of Natural History menjelaskan bahwa setelah manusia datang sekitar tahun 1600, dodo menghadapi kombinasi tekanan berupa perburuan, penggundulan hutan, dan perusakan sarang oleh hewan yang dibawa manusia ke pulau tersebut. Natural History Museum dan Smithsonian juga menekankan peran spesies introduksi seperti tikus, babi, dan kucing yang memangsa telur atau anak dodo, membuat populasinya runtuh dengan sangat cepat.

Seberapa cepat dodo menghilang?

Dodo sering disebut sebagai salah satu contoh paling jelas tentang cepatnya kepunahan akibat aktivitas manusia. AMNH menyebut dodo ditemukan oleh orang Belanda sekitar 1600 dan punah kurang dari 80 tahun kemudian. Natural History Museum menyebut penampakan terakhir yang umum dirujuk berasal dari 1662, meski ada analisis yang memperkirakan spesies ini mungkin bertahan sedikit lebih lama. Intinya, dodo hilang dalam waktu yang sangat singkat setelah kontak manusia.



Fakta yang belum banyak diketahui tentang dodo

Salah satu fakta menarik adalah bahwa dodo berkerabat dengan merpati. Fakta lain, sisa tubuh dodo yang benar-benar berasal dari masa hidupnya sangat sedikit. Oxford University Museum of Natural History menjelaskan bahwa hanya segelintir spesimen awal yang tersisa, dan "Oxford Dodo" menjadi salah satu peninggalan paling terkenal. Kelangkaan spesimen inilah yang membuat banyak hal tentang dodo, termasuk perilaku dan tampilan detailnya, masih terus dipelajari sampai sekarang.

Kenapa dodo begitu terkenal?

Dodo terkenal bukan hanya karena ia punah, tetapi karena ia menjadi simbol besar tentang dampak manusia terhadap alam. Natural History Museum menyebut dodo kini menjadi ikon kepunahan. Reputasinya begitu kuat sampai namanya masuk budaya populer dan bahasa sehari-hari di banyak tempat. Karena itu, dodo bukan sekadar burung punah biasa, melainkan pengingat bahwa spesies yang tampak aman di habitat alaminya bisa hilang sangat cepat ketika ekosistem berubah drastis.

Apa pelajaran dari kisah burung dodo?

Kisah dodo sering dipakai untuk menjelaskan pentingnya konservasi, terutama di pulau-pulau yang ekosistemnya rapuh. Smithsonian memasukkan dodo sebagai contoh kepunahan yang dipicu aktivitas manusia dan predator introduksi. Pelajaran terbesarnya adalah bahwa spesies endemik yang berevolusi tanpa ancaman besar bisa sangat rentan ketika manusia datang membawa perubahan habitat, perburuan, dan hewan asing.