Mengapa Tumit Lebih Mudah Pecah-Pecah? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
RAU - Monday, 20 July 2026 | 01:57 PM


Tumit merupakan salah satu bagian tubuh yang sering mengalami kulit kering hingga pecah-pecah. Selain mengganggu penampilan, kondisi ini juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan nyeri ketika berjalan jika retakan menjadi cukup dalam. Lantas, mengapa tumit lebih rentan mengalami masalah ini dibandingkan bagian kulit lainnya?
Salah satu penyebab utamanya adalah struktur kulit pada tumit yang memang lebih tebal. Lapisan kulit yang tebal berfungsi melindungi kaki dari tekanan dan gesekan saat berdiri, berjalan, maupun berlari. Namun, ketika kulit kehilangan kelembapan, lapisan yang tebal tersebut menjadi lebih kaku dan mudah retak saat menerima tekanan.
Berbeda dengan sebagian besar area tubuh, tumit juga hampir tidak memiliki kelenjar minyak. Akibatnya, kulit di bagian ini lebih sulit mempertahankan kelembapan alami. Jika tidak dirawat dengan baik, kulit akan menjadi kering, kasar, dan akhirnya pecah-pecah.
Tekanan yang diterima tumit setiap hari juga menjadi faktor penting. Saat berjalan atau berdiri, berat badan bertumpu pada tumit sehingga kulit terus meregang ke arah samping. Jika kulit dalam kondisi kering dan kurang elastis, tekanan tersebut dapat memicu munculnya retakan.
Selain faktor alami, beberapa kebiasaan juga dapat meningkatkan risiko tumit pecah-pecah. Misalnya, terlalu lama berdiri, sering berjalan tanpa alas kaki, memakai alas kaki terbuka dalam waktu lama, mandi dengan air yang terlalu panas, atau menggunakan sabun yang membuat kulit semakin kering.
Pada beberapa orang, tumit pecah-pecah juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, eksim, psoriasis, obesitas, atau gangguan fungsi tiroid. Oleh karena itu, apabila retakan sering muncul, sulit sembuh, atau disertai luka, sebaiknya dilakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan.
Cara Mencegah Tumit Pecah-Pecah
Agar tumit tetap lembut dan sehat, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
- Gunakan pelembap khusus kaki atau krim yang mengandung urea, gliserin, atau asam laktat secara rutin.
- Minum air putih yang cukup untuk membantu menjaga kelembapan kulit dari dalam.
- Hindari mandi terlalu lama dengan air yang sangat panas.
- Gunakan alas kaki yang nyaman dan mampu menopang tumit dengan baik.
- Lakukan eksfoliasi ringan menggunakan batu apung atau alat khusus kaki untuk membantu mengangkat sel kulit mati, namun jangan dilakukan secara berlebihan.
- Kenakan kaus kaki berbahan lembut setelah mengoleskan pelembap, terutama pada malam hari, agar kelembapan lebih terjaga.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Tumit pecah-pecah umumnya dapat diatasi dengan perawatan mandiri. Namun, segera periksakan diri apabila retakan sangat dalam, mengeluarkan darah, terasa nyeri hebat, muncul tanda-tanda infeksi seperti kemerahan dan bengkak, atau jika Anda memiliki diabetes maupun gangguan sirkulasi darah.
Kesimpulan
Tumit lebih mudah pecah-pecah karena kulitnya lebih tebal, minim kelenjar minyak, dan terus menerima tekanan saat menopang berat badan. Jika kelembapan kulit tidak terjaga, elastisitasnya akan berkurang sehingga lebih mudah mengalami retakan. Dengan perawatan rutin dan menjaga kelembapan kulit, risiko tumit pecah-pecah dapat diminimalkan.
Next News

Mengapa Kendaraan Memiliki Ukuran dan Bentuk yang Berbeda-beda?
9 hours ago

Mengapa Kita Merasa Kepanasan Padahal Suhu Tidak Terlalu Tinggi?
9 hours ago

Ketika Tradisi Bertemu Modernitas dalam Pernikahan Masa Kini
9 hours ago

Mengapa Dokumentasi Penting dalam Setiap Acara?
9 hours ago

Mengapa Sebuah Acara Membutuhkan Susunan Kegiatan yang Teratur?
9 hours ago

Mengapa Kedelai Banyak Diolah Menjadi Tahu dan Tempe? Ini Alasannya
9 hours ago

Mengapa Mata Kucing Bisa Terlihat Berbeda Saat Terkena Cahaya?
9 hours ago

Mengapa Lampu Lalu Lintas Menggunakan Warna Merah, Kuning, dan Hijau?
9 hours ago

Bagaimana Termometer Mengukur Suhu? Mengenal Cara Kerja Alat Pengukur Suhu
9 hours ago

Mengapa Bayangan Berubah Posisi Sepanjang Hari?
9 hours ago





