Mengapa Tubuh Terasa Lemas Saat Puasa? Ini Penjelasan Medisnya
RAU - Thursday, 05 March 2026 | 09:15 AM


Mengapa Tubuh Terasa Lemas Saat Puasa? Ini Penjelasan Medisnya
Rasa lemas saat puasa sering dialami banyak orang, terutama ketika tubuh masih beradaptasi dengan perubahan pola makan dan asupan cairan selama Ramadhan. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah, dr. Ihsanul Rajasa, Sp.PD, FISQua, menjelaskan bahwa lemas saat puasa pada umumnya merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan jadwal makan.
"Lemas saat berpuasa sering terjadi karena tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan dan asupan cairan," ujar dr. Ihsanul dalam wawancara eksklusif bersama Kompas.com. Menurutnya, kondisi ini biasanya tidak berbahaya selama tidak disertai tanda dehidrasi atau gangguan kesehatan lainnya.
Adaptasi tubuh saat puasa Saat puasa, tubuh tidak menerima makanan dan minuman selama beberapa jam. Kondisi ini membuat tubuh menggunakan cadangan energi yang tersedia untuk tetap menjalankan fungsi organ.
Penurunan gula darah sementara dapat membuat tubuh terasa lebih lemas dibandingkan hari biasa. Namun, kondisi ini masih termasuk respons normal selama tidak disertai gangguan fungsi tubuh yang signifikan.
Gejala lemas yang masih normal
Lemas ringan yang terjadi saat puasa biasanya masih dapat ditoleransi. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain tubuh terasa sedikit lemah, pusing ringan yang membaik setelah beristirahat, serta konsentrasi yang sedikit menurun tetapi tetap mampu melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut umumnya tidak berlangsung lama dan dapat membaik menjelang waktu berbuka. "Dengan durasi puasa berkisar 12 sampai 14 jam, biasanya tidak akan menyebabkan dehidrasi berat pada tubuh manusia," jelas dr. Ihsanul.
Cara Atur Kalori, Jenis Makanan, dan Jadwal Makan Kapan perlu diwaspadai Meski lemas ringan termasuk respons normal, kondisi ini tetap perlu diperhatikan jika muncul gejala lain yang tidak biasa.
Misalnya rasa pusing yang semakin berat, tubuh terasa sangat lemah, atau muncul tanda kekurangan cairan. Jika lemas disertai tanda-tanda seperti urine sangat sedikit atau berwarna pekat, kondisi tersebut bisa mengarah pada dehidrasi.
Ihsanul mengingatkan pentingnya mengenali perbedaan antara adaptasi tubuh yang normal dan tanda masalah kesehatan. Dengan memahami sinyal tubuh sejak awal, seseorang dapat menentukan apakah kondisi yang dialami masih wajar atau sudah memerlukan perhatian lebih.
Next News

Mengenal Bahaya Tomcat: Apakah Benar Lebih Mematikan dari Kobra?
in 5 hours

Benarkah Bakteri di Tubuh Manusia Bertambah Setiap 3 Jam? Ini Faktanya
in 6 hours

Mengapa Kucing Dianggap Suci di Mesir Kuno? Ini Penjelasannya
in 6 hours

Bukan Sekadar Timbang Balita, Ini Peran Besar Posyandu bagi Kesehatan Keluarga Indonesia
18 hours ago

Kenapa Minuman Manis Malah Bikin Tambah Haus?
in 6 hours

Kenapa Minuman Dingin Bisa Bikin Nyeri Kepala Mendadak?
in 6 hours

Kenapa Telinga Terasa Sakit Saat Naik Pesawat?
18 hours ago

Dilema Nong-Ning-Nong: Kenapa Sih Kita Hobi Banget Adu Nyali di Perlintasan Kereta?
9 days ago

Kenapa Posisi Tidur Menentukan Mood Pas Bangun Pagi?
in 5 hours

Sinyal HP Sering Hilang dan Naik Turun? Ini Sebab SIM Card Bisa Beda Kekuatan
12 hours ago





