Kenapa Telinga Terasa Sakit Saat Naik Pesawat?
RAU - Wednesday, 29 April 2026 | 09:12 AM


*Kenapa telinga bisa sakit saat naik pesawat?*
Di dalam telinga terdapat bagian yang disebut telinga tengah, yaitu ruang kecil di belakang gendang telinga.
Ruang ini terhubung ke tenggorokan melalui tuba eustachius.
Tuba Eustachius ini,
Fungsinya adalah:
•menyeimbangkan tekanan udara
•menjaga tekanan di kedua sisi gendang telinga tetap sama.
Saat tekanan di luar berubah terlalu cepat, telinga belum sempat menyesuaikan, sehingga muncul rasa sakit.
Saat naik pesawat,
Ketika pesawat lepas landas atau terutama saat mendarat, tekanan udara di kabin berubah dengan cepat.
Meskipun kabin sudah diberi tekanan buatan, perubahan tetap terjadi.
Akibatnya:
•tekanan luar telinga berubah
•tekanan di telinga tengah tertinggal
•gendang telinga terdorong ke dalam atau keluar.
Inilah yang menimbulkan sensasi:
•nyeri
•telinga berdengung
seperti tersumbat
•pendengaran sedikit berkurang sementara
Kondisi ini dikenal sebagai *Ear barotrauma.*
Begitupun saat kita naik ke daerah pegunungan.
Fenomenanya mirip.
_Semakin tinggi suatu tempat, tekanan udara atmosfer semakin rendah._
Saat mobil atau kendaraan naik dengan cepat ke dataran tinggi, telinga harus beradaptasi terhadap perubahan tekanan tersebut.
Karena perubahan terjadi cukup cepat, telinga bisa terasa:
•penuh
•sakit
•"pop" atau berdetak kecil
*Kenapa kadang ada bunyi "pop"?*
Bunyi kecil seperti pop sebenarnya pertanda baik.
Itu menandakan tuba eustachius berhasil terbuka dan tekanan mulai seimbang.
Biasanya setelah bunyi itu, telinga terasa lebih lega.
*Kenapa saat flu terasa lebih sakit?*
Kalau sedang pilek, flu, atau sinusitis, tuba eustachius bisa tersumbat lendir.
Akibatnya tekanan lebih sulit diseimbangkan.
Makanya saat sedang flu, rasa sakit di telinga saat naik pesawat biasanya lebih terasa.
Cara mengatasinya:
*1. Menelan atau menguap*
Gerakan ini membantu membuka tuba eustachius.
Tips:
•sering menelan ludah
•menguap sengaja
•minum air sedikit-sedikit
*2. Mengunyah permen karet*
Ini cara paling populer.
Gerakan rahang membantu tekanan cepat seimbang.
*3. Teknik meniup ringan*
Tutup hidung, tutup mulut, lalu hembuskan udara pelan.
Ini dikenal sebagai *manuver Valsalva.*
Tapi lakukan perlahan, jangan terlalu kuat.
*4. Hindari terbang saat flu berat*
Kalau sedang pilek parah, risiko nyeri telinga lebih tinggi.
*Kapan perlu waspada?*
Kalau nyeri berlangsung lebih dari 1–2 hari, atau disertai:
•gangguan pendengaran
•cairan keluar dari telinga
•pusing berat
sebaiknya periksa ke dokter THT.
Next News

Mengapa Air Laut Jadi Garam, Tebu Jadi Gula, Tapi Air Biasa Hanya Menguap?
in 7 hours

Mengenal Bahaya Tomcat: Apakah Benar Lebih Mematikan dari Kobra?
in 5 hours

Benarkah Bakteri di Tubuh Manusia Bertambah Setiap 3 Jam? Ini Faktanya
in 6 hours

Mengapa Kucing Dianggap Suci di Mesir Kuno? Ini Penjelasannya
in 6 hours

Bukan Sekadar Timbang Balita, Ini Peran Besar Posyandu bagi Kesehatan Keluarga Indonesia
18 hours ago

Kenapa Minuman Manis Malah Bikin Tambah Haus?
in 6 hours

Kenapa Minuman Dingin Bisa Bikin Nyeri Kepala Mendadak?
in 6 hours

Dilema Nong-Ning-Nong: Kenapa Sih Kita Hobi Banget Adu Nyali di Perlintasan Kereta?
9 days ago

Kenapa Posisi Tidur Menentukan Mood Pas Bangun Pagi?
in 4 hours

Sinyal HP Sering Hilang dan Naik Turun? Ini Sebab SIM Card Bisa Beda Kekuatan
12 hours ago





