Mengapa Tubuh Merinding saat Mengalami Demam?
Tata - Wednesday, 21 October 2026 | 04:43 PM


Demam sering disertai berbagai gejala, seperti tubuh terasa panas, kepala berat, badan lemas, dan menggigil. Salah satu sensasi yang kerap muncul adalah merinding, yaitu ketika kulit tampak berbintil-bintil kecil dan bulu-bulu halus berdiri. Pada saat yang sama, seseorang bisa merasa sangat kedinginan meskipun suhu tubuhnya sebenarnya sedang meningkat.
Kondisi tersebut berkaitan dengan cara tubuh mengatur suhu ketika menghadapi infeksi atau gangguan tertentu. Merinding bukan sekadar reaksi terhadap udara dingin, melainkan dapat menjadi bagian dari mekanisme tubuh untuk meningkatkan suhu.
Lantas, mengapa tubuh bisa merinding saat demam?
1. Otak Mengubah Target Suhu Tubuh
Suhu tubuh manusia diatur oleh bagian otak yang disebut hipotalamus. Bagian ini berfungsi menjaga suhu tubuh agar tetap berada dalam kisaran yang sesuai untuk menjalankan berbagai proses biologis.
Ketika tubuh mengalami infeksi, sistem kekebalan dapat melepaskan zat pembawa pesan yang memengaruhi pengaturan suhu. Zat-zat tersebut membantu memicu perubahan target suhu tubuh di hipotalamus.
Akibatnya, suhu yang sebelumnya dianggap normal oleh tubuh dapat terasa terlalu rendah dibandingkan target yang baru. Tubuh kemudian berusaha meningkatkan suhunya hingga mendekati target tersebut.
Proses inilah yang menjelaskan mengapa seseorang dapat merasa kedinginan dan merinding meskipun suhu tubuhnya sedang naik.
2. Otot Berkontraksi untuk Menghasilkan Panas
Saat target suhu tubuh meningkat, tubuh dapat memicu menggigil sebagai salah satu cara menghasilkan panas. Otot berkontraksi dan mengendur secara cepat tanpa disengaja sehingga menghasilkan panas tambahan.
Kontraksi otot tersebut dapat terasa sebagai getaran pada tangan, kaki, rahang, atau seluruh tubuh. Pada sebagian orang, menggigil bisa berlangsung cukup kuat hingga sulit mengendalikan gerakan tubuh.
Merinding dan menggigil memang dapat terjadi bersamaan, tetapi keduanya bukan hal yang persis sama. Merinding ditandai dengan berdirinya rambut halus dan munculnya bintil-bintil kecil pada kulit, sedangkan menggigil melibatkan kontraksi otot untuk menghasilkan panas.
Kedua respons tersebut dapat muncul ketika tubuh sedang berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan suhu.
3. Pembuluh Darah Kulit Menyempit
Selain menghasilkan panas melalui aktivitas otot, tubuh juga berusaha mengurangi kehilangan panas. Salah satu caranya adalah dengan menyempitkan pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit.
Proses tersebut disebut vasokonstriksi. Ketika pembuluh darah kulit menyempit, aliran darah ke permukaan tubuh berkurang sehingga panas lebih sedikit dilepaskan ke lingkungan.
Akibatnya, kulit dapat terasa dingin meskipun suhu bagian dalam tubuh meningkat. Tangan dan kaki juga terkadang terasa lebih dingin dibandingkan bagian tubuh lainnya.
Respons ini membantu tubuh mempertahankan panas selama suhu yang ditargetkan oleh otak belum tercapai.
4. Mengapa Merinding Sering Terjadi pada Awal Demam?
Merinding dan menggigil sering muncul pada tahap awal demam ketika suhu tubuh sedang meningkat. Pada fase ini, tubuh masih berusaha mencapai target suhu baru yang ditetapkan oleh sistem pengaturan suhu.
Seseorang mungkin merasa kedinginan, mencari pakaian yang lebih tebal, atau ingin menggunakan selimut meskipun orang lain di sekitarnya merasa suhu ruangan cukup nyaman.
Setelah suhu tubuh mencapai target tersebut, sensasi dingin dan menggigil dapat berkurang. Ketika demam mulai turun, tubuh justru bisa terasa panas dan berkeringat karena mekanisme pengaturan suhu berusaha melepaskan kelebihan panas.
Namun, pola ini tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian orang mengalami demam tanpa menggigil, sedangkan yang lain dapat mengalami menggigil cukup kuat.
5. Apakah Merinding Saat Demam Berbahaya?
Merinding saat demam tidak selalu menandakan kondisi berbahaya. Respons ini dapat terjadi pada berbagai infeksi, termasuk infeksi virus yang umum. Meski begitu, tingkat keparahan penyakit tidak dapat ditentukan hanya dari ada atau tidaknya merinding.
Demam yang disertai menggigil hebat, kondisi tubuh yang semakin lemah, atau gejala lain yang memburuk perlu mendapat perhatian. Menggigil juga dapat terjadi pada infeksi yang lebih serius sehingga penyebabnya perlu dinilai berdasarkan keseluruhan gejala.
Segera cari pertolongan medis jika demam disertai sesak napas, kebingungan, sulit dibangunkan, sakit kepala berat dengan leher kaku, kejang, atau tanda dehidrasi berat.
Pada bayi berusia kurang dari tiga bulan, suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih memerlukan penilaian medis segera. Untuk orang dewasa, demam yang tinggi, menetap, atau disertai kondisi yang memburuk juga sebaiknya diperiksakan.
6. Cara Mengatasi Merinding Saat Demam
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu tubuh merasa lebih nyaman ketika merinding akibat demam.
Pertama, istirahat yang cukup dan minum cairan secara teratur untuk membantu mencegah dehidrasi. Air putih dapat menjadi pilihan utama, sementara kebutuhan cairan tambahan bergantung pada kondisi masing-masing.
Kedua, gunakan pakaian yang nyaman dan selimut tipis jika merasa kedinginan. Hindari membungkus tubuh dengan terlalu banyak lapisan karena hal tersebut dapat menghambat pelepasan panas ketika demam mulai turun.
Ketiga, ukur suhu tubuh menggunakan termometer agar kondisi dapat dipantau dengan lebih akurat. Sensasi panas atau dingin saja tidak cukup untuk mengetahui seberapa tinggi suhu tubuh.
Keempat, hindari mandi dengan air yang sangat dingin atau mengompres menggunakan es untuk memaksa suhu turun. Cara tersebut dapat memicu menggigil dan menambah ketidaknyamanan.
Jika membutuhkan obat penurun demam, gunakan sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan. Untuk anak-anak, hindari memberikan aspirin dan pastikan jenis serta dosis obat sesuai usia dan berat badan.
Kesimpulan
Tubuh merinding saat mengalami demam karena sistem pengaturan suhu di otak mengubah target suhu tubuh sebagai bagian dari respons terhadap infeksi atau peradangan. Tubuh kemudian berusaha menghasilkan dan mempertahankan panas melalui menggigil serta penyempitan pembuluh darah di kulit.
Merinding umumnya merupakan respons tubuh yang dapat terjadi selama demam, tetapi gejala lain tetap perlu diperhatikan. Istirahat, mencukupi kebutuhan cairan, dan memantau suhu tubuh dapat membantu menjaga kenyamanan. Jika demam disertai gejala berat atau kondisi terus memburuk, segera cari pertolongan medis.
Next News

Telapak Tangan Berkeringat saat Gugup, Begini Respons Tubuh terhadap Stres
6 hours ago

Menjelang Haid Sering Bad Mood? Perubahan Hormon Bisa Berperan
6 hours ago

Anti-Hancur, Ini Tips Membuat Nugget Rumahan dengan Tekstur Padat
6 hours ago

Renyah di Luar, Lembut di Dalam: Rahasia Tekstur Nugget Favorit Banyak Orang
6 hours ago

Sosis Bakar Lebih Harum daripada Sosis Rebus, Ini Alasannya
6 hours ago

Daun Kelor Kerap Disebut Superfood, Ini Kandungan Gizinya
6 hours ago

Serai Bukan Hanya Bumbu Dapur, Rempah Ini Juga Sering Dijadikan Minuman
6 hours ago

Daun Sirih Punya Aroma Khas, Ini Senyawa yang Berperan di Dalamnya
6 hours ago

Beras Kencur Punya Rasa Khas, Ini yang Membuatnya Berbeda dari Jamu Lain
6 hours ago

Wedang Jahe Jadi Favorit saat Hujan, Ini Alasan di Baliknya
6 hours ago




