Kamis, 15 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Tikus Lebih Aktif Mencari Makanan pada Malam Hari?

Tata - Thursday, 15 October 2026 | 10:22 PM

Background
Mengapa Tikus Lebih Aktif Mencari Makanan pada Malam Hari?

Tikus merupakan hewan pengerat yang mudah beradaptasi dengan berbagai lingkungan, mulai dari hutan, ladang, gudang, hingga permukiman manusia. Salah satu perilaku yang sering diperhatikan adalah kebiasaannya mencari makanan ketika malam hari. Tidak jarang, tikus baru terlihat berkeliaran di dapur, tempat penyimpanan makanan, atau sudut rumah ketika suasana mulai sepi.

Kebiasaan tersebut bukan terjadi tanpa alasan. Aktivitas tikus pada malam hari berkaitan dengan ritme biologis, strategi bertahan hidup, dan kemampuan mengenali kondisi lingkungan di sekitarnya. Dengan memahami perilaku ini, kita dapat mengetahui mengapa tikus sering muncul ketika manusia sedang beristirahat.

1. Ritme biologis membuat tikus aktif pada malam hari

Banyak jenis tikus memiliki pola aktivitas nokturnal, yaitu kecenderungan beraktivitas pada malam hari dan beristirahat pada siang hari. Pola tersebut dipengaruhi oleh jam biologis atau ritme sirkadian yang membantu mengatur waktu tidur, aktivitas, dan perilaku mencari makan.

Ketika lingkungan mulai gelap, aktivitas sejumlah tikus meningkat. Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk mencari makanan, menemukan sumber air, menjelajahi wilayah, dan mencari bahan untuk membuat sarang.



Namun, pola aktivitas ini tidak berlaku secara mutlak bagi semua spesies dan individu. Tikus juga dapat beraktivitas pada siang hari, terutama jika sumber makanan tersedia atau kondisi lingkungannya mendukung.

2. Suasana malam membantu mengurangi risiko ancaman

Di alam liar, tikus menghadapi berbagai ancaman dari predator, seperti burung pemangsa, ular, dan mamalia pemakan hewan kecil. Beraktivitas ketika kondisi lebih gelap dapat membantu sebagian tikus mengurangi kemungkinan terlihat oleh musuhnya.

Di lingkungan permukiman, suasana malam yang lebih tenang juga dapat memberikan kesempatan bagi tikus untuk bergerak tanpa terlalu banyak gangguan manusia. Ketika aktivitas rumah tangga berkurang, tikus mungkin lebih berani keluar dari tempat persembunyiannya untuk mencari makanan.

Meski demikian, kegelapan tidak membuat tikus sepenuhnya aman. Mereka tetap mengandalkan kewaspadaan, penciuman, pendengaran, dan kemampuan mendeteksi getaran untuk mengenali potensi bahaya.



3. Indra penciuman membantu menemukan makanan

Tikus memiliki indra penciuman yang sangat berguna untuk menemukan sumber makanan. Kemampuan ini membantu mereka mengenali aroma bahan pangan, sisa makanan, dan benda lain yang berpotensi menjadi sumber energi.

Selain mengandalkan penciuman, tikus menggunakan kumis atau vibrisa untuk merasakan benda di sekitarnya ketika bergerak. Kumis tersebut membantu mereka mengenali permukaan dan melewati celah sempit, termasuk di area yang minim cahaya.

Kemampuan ini membuat tikus tetap dapat menjelajahi lingkungan meskipun penglihatannya tidak sebaik manusia dalam kondisi terang. Karena itu, dapur, tempat sampah, gudang, dan area penyimpanan bahan pangan dapat menjadi lokasi yang menarik bagi tikus apabila tersedia makanan yang mudah dijangkau.

4. Tikus mudah beradaptasi dengan lingkungan manusia



Kemampuan beradaptasi merupakan salah satu alasan tikus dapat bertahan hidup di berbagai tempat. Di rumah, mereka dapat memanfaatkan celah dinding, bagian bawah lemari, plafon, atau tumpukan barang sebagai tempat berlindung.

Ketika malam tiba, sebagian tikus keluar dari persembunyiannya untuk mencari makanan yang tersisa. Jika menemukan sumber pangan yang mudah diakses secara berulang, mereka dapat kembali ke lokasi yang sama.

Kebiasaan tersebut membuat rumah dengan sisa makanan terbuka, tempat sampah tanpa penutup, atau penyimpanan bahan pangan yang kurang rapat lebih berisiko didatangi tikus.

5. Apakah tikus benar-benar tidak aktif pada siang hari?

Anggapan bahwa tikus hanya beraktivitas pada malam hari sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. Sebagian besar tikus yang sering ditemukan di sekitar manusia memang cenderung aktif pada malam hari, tetapi pola tersebut dapat berubah sesuai keadaan.



Jika persediaan makanan terbatas, habitat terganggu, atau jumlah tikus dalam suatu wilayah meningkat, mereka dapat memperluas waktu aktivitasnya hingga siang hari. Tikus yang merasa aman di lingkungan tertentu juga mungkin keluar pada waktu yang berbeda.

Kemunculan tikus pada siang hari tidak otomatis menandakan adanya penyakit atau masalah tertentu. Namun, jika tikus sering terlihat di rumah, kondisi tersebut dapat menunjukkan bahwa terdapat akses masuk, sumber makanan, atau tempat berlindung yang perlu diperiksa.

Cara mencegah tikus mencari makanan di rumah

Untuk mengurangi kemungkinan tikus masuk dan mencari makanan, simpan bahan pangan dalam wadah tertutup rapat. Bersihkan remah makanan, hindari meninggalkan sisa makanan semalaman, dan gunakan tempat sampah yang memiliki penutup.

Periksa pula celah di sekitar pintu, ventilasi, saluran pipa, dan bagian dinding yang dapat menjadi jalur masuk tikus. Tutup lubang dengan bahan yang kuat dan sesuai agar tidak mudah digerogoti.



Tumpukan kardus, kertas, serta barang yang jarang digunakan juga sebaiknya dirapikan karena dapat menjadi tempat persembunyian. Jika ditemukan kotoran tikus, gunakan sarung tangan dan ikuti panduan pembersihan yang aman. Hindari menyapu atau menyedot kotoran dalam keadaan kering karena tindakan tersebut dapat membuat partikel yang terkontaminasi beterbangan.

Apabila tikus terus muncul meskipun kebersihan sudah dijaga, pertimbangkan penggunaan perangkap yang aman atau bantuan pengendali hama profesional.

Pada akhirnya, tikus lebih aktif mencari makanan pada malam hari karena pola biologis dan strategi bertahan hidup yang membantu mereka memanfaatkan lingkungan. Meski demikian, perilaku tersebut dapat berubah sesuai kondisi sekitar. Menjaga kebersihan, menutup akses masuk, dan menyimpan makanan dengan benar merupakan langkah penting untuk mengurangi kemungkinan tikus berkeliaran di rumah.