Leher Berbunyi Saat Menoleh, Apakah Hal Ini Berbahaya?
Tata - Thursday, 15 October 2026 | 10:12 PM


Bunyi pada leher saat menoleh merupakan kondisi yang cukup umum dialami oleh sebagian orang. Suara yang terdengar dapat berupa bunyi klik, gemeretak, atau seperti tulang yang bergesekan ketika kepala digerakkan ke kanan dan kiri. Kondisi ini terkadang muncul saat bangun tidur, setelah duduk terlalu lama, atau ketika seseorang mengubah posisi kepala.
Meskipun dapat menimbulkan kekhawatiran, leher berbunyi tidak selalu menunjukkan adanya masalah serius. Apabila bunyi tersebut tidak disertai rasa sakit maupun gangguan gerakan, kondisi ini sering kali tidak memerlukan penanganan khusus. Meski demikian, penting untuk memahami kemungkinan penyebabnya agar dapat membedakan bunyi yang normal dari gejala yang perlu diperiksa.
Penyebab leher berbunyi saat menoleh
Salah satu kemungkinan penyebab bunyi pada leher adalah perubahan tekanan di dalam sendi. Sendi memiliki cairan sinovial yang membantu mengurangi gesekan ketika tulang bergerak. Perubahan tekanan saat sendi digerakkan dapat menghasilkan bunyi seperti klik atau letupan kecil.
Selain itu, tendon dan ligamen yang bergerak melewati struktur tulang di sekitarnya juga dapat menimbulkan bunyi. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang menoleh atau mengubah posisi kepala. Bunyi tersebut tidak selalu menandakan kerusakan pada jaringan.
Pada sebagian orang, perubahan pada sendi leher seiring bertambahnya usia juga dapat menimbulkan suara gemeretak. Kondisi ini dapat berkaitan dengan perubahan tulang rawan, permukaan sendi, atau jaringan di sekitar tulang belakang leher. Namun, bunyi saja tidak cukup untuk memastikan bahwa seseorang mengalami gangguan sendi tertentu.
Kebiasaan mempertahankan posisi kepala terlalu lama, seperti menunduk saat menggunakan ponsel atau bekerja di depan komputer, juga dapat membuat otot leher terasa tegang. Ketegangan tersebut dapat membuat pergerakan leher terasa kurang nyaman, meskipun tidak selalu menjadi penyebab langsung munculnya bunyi.
Apakah leher berbunyi berbahaya?
Leher berbunyi tanpa rasa sakit, pembengkakan, atau keterbatasan gerak umumnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Jika bunyi hanya muncul sesekali ketika kepala digerakkan dan tidak disertai gejala lain, biasanya kondisi tersebut tidak menunjukkan masalah serius.
Namun, bunyi leher perlu mendapat perhatian apabila muncul bersamaan dengan nyeri yang menetap, leher terasa sangat kaku, atau gerakan kepala menjadi terbatas. Gejala tersebut dapat berkaitan dengan gangguan otot, sendi, maupun struktur lain di sekitar tulang belakang leher.
Keluhan berupa kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada lengan dan tangan juga perlu diwaspadai karena dapat menunjukkan adanya gangguan saraf. Jika gejala tersebut muncul atau semakin memburuk, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Apabila nyeri leher timbul setelah kecelakaan, benturan, atau cedera, jangan memaksakan gerakan leher. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan tidak terdapat cedera serius. Nyeri leher yang disertai sakit kepala hebat secara mendadak, gangguan keseimbangan, kesulitan berbicara, atau kelemahan mendadak juga membutuhkan pertolongan darurat.
Kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan leher
Untuk menjaga leher tetap nyaman, usahakan mempertahankan posisi kepala yang sejajar dengan tubuh saat bekerja atau menggunakan ponsel. Hindari kebiasaan menunduk terlalu lama dan berikan jeda secara berkala untuk mengubah posisi tubuh.
Lakukan gerakan leher secara perlahan sesuai kemampuan dan hindari memutar kepala secara paksa hanya untuk menghasilkan bunyi. Memaksakan leher hingga berbunyi berulang kali, terutama dengan gerakan yang kuat, berisiko menimbulkan cedera pada jaringan di sekitarnya.
Aktivitas fisik yang teratur serta latihan untuk memperkuat otot leher dan bahu dapat membantu mendukung postur tubuh. Jika leher terasa tegang setelah duduk lama, beristirahat sejenak dan menggerakkan tubuh secara lembut dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan.
Pengaturan posisi tidur juga perlu diperhatikan. Gunakan bantal yang menopang kepala dan leher dengan nyaman agar posisi leher tidak terlalu menekuk selama tidur.
Kapan perlu memeriksakan leher ke dokter?
Pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan jika bunyi pada leher disertai nyeri yang terus berulang, kekakuan berkepanjangan, atau kesulitan menoleh. Pemeriksaan juga penting apabila keluhan semakin sering muncul atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dokter dapat mengevaluasi kondisi leher melalui pemeriksaan fisik dan menilai apakah diperlukan pemeriksaan tambahan. Penanganan akan disesuaikan dengan penyebab serta gejala yang dialami.
Kesimpulannya, leher berbunyi saat menoleh tidak selalu berbahaya dan dapat terjadi akibat pergerakan normal pada sendi atau jaringan di sekitarnya. Hal terpenting adalah memperhatikan gejala yang menyertai, menghindari kebiasaan memaksa leher hingga berbunyi, serta mencari pertolongan medis apabila muncul tanda-tanda yang mengkhawatirkan.
Next News

Kurang Tidur Bisa Memengaruhi Tekanan Darah, Benarkah Demikian?
in 2 hours

Rahang Terasa Kaku Saat Bangun Tidur, Apa Penyebabnya?
in 2 hours

Minum Cuka Apel Setiap Hari, Apakah Ada Efek Sampingnya?
in 2 hours

Makan Apel Sebelum Tidur, Apakah Baik untuk Kesehatan?
in 2 hours

Mengapa Tikus Lebih Aktif Mencari Makanan pada Malam Hari?
in 2 hours

Mengisi Daya Ponsel Semalaman, Apakah Membuat Konsumsi Listrik Lebih Boros?
in 2 hours

Kebiasaan Menggigit Kuku, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?
in 2 hours

Suara Serak Selama Beberapa Hari, Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?
in 2 hours

dul Rambut Kusut dan Mudah Patah, Apakah Tanda Rambut Kekurangan Nutrisi?
in 2 hours

Mengapa Kita Terkadang Menjauh dari Orang yang Sebenarnya Kita Sayangi?
18 hours ago





