Kamis, 22 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Nanas Bisa Membuat Lidah Terasa Perih atau Gatal?

Laila - Tuesday, 20 October 2026 | 08:30 AM

Background
Mengapa Nanas Bisa Membuat Lidah Terasa Perih atau Gatal?

Mengapa Nanas Bisa Membuat Lidah Terasa Perih atau Gatal?

Nanas menjadi salah satu buah tropis yang banyak disukai karena rasanya manis, asam, dan menyegarkan. Buah ini dapat dimakan langsung, dijadikan jus, atau diolah menjadi berbagai hidangan. Namun, tidak sedikit orang yang merasakan sensasi aneh setelah mengonsumsinya, mulai dari lidah terasa perih, bibir sedikit gatal, hingga bagian dalam mulut seperti mengalami iritasi.

Sensasi tersebut bukan sekadar perasaan yang muncul tanpa sebab. Nanas mengandung sejumlah zat alami yang dapat memengaruhi jaringan di dalam mulut, terutama ketika buah dikonsumsi dalam jumlah banyak atau saat mulut sedang sensitif.

Lantas, apa yang membuat nanas bisa menimbulkan rasa perih atau gatal pada lidah?

1. Enzim Bromelain Dapat Memengaruhi Jaringan Mulut

Salah satu penyebab lidah terasa tidak nyaman setelah makan nanas adalah bromelain. Enzim ini merupakan kelompok enzim pemecah protein yang secara alami terdapat pada nanas, terutama pada bagian batang dan juga buahnya.

Ketika nanas dimakan dalam keadaan segar, bromelain dapat berinteraksi dengan protein pada permukaan jaringan mulut. Aktivitas enzim tersebut, bersama faktor lain seperti keasaman buah, dapat berkontribusi terhadap sensasi perih atau rasa seperti tersengat.



Namun, bukan berarti bromelain secara langsung mengikis lidah hingga rusak. Pada kebanyakan orang, sensasi tersebut ringan dan akan mereda setelah beberapa waktu ketika jaringan mulut tidak lagi terpapar buah.

Tingkat sensitivitas setiap orang juga berbeda. Ada yang bisa makan beberapa potong nanas tanpa masalah, sementara orang lain sudah merasakan perih meskipun hanya mengonsumsi sedikit.

2. Kandungan Asam Membuat Mulut Terasa Perih

Selain bromelain, nanas mengandung asam organik, termasuk asam sitrat dan asam malat. Kandungan tersebut memberikan rasa asam khas yang membuat buah ini terasa segar.

Ketika asam bersentuhan dengan jaringan mulut yang sensitif, sensasi menyengat dapat muncul. Kondisi ini biasanya lebih terasa jika seseorang memiliki sariawan, luka kecil pada lidah, bibir pecah-pecah, atau iritasi di bagian dalam mulut.

Itulah sebabnya nanas yang biasanya terasa biasa saja dapat menjadi sangat perih ketika dikonsumsi saat sedang sariawan.



Keasaman nanas juga dapat memicu rasa tidak nyaman pada orang yang memiliki sensitivitas tertentu. Jika mulut sedang mengalami luka, menghindari makanan asam untuk sementara dapat membantu mengurangi iritasi.

3. Mengapa Lidah Terasa Gatal Setelah Makan Nanas?

Rasa gatal setelah mengonsumsi nanas dapat muncul akibat iritasi lokal, tetapi pada sebagian orang, gejala tersebut mungkin berkaitan dengan reaksi alergi.

Iritasi biasanya menimbulkan sensasi perih atau menyengat di area yang bersentuhan langsung dengan buah. Sementara itu, reaksi alergi dapat disertai gejala seperti gatal pada mulut, bibir atau lidah membengkak, biduran, dan keluhan lain pada tubuh.

Pada beberapa orang yang sensitif terhadap alergen tertentu, makanan segar juga dapat memicu sindrom alergi oral atau sindrom serbuk sari-makanan. Kondisi ini dapat menyebabkan gatal atau kesemutan di mulut setelah mengonsumsi makanan tertentu. Namun, tidak semua rasa gatal setelah makan nanas disebabkan oleh sindrom tersebut.

Jika gejalanya berulang setiap kali makan nanas, terutama jika disertai pembengkakan, sebaiknya hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.



4. Apakah Nanas yang Lebih Matang Lebih Aman untuk Lidah?

Sebagian orang merasa nanas yang matang sempurna lebih nyaman dimakan dibandingkan nanas yang masih mentah. Hal ini dapat berkaitan dengan perubahan rasa dan komposisi buah selama proses pematangan.

Nanas yang matang biasanya memiliki rasa lebih manis dan keseimbangan rasa asam yang berbeda. Namun, tingkat kematangan tidak menjamin bahwa buah tersebut bebas dari bromelain atau tidak akan menimbulkan iritasi.

Karena itu, memilih nanas matang dapat membuat rasanya lebih nikmat, tetapi tidak selalu menghilangkan sensasi perih pada orang yang sensitif.

Jika nanas segar membuat lidah terasa tidak nyaman, cobalah mengurangi porsinya atau menghentikan konsumsi ketika gejala mulai muncul. Jangan memaksakan diri menghabiskan buah jika sensasinya semakin mengganggu.

5. Mengapa Nanas yang Dimasak Bisa Terasa Berbeda?

Bromelain merupakan enzim yang aktivitasnya dapat menurun ketika terkena panas yang cukup. Oleh sebab itu, nanas yang dimasak atau dipanaskan dengan proses yang memadai dapat memiliki aktivitas bromelain lebih rendah dibandingkan nanas segar.



Hal ini juga menjelaskan mengapa nanas dalam beberapa makanan olahan, seperti nanas kalengan yang telah melalui proses pemanasan, mungkin menimbulkan sensasi yang berbeda di mulut.

Meski begitu, pemanasan tidak selalu menghilangkan semua faktor yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Kandungan asam pada nanas masih dapat bertahan setelah dimasak, sehingga orang yang sensitif terhadap makanan asam mungkin tetap merasakan perih.

Perlu diingat pula bahwa nanas yang telah dimasak bukan berarti aman bagi semua orang, khususnya jika seseorang memiliki alergi terhadap buah tersebut.

6. Cara Mengurangi Rasa Perih Setelah Makan Nanas

Jika lidah terasa perih setelah mengonsumsi nanas dan tidak disertai tanda alergi serius, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Pertama, hentikan konsumsi nanas untuk sementara. Kedua, berkumurlah dengan air putih untuk membantu membersihkan sisa buah dari mulut. Minum air juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.



Selanjutnya, hindari sementara makanan yang sangat asam, pedas, atau panas apabila lidah masih terasa sensitif. Pilih makanan dengan tekstur lembut sampai sensasi tersebut mereda.

Jika keluhan sering berulang, berlangsung lama, atau terasa semakin parah, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Hindari mencoba kembali nanas secara sengaja jika sebelumnya menimbulkan gejala yang mengarah pada alergi.

Waspadai tanda bahaya: jika setelah makan nanas muncul pembengkakan pada lidah atau tenggorokan, kesulitan bernapas, suara serak mendadak, atau rasa hendak pingsan, segera cari pertolongan medis darurat. Gejala tersebut dapat menandakan reaksi alergi berat.

Kesimpulan

Nanas dapat membuat lidah terasa perih atau gatal karena kombinasi enzim bromelain dan kandungan asam alaminya. Bromelain dapat berinteraksi dengan protein pada permukaan jaringan mulut, sedangkan asam buah dapat menimbulkan sensasi menyengat, terutama ketika terdapat luka atau iritasi.

Pada umumnya, rasa perih ringan akan mereda dengan sendirinya. Namun, gatal yang disertai pembengkakan atau gejala lain perlu diwaspadai karena mungkin berkaitan dengan alergi.



Dengan mengenali penyebabnya dan memperhatikan reaksi tubuh, nanas tetap dapat dinikmati oleh banyak orang tanpa mengabaikan kenyamanan maupun keselamatan.