Mengapa Ikan Pari Sering Mengubur Tubuhnya di Dalam Pasir? Ini Alasan Ilmiahnya
Tata - Monday, 19 October 2026 | 06:22 PM
Ikan pari dikenal memiliki tubuh pipih dengan sirip dada lebar yang menyerupai sayap. Hewan laut ini dapat ditemukan di berbagai habitat perairan, termasuk dasar laut berpasir. Salah satu perilakunya yang menarik adalah membenamkan sebagian tubuh ke dalam pasir hingga hampir tidak terlihat.
Kebiasaan tersebut merupakan bentuk adaptasi alami yang membantu ikan pari menghadapi berbagai tantangan di habitatnya. Meski demikian, tidak semua jenis ikan pari memiliki perilaku yang sama. Kebiasaan bersembunyi di pasir terutama dijumpai pada spesies yang hidup atau mencari makan di dasar perairan.
1. Menyamarkan Diri dari Predator
Salah satu alasan utama ikan pari mengubur tubuhnya di pasir adalah untuk menghindari perhatian predator. Warna tubuh sejumlah jenis pari menyerupai warna dasar laut sehingga keberadaannya sulit dikenali ketika sebagian tubuhnya tertutup pasir.
Penyamaran ini membantu mengurangi kemungkinan ikan pari terlihat oleh hewan pemangsa. Ketika berada dalam posisi diam, bentuk tubuhnya dapat menyatu dengan lingkungan sekitar.
Strategi tersebut dikenal sebagai kamuflase, yaitu kemampuan organisme menyamarkan penampilannya agar sulit dibedakan dari lingkungan tempat hidupnya.
2. Mengintai Mangsa Sebelum Menyerang
Selain melindungi diri, bersembunyi di pasir juga dapat membantu ikan pari mendekati mangsanya tanpa menarik perhatian. Beberapa jenis pari memakan hewan yang hidup di dasar laut, seperti krustasea, cacing laut, dan ikan kecil, bergantung pada spesiesnya.
Dengan menyamarkan tubuh, ikan pari dapat menunggu mangsa berada dalam jarak yang sesuai sebelum bergerak untuk menangkapnya. Cara ini membantu mereka berburu tanpa harus terus-menerus berenang mencari makanan.
Namun, perilaku dan jenis mangsa setiap ikan pari berbeda. Tidak semua spesies menggunakan pasir dengan cara yang sama ketika mencari makan.
3. Menghemat Energi Saat Beristirahat
Ikan pari tidak harus selalu berenang aktif. Pada beberapa spesies, berdiam diri di dasar perairan merupakan bagian dari perilaku istirahat atau aktivitas sehari-hari.
Dengan membenamkan sebagian tubuh ke pasir, ikan pari dapat tetap berada di tempat yang sesuai dengan habitatnya tanpa banyak bergerak. Hal ini berpotensi mengurangi kebutuhan energi dibandingkan terus berenang, meskipun besarnya penghematan energi bergantung pada spesies dan situasinya.
Bagi hewan yang hidup di dasar laut, kemampuan memanfaatkan lingkungan sekitar merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan diri dengan kondisi habitat.
4. Bagaimana Ikan Pari Bisa Bernapas di Dalam Pasir?
Meskipun tubuhnya tertutup pasir, ikan pari tetap membutuhkan air yang mengandung oksigen untuk bernapas. Ikan pari memiliki lubang pernapasan yang disebut spirakel, umumnya terletak di bagian atas tubuh, di belakang mata.
Pada banyak spesies yang hidup di dasar laut, air dapat masuk melalui spirakel dan mengalir melewati insang. Mekanisme ini memungkinkan mereka mengambil oksigen tanpa harus selalu memasukkan air melalui mulut yang dekat dengan dasar berpasir.
Adaptasi tersebut sangat berguna ketika ikan pari sedang beristirahat atau bersembunyi. Namun, kemampuan dan pola pernapasan dapat berbeda di antara kelompok ikan pari, sehingga tidak semua spesies memiliki perilaku yang persis sama.
5. Tidak Semua Ikan Pari Mengubur Tubuhnya
Kebiasaan membenamkan tubuh ke pasir tidak berlaku untuk seluruh jenis ikan pari. Perilaku ini lebih umum pada pari yang menghabiskan banyak waktu di dasar perairan.
Sementara itu, beberapa jenis pari lebih sering berenang di perairan terbuka atau menempati habitat yang berbeda. Bentuk tubuh, kebiasaan makan, dan cara bergerak setiap spesies memengaruhi bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan.
Karena itu, perilaku ikan pari sebaiknya dipahami berdasarkan jenis dan habitatnya, bukan dianggap sebagai kebiasaan yang dilakukan semua pari dalam setiap keadaan.
Apakah Ikan Pari Berbahaya Saat Berada di Dalam Pasir?
Ikan pari yang bersembunyi di pasir bisa sulit terlihat oleh orang yang berjalan di perairan dangkal. Beberapa jenis pari memiliki duri pada bagian ekor yang dapat menyebabkan luka jika hewan tersebut merasa terancam dan melakukan gerakan bertahan.
Bukan berarti ikan pari selalu menyerang manusia. Namun, orang yang berenang atau berjalan di kawasan berpasir perlu berhati-hati dan tidak sengaja menginjak atau mengganggu hewan yang tersembunyi.
Jika menemukan ikan pari, sebaiknya jaga jarak dan jangan mencoba menangkap, menyentuh, atau mengangkatnya. Saat berada di perairan dangkal yang menjadi habitat pari, ikuti petunjuk keselamatan setempat.
Kesimpulan
Ikan pari sering membenamkan sebagian tubuhnya di pasir sebagai bentuk adaptasi untuk menyamarkan diri, menghindari predator, dan membantu proses berburu. Pada beberapa spesies, perilaku ini juga berkaitan dengan aktivitas beristirahat di dasar perairan.
Kemampuan bernapas melalui spirakel pada banyak jenis pari dasar laut memungkinkan mereka tetap mengambil air untuk kebutuhan pernapasan meskipun tubuhnya tertutup pasir. Meski begitu, kebiasaan ini tidak dimiliki semua spesies dengan cara yang sama.
Perilaku tersebut menunjukkan bagaimana hewan laut memanfaatkan lingkungan untuk bertahan hidup. Di balik tubuhnya yang tampak sederhana, ikan pari memiliki berbagai adaptasi yang membuatnya mampu hidup sesuai dengan habitat masing-masing.
Next News

Telapak Tangan Berkeringat saat Gugup, Begini Respons Tubuh terhadap Stres
in 6 hours

Menjelang Haid Sering Bad Mood? Perubahan Hormon Bisa Berperan
in 6 hours

Anti-Hancur, Ini Tips Membuat Nugget Rumahan dengan Tekstur Padat
in 6 hours

Renyah di Luar, Lembut di Dalam: Rahasia Tekstur Nugget Favorit Banyak Orang
in 6 hours

Sosis Bakar Lebih Harum daripada Sosis Rebus, Ini Alasannya
in 6 hours

Daun Kelor Kerap Disebut Superfood, Ini Kandungan Gizinya
in 6 hours

Serai Bukan Hanya Bumbu Dapur, Rempah Ini Juga Sering Dijadikan Minuman
in 6 hours

Daun Sirih Punya Aroma Khas, Ini Senyawa yang Berperan di Dalamnya
in 6 hours

Beras Kencur Punya Rasa Khas, Ini yang Membuatnya Berbeda dari Jamu Lain
in 6 hours

Wedang Jahe Jadi Favorit saat Hujan, Ini Alasan di Baliknya
in 6 hours





