Senin, 2 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Gempa Bumi Tidak Bisa Diprediksi Secara Pasti?

Tata - Saturday, 07 February 2026 | 12:38 PM

Background
Mengapa Gempa Bumi Tidak Bisa Diprediksi Secara Pasti?

Gempa bumi terjadi akibat pelepasan energi dari pergerakan lempeng tektonik di dalam kerak bumi. Energi ini menumpuk selama puluhan hingga ratusan tahun sebelum akhirnya dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk getaran.

Menurut Dr. John Vidale, ahli seismologi dari University of Southern California, gempa bumi tidak dapat diprediksi karena tekanan di dalam patahan bumi tidak dilepaskan secara teratur.

"Kami bisa mengetahui di mana gempa kemungkinan besar terjadi, tetapi tidak kapan dan seberapa besar kekuatannya," jelas Vidale.

Pendapat serupa disampaikan oleh Dr. Robert Geller, profesor geofisika dari University of Tokyo. Ia menegaskan bahwa hingga kini tidak ada metode ilmiah yang terbukti mampu memprediksi gempa secara presisi.

"Prediksi gempa yang akurat masih berada di luar kemampuan sains modern," ujarnya dalam berbagai publikasi ilmiah.

Teknologi seperti seismograf, GPS, dan pemantauan satelit memang mampu mendeteksi pergerakan lempeng hingga hitungan milimeter per tahun. Namun, alat-alat ini hanya dapat menunjukkan potensi risiko, bukan waktu kejadian.

Karena keterbatasan prediksi, para ilmuwan lebih menekankan pada mitigasi bencana. BMKG dan badan geologi dunia fokus pada peta rawan gempa, standar bangunan tahan gempa, serta sistem peringatan dini tsunami.

Menurut Dr. Lucy Jones, seismolog yang lama bekerja di US Geological Survey,

"Satu-satunya cara paling efektif menyelamatkan nyawa dari gempa adalah kesiapsiagaan, bukan prediksi."