Mengapa Energi Menurun Saat Haid? Berikut Penjelasan Medisnya
RAU - Saturday, 30 May 2026 | 09:29 AM


Menstruasi tidak hanya menyebabkan perubahan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi tingkat energi tubuh. Banyak perempuan mengalami kelelahan, tubuh terasa berat, hingga berkurangnya semangat beraktivitas selama masa haid. Kondisi ini bukan sekadar perasaan biasa, melainkan dipengaruhi oleh berbagai proses biologis yang terjadi dalam tubuh.
Penelitian yang dimuat dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology menunjukkan bahwa sekitar 71 persen perempuan mengaku mengalami kelelahan saat menstruasi. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari perubahan hormon hingga gangguan kesehatan tertentu.
Salah satu penyebab utama adalah gejala menstruasi itu sendiri. Saat haid, tubuh membutuhkan energi untuk membantu kontraksi rahim dan proses peluruhan lapisan dinding rahim. Selain itu, keluhan seperti kram perut, sakit kepala, dan perdarahan juga dapat membuat tubuh terasa lebih cepat lelah.
Perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron menjelang menstruasi turut berperan dalam menurunkan energi. Fluktuasi hormon ini dapat memengaruhi suasana hati, membuat tubuh terasa lesu, serta meningkatkan rasa lelah selama siklus haid berlangsung.
Kehilangan darah saat menstruasi juga dapat menyebabkan berkurangnya kadar zat besi, terutama pada perempuan yang mengalami perdarahan cukup banyak. Jika tidak ditangani, kondisi ini berisiko berkembang menjadi anemia yang ditandai dengan gejala seperti pusing, tubuh sangat lemas, kulit pucat, hingga detak jantung tidak teratur.
Kualitas tidur yang menurun selama menstruasi juga menjadi faktor penyebab kelelahan. Perubahan hormonal dan ketidaknyamanan fisik dapat membuat tidur menjadi kurang nyenyak, mudah terbangun, atau mengalami gangguan tidur lainnya. Menjaga pola tidur yang teratur dapat membantu mengurangi dampak tersebut.
Dalam beberapa kasus, kelelahan berlebihan saat menstruasi dapat menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu, seperti endometriosis, fibroid rahim, atau gangguan tiroid. Jika rasa lelah berlangsung lama, terasa sangat berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Memahami penyebab kelelahan saat menstruasi dapat membantu perempuan mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup selama siklus haid berlangsung.
Next News

Kenapa Cincin Pernikahan Dipakai di Jari Manis?
in 3 hours

World Multiple Sclerosis Day: Penyakit Apakah Multiple Sclerosis?
in 3 hours

Hari Dinosaurus Sedunia: Apakah Dinosaurus Benar-Benar Pernah Ada?
in 3 hours

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei 2026, Ajak Masyarakat Lindungi Kesehatan Paru-Paru
in 2 hours

10 Buah yang Bagus untuk Diet, Bantu Turunkan Berat Badan Secara Sehat
in 2 hours

Benarkah Makanan Pedas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktany
in 2 hours

Kolam Air Panas Sampuraga Madina: Wisata Alam Penuh Legenda Anak Durhaka di Mandailing Natal
in 2 hours

Apakah Kucing Boleh Makan Cokelat? Ini Bahaya, Gejala Keracunan, dan Cara Menanganinya
in 2 hours

Ke Mana Perginya Kunang-Kunang? Mengapa Serangga Bercahaya Ini Semakin Sulit Ditemukan
12 hours ago

Siapa Raja Minyak Sawit Dunia? Indonesia Masih Memimpin, Tapi Bukan Satu-satunya Pemain Besa
12 hours ago





