Selasa, 28 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mencari Takhta Cheesecake Paling Enak di Dunia: Dari New York Sampai Gang Sempit di Spanyol

Tata - Tuesday, 28 April 2026 | 08:05 AM

Background
Mencari Takhta Cheesecake Paling Enak di Dunia: Dari New York Sampai Gang Sempit di Spanyol

Mencari Takhta Cheesecake Paling Enak di Dunia: Dari New York Sampai Gang Sempit di Spanyol

Mari kita jujur satu hal: siapa sih yang bisa nolak potongan kue yang teksturnya lembut, rasanya gurih-manis, dan punya aroma keju yang nendang banget? Ngomongin soal cheesecake itu kayak ngomongin agama buat para pecinta dessert. Setiap orang punya mazhabnya masing-masing. Ada tim yang garis keras pemuja New York Cheesecake yang padat, ada yang lebih suka "awan" lembut ala Jepang, sampai anak-anak senja yang hobi makan Basque Burnt Cheesecake yang luarnya gosong tapi dalamnya lumer parah.

Pertanyaannya kemudian muncul, kalau kita harus keliling dunia cuma buat nyari satu suapan cheesecake yang paling 'ngadi-ngadi' enaknya, kita harus terbang ke mana? Jawabannya nggak sesederhana "ke supermarket terdekat", karena urusan lidah ini sangat subjektif. Tapi, kalau kita bedah sejarah dan popularitas, ada beberapa titik di peta dunia yang dianggap sebagai 'Mekah'-nya para pecinta keju.

Legenda dari Aspal New York: Junior's vs Eileen's

Kalau kita bicara soal pakem cheesecake, New York adalah kiblat utamanya. Di sini, cheesecake itu nggak main-main. Teksturnya berat, padat, dan creamy-nya tuh bener-bener bisa bikin lo merasa berdosa sekaligus bahagia di saat yang sama. Namanya juga New York Style, bahannya biasanya cuma cream cheese, krim kental, telur, dan gula, tapi eksekusinya butuh keahlian tingkat dewa.

Banyak orang bilang kalau lo belum sah ke New York kalau belum mampir ke Junior's di Brooklyn. Ini tempat udah buka dari tahun 1950-an. Rasanya? Klasik banget. Nggak banyak neko-neko, tapi setiap suapan itu kerasa banget kualitas kejunya. Tapi, buat para hipster lokal atau turis yang pengen suasana lebih 'cozy', Eileen's Special Cheesecake di SoHo sering dibilang juaranya. Eileen punya tekstur yang sedikit lebih ringan tapi tetep rich. Banyak yang bilang ini cheesecake paling seimbang di muka bumi. Nggak heran kalau antreannya suka bikin pegel kaki.

Sihir dari San Sebastián: La Viña dan Fenomena Gosong

Pindah ke Eropa, tepatnya di sebuah kota cantik di Spanyol bernama San Sebastián. Di sana ada satu bar kecil bernama La Viña. Lo mungkin pernah denger atau bahkan pernah coba "Basque Burnt Cheesecake". Nah, di sinilah asal muasal tren itu meledak secara global. Lucunya, si pembuat awalnya cuma eksperimen dan nggak nyangka kalau kue yang kelihatan "cacat" karena gosong di atasnya ini bakal jadi sensasi dunia.



Bedanya apa sih sama yang lain? Basque cheesecake ini nggak pakai kerak biskuit (crust) di bawahnya. Dia dipanggang di suhu yang sangat tinggi supaya permukaannya terkaramelisasi sampai hitam. Hasilnya? Ada aroma smoky yang unik banget, dipadukan sama bagian tengah yang masih goyang alias jiggly dan hampir cair. Makan ini di gang sempit San Sebastián sambil megang segelas wine itu bener-bener definisi hidup enak yang sesungguhnya. Kalau lo nanya ke food vlogger kelas kakap, banyak yang bakal naruh La Viña di posisi nomor satu tanpa ragu.

Goyangan Lembut dari Negeri Sakura

Kalau lo tipe orang yang nggak suka makanan yang terlalu berat atau bikin enek, maka destinasi lo adalah Jepang. Japanese Cotton Cheesecake atau Soufflé Cheesecake itu punya aura yang beda total. Dia nggak berusaha buat jadi "berat". Sebaliknya, dia pengen jadi seringan mungkin, kayak lo lagi makan awan yang punya rasa keju tipis-tipis tapi nagih.

Rikuro-ojisan di Osaka adalah juaranya. Kalau lo lewat gerainya, lo bakal denger suara bel yang berdentang setiap ada loyang baru yang keluar dari oven. Cheesecakenya bener-bener joget-joget pas dipotong. Lembutnya tuh nggak masuk akal, saking lembutnya bisa langsung lumer di lidah tanpa harus dikunyah. Ini tipe cheesecake yang bisa lo abisin satu loyang sendirian sambil nonton drakor tanpa merasa begah. Bahaya, kan?

Lalu, Gimana dengan Lidah Lokal Kita?

Gue sering denger debat di tongkrongan Jakarta soal di mana cheesecake paling enak di sini. Ada yang bilang Union tetep yang terbaik dengan varian Red Velvet Cheesecake-nya yang legendaris itu. Ada juga yang lebih suka tipe artisanal kayak yang ditawarkan Scarlett's Cafe atau kreasinya para baker rumahan di Instagram yang sekarang makin jago-jago.

Menurut gue pribadi, cheesecake paling enak itu adalah yang dimakan pas lo lagi butuh-butuhnya 'self-reward' setelah seminggu penuh dikejar deadline kerjaan. Mau itu cheesecake mahal dari New York atau yang dibeli di toko roti mall bawah kantor, kuncinya ada di momen. Tapi ya, kalau punya budget lebih, nyicipin langsung dari sumber aslinya di Spanyol atau New York pasti bakal jadi pengalaman spiritual tersendiri buat lambung lo.



Kesimpulan: Mana yang Paling Juara?

Jadi, di mana cheesecake paling enak di dunia? Kalau lo suka konsistensi dan rasa yang klasik, New York adalah jawabannya. Kalau lo suka tekstur yang kontras antara pahit karamel dan lumer kejunya, La Viña di Spanyol nggak ada lawan. Tapi kalau lo cari kenyamanan dalam setiap suapan yang ringan, Jepang pemenangnya.

Dunia kuliner itu luas banget, dan cheesecake cuma satu bagian kecil yang membuktikan kalau keju itu adalah bahasa universal buat kebahagiaan. Jadi, nggak usah terlalu pusing mikirin mana yang nomor satu. Mending sekarang lo cari toko dessert terdekat, pesen satu slice, dan nikmatin hari lo. Karena pada akhirnya, cheesecake paling enak adalah cheesecake yang ada di depan mata lo sekarang, siap buat disantap. Setuju, nggak?