Mau Masak Jamur Kancing? Cek Dulu Cara Membersihkannya Di Sini
Tata - Saturday, 28 February 2026 | 04:05 PM


Dilema Jamur: Antara Higienis dan Takut Benyek, Begini Cara Mencuci yang Benar
Pernah nggak sih kamu lagi semangat-semangatnya mau masak pasta atau tumis jamur ala-ala restoran, terus tiba-tiba termenung di depan wastafel sambil memegang sebungkus jamur kancing? Di satu sisi, kamu lihat ada sisa-sisa "tanah" yang menempel, tapi di sisi lain, kamu teringat wejangan chef di YouTube yang bilang kalau jamur itu nggak boleh kena air. Rasanya kayak lagi milih antara mantan yang toksik atau gebetan yang nggak pasti; serba salah.
Jamur itu memang makhluk yang unik, ya. Secara teknis mereka bukan tumbuhan, tapi fungi. Dan sifat mereka itu mirip banget sama spons pencuci piring: hobi banget nyerap air. Kalau kamu mencuci jamur dengan cara direndam kayak lagi nyuci kangkung, jangan kaget kalau pas dimasak nanti jamur kamu bakal loyo, benyek, dan kehilangan rasa gurih alaminya yang disebut umami itu. Tapi kalau nggak dicuci, ya masa mau makan sisa media tanam? Kan nggak estetik juga kalau di sela-sela gigi ada butiran hitam yang entah apa asalnya.
Nah, supaya kamu nggak kena krisis eksistensi di dapur cuma gara-gara urusan jamur, mari kita bahas tuntas cara mencuci jamur yang benar biar tetap segar, higienis, dan yang paling penting: nggak drama.
Kenapa Sih Jamur Nggak Boleh Terlalu Basah?
Sebelum masuk ke tutorialnya, kita perlu paham dulu logikanya. Jamur itu punya struktur sel yang sangat berpori. Begitu mereka kena air dalam waktu lama, air itu bakal masuk ke dalam pori-porinya. Hasilnya? Pas masuk ke wajan panas, bukannya terkaramelisasi dengan cantik dan berubah kecokelatan (searing), jamur malah bakal "mengeluarkan keringat" alias banjir air. Alhasil, jamur kamu malah kayak direbus, teksturnya jadi lembek kayak karet, dan rasanya jadi hambar.
Jadi, aturan nomor satu dalam dunia per-jamuran adalah: minimalkan kontak dengan air semaksimal mungkin. Kecuali kalau kamu memang mau bikin sup jamur yang semuanya bakal lumer jadi satu, itu cerita lain.
Langkah Pertama: Metode Lap dan Sikat (Untuk Jamur yang "Bersih")
Kalau kamu beli jamur supermarket yang biasanya sudah dikemas rapi dalam plastik, biasanya tingkat kotornya nggak terlalu parah. Untuk tipe jamur kayak gini, kamu nggak butuh air mengalir deras. Cukup ambil tisu dapur (paper towel) yang sedikit dibasahi, lalu usap permukaan jamur satu per satu. Ingat ya, diusap lembut kayak lagi bersihin muka pakai micellar water, jangan ditekan terlalu keras.
Kalau ada kotoran yang agak bandel di sela-sela payung jamur, kamu bisa pakai sikat kecil yang bulunya halus. Sikat pelan-pelan sampai kotorannya rontok. Metode ini adalah cara paling aman buat menjaga tekstur jamur tetap crunchy saat digigit nanti.
Langkah Kedua: Metode Bilas Kilat (Untuk Jamur yang Agak "Gembel")
Nah, kalau jamur yang kamu beli itu tipe yang baru dipetik dari kebun atau jamur liar yang masih banyak tanahnya, metode lap saja mungkin nggak cukup. Kita butuh aksi yang lebih sat-set. Caranya, masukkan jamur ke dalam wadah atau saringan besar (colander). Nyalakan keran, lalu bilas jamur dengan air mengalir secara cepat sambil digoyang-goyangkan. Jangan sekali-kali membiarkan jamur berendam di dalam air dalam waktu lama.
Kunci dari metode ini adalah kecepatan. Setelah kena air, segera keringkan jamur secepat mungkin. Kamu bisa membentangkan jamur di atas kain serbet bersih atau tisu dapur, lalu tepuk-tepuk sampai permukaannya benar-benar kering. Kalau kamu punya alat salad spinner di rumah, itu bakal sangat membantu buat "melempar" sisa-sisa air keluar dari sela-sela jamur.
Beda Jamur, Beda Perlakuan
Nggak semua jamur diciptakan sama. Jamur Kancing (Champignon) atau Jamur Portobello punya kulit yang agak tebal, jadi relatif lebih tahan kalau dilap atau dibilas cepat. Tapi kalau kamu berhadapan dengan Jamur Tiram (Oyster Mushroom), kamu harus lebih hati-hati. Jamur tiram itu lebih rapuh dan gampang hancur. Biasanya cukup dibersihkan dengan kuas kecil atau tisu kering saja.
Lain lagi ceritanya kalau kamu pakai Jamur Kuping atau Jamur Shitake kering. Kalau yang ini, aturannya justru dibalik: harus direndam! Tapi ya itu karena mereka dalam kondisi dehidrasi. Untuk jamur kering, rendamlah pakai air hangat sampai mereka "bangun" lagi dan teksturnya kenyal kembali. Jangan lupa air rendaman jamur shitake ini biasanya punya aroma yang sangat kuat dan enak banget buat dijadikan kaldu tambahan.
Kapan Waktu yang Tepat buat Nyuci Jamur?
Ini kesalahan yang sering dilakukan banyak orang: mencuci jamur segera setelah pulang dari pasar, lalu menyimpannya di kulkas. Big no! Jamur yang sudah kena air bakal cepat banget membusuk atau jadi berlendir kalau disimpan lagi. Jadi, cucilah jamur hanya sesaat sebelum kamu mau memasukkannya ke dalam wajan. Kalau belum mau dimasak, biarkan saja mereka istirahat di dalam kulkas dalam kondisi kering.
Cara menyimpan jamur yang benar di kulkas juga ada triknya. Jangan pakai wadah plastik kedap udara karena jamur bakal "sesak napas" dan jadi lembap. Gunakan kantong kertas (paper bag) atau bungkus pakai tisu dapur lalu masukkan ke wadah terbuka. Dengan cara ini, jamur bisa bernapas dan sisa kelembapannya bakal diserap oleh kertas atau tisu tersebut.
Kesimpulan: Bersih Itu Perlu, Tapi Jangan Berlebihan
Memasak itu soal rasa dan tekstur. Kalau kamu tipe orang yang nggak bisa tidur tenang kalau tahu ada sedikit debu di makanan, nggak apa-apa kok kalau mau mencuci jamur pakai air. Tapi ya itu tadi, kuncinya adalah kecepatan dan pengeringan yang total. Jangan biarkan jamur kamu mandi lama-lama sampai mereka berubah jadi spons yang kenyang air.
Jadi, mulai sekarang nggak perlu bingung lagi ya. Mau metode sikat kering atau bilas kilat, yang penting tujuan akhirnya adalah jamur yang bersih tanpa mengorbankan cita rasanya. Dengan cara mencuci yang benar, tumisan jamur kamu bakal naik kelas dari yang tadinya lembek nggak jelas, jadi jamur yang punya tekstur mantap dan aroma umami yang meledak di mulut. Selamat mencoba dan selamat berekspansi di dapur!
Next News

Fakta Unik Indonesia yang Jarang Diketahui: Dari Api Biru hingga Surga Bawah Laut Dunia
14 hours ago

Cara Menjaga Energi Seharian Tanpa Kopi Berlebihan
14 hours ago

Fakta Unik tentang Wanita
14 hours ago

Fakta Unik Kebiasaan Sehari-hari yang Ternyata Ada Penjelasannya
14 hours ago

Jenis-Jenis Jamu Tradisional yang Masih Populer Hingga Kini
14 hours ago

Haus Terus Padahal Sudah Banyak Minum? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
14 hours ago

Lebaran di Berbagai Daerah Indonesia: Tradisi, Makanan, dan Cerita yang Selalu Dirindukan
14 hours ago

Kolesterol Tinggi di Usia Muda: Kok Bisa Padahal Nggak Gemuk?
14 hours ago

Lele Si Kumis Bukan Sekadar Gaya-Gayaan
6 hours ago

Tempe: Dari 'Makanan Ndeso' hingga Jadi Superfood yang Bikin Ilmuwan Geleng-geleng
6 hours ago





