Makanan Sederhana yang Sering Diremehkan, tetapi Punya Nilai Gizi Penting
Laila - Sunday, 13 September 2026 | 09:00 AM


Bukan Cuma Penyelamat Tanggal Tua: Mengulik Sisi "Sakti" Makanan Murah yang Sering Dipandang Sebelah Mata
Pernah nggak sih kamu merasa kalau gaya hidup sehat zaman sekarang itu capek banget di dompet? Buka media sosial dikit, isinya orang lagi makan avocado toast, smoothie bowl warna-warni yang harganya setara jatah makan tiga hari, atau suplemen impor yang namanya susah dieja. Seolah-olah, kalau mau sehat, kita harus jadi "anak skena" kesehatan yang rela keluar duit jutaan rupiah. Padahal, kalau kita mau sedikit menunduk dan melirik meja warteg atau pasar tradisional, ada deretan pahlawan tanpa tanda jasa yang gizinya nggak main-main.
Kita sering banget terjebak dalam stigma kalau makanan murah itu berarti "kelas dua". Padahal, banyak makanan lokal yang sering kita remehkan—bahkan mungkin cuma kita lirik pas lagi bokek di akhir bulan—ternyata punya nilai gizi yang bisa bikin salmon atau chia seeds merasa minder. Yuk, kita obrolin satu-satu kenapa makanan-makanan "rakyat" ini sebenarnya adalah superfood yang menyamar.
Tempe: Si Protein Nabati yang Mendunia tapi Sering Dicuekin Tetangga
Mari kita mulai dari tempe. Di Indonesia, tempe itu ibarat sahabat lama yang selalu ada tapi jarang diapresiasi keberadaannya. Sering banget tempe dianggap sebagai simbol kemiskinan atau makanan "darurat". Padahal, kalau kamu main ke kafe-kafe hipster di London atau Berlin, tempe itu harganya selangit dan dianggap sebagai makanan mewah untuk kaum vegan.
Kenapa tempe sakti? Proses fermentasi pada tempe itu semacam keajaiban biokimia. Jamur Rhizopus oligosporus bukan cuma mengubah kedelai jadi padat, tapi juga memecah senyawa kompleks jadi lebih gampang diserap perut kita. Tempe kaya akan probiotik yang bikin pencernaan makin adem. Plus, kandungan proteinnya nggak kalah sama daging sapi, tapi nol kolesterol. Jadi, kalau ada yang bilang "ah, cuma makan tempe," senyumin aja. Bilang dalam hati kalau kamu lagi makan fermented plant-based protein kelas dunia.
Ikan Kembung: Salmon-nya Orang Indonesia (Versi Lebih Hebat)
Banyak orang rela bayar mahal demi sepotong ikan salmon karena katanya tinggi Omega-3 buat kecerdasan otak. Padahal nih, ada satu ikan yang sering nangkring di penggorengan ibu-ibu rumah tangga dan harganya jauh lebih ramah di kantong: ikan kembung. Percaya atau nggak, beberapa penelitian menunjukkan kalau kandungan Omega-3 pada ikan kembung itu justru lebih tinggi dibanding salmon.
Ikan kembung itu underrated banget. Selain protein yang oke, dia juga kaya kalsium dan vitamin D. Kenapa kita masih sering merasa kurang keren makan ikan kembung dibanding salmon yang harus terbang berjam-jam dari luar negeri? Mungkin karena ikan kembung nggak punya strategi branding yang estetik aja. Tapi soal urusan bikin otak encer dan jantung sehat, ikan kembung adalah juara kelas yang rendah hati.
Daun Kelor: Dari Pengusir Setan Jadi Superfood Global
Kalau di kampung-kampung, daun kelor sering dikaitkan sama urusan mistis, katanya buat melunturkan ilmu hitam. Padahal, secara sains, yang dilunturkan kelor itu bukan ilmu hitam, melainkan radikal bebas di dalam tubuh. Di luar negeri, daun kelor dikenal sebagai Moringa dan dijual dalam bentuk bubuk mahal di toko kesehatan organik.
Kita mah tinggal metik di pagar atau beli seribu perak di pasar sudah dapat seikat besar. Daun kelor ini kandungan vitamin C-nya tujuh kali lipat lebih banyak dari jeruk, dan kalsiumnya empat kali lipat dari susu. Jadi, kalau kamu merasa badan lagi lemas atau kulit mulai kusam, coba deh bikin sayur bening kelor. Nggak perlu pakai ritual aneh-aneh, cukup makan dengan nasi hangat, tubuhmu bakal berterima kasih.
Ubi Jalar: Karbohidrat yang Lebih Pengertian dibanding Nasi Putih
Terakhir, mari kita bahas ubi jalar. Sering dianggap makanan orang susah atau sekadar camilan sore pendamping kopi. Padahal, ubi jalar adalah salah satu sumber karbohidrat terbaik yang pernah ada. Indeks glikemiknya rendah, artinya dia nggak bikin gula darahmu melonjak drastis terus anjlok lagi—yang biasanya bikin kita cepat ngantuk dan cepat lapar lagi.
Ubi jalar, terutama yang warna oranye atau ungu, penuh dengan beta-karoten dan antioksidan. Ini adalah makanan "anti-aging" alami yang murah meriah. Buat kalian yang lagi program diet atau pengen hidup lebih sehat tapi belum sanggup beli beras merah atau quinoa, ubi jalar adalah jawaban paling logis dan enak yang bisa kalian temukan.
Mengubah Pola Pikir, Bukan Cuma Pola Makan
Pada akhirnya, sehat itu nggak harus mahal dan nggak harus ribet. Masalahnya seringkali bukan di gizinya, tapi di gengsi kita. Kita sudah terlanjur didikte oleh iklan kalau sehat itu harus yang fancy, yang kemasannya bagus, dan yang harganya bikin dompet menangis. Padahal, alam Indonesia sudah menyediakan segalanya di tukang sayur keliling depan rumah.
Memilih makan tempe, ikan kembung, atau daun kelor bukan berarti kita nggak mampu beli makanan mahal. Itu tandanya kita cerdas secara nutrisi dan finansial. Jadi, besok-besok kalau ke warteg, nggak usah gengsi minta nambah tempe atau cari menu ikan kembung balado. Karena di balik kesederhanaan sepiring makanan itu, ada investasi kesehatan jangka panjang yang nilainya nggak bisa dibayar pakai apapun. Makan enak itu bonus, makan bergizi itu harus, tapi makan pinter itu baru namanya keren.
Next News

Mengapa Stres Bisa Membuat Tubuh Terasa Lelah?
in 6 hours

Tidak Semua yang Viral Itu Sehat: Cara Bijak Menilai Tren Makanan
in 6 hours

Makan Malam Terlambat: Kebiasaan Sepele atau Perlu Diperhatikan?
in 6 hours

Dari Meja Makan ke Media Sosial: Mengapa Foto Makanan Begitu Menarik?
in 6 hours

Mengapa Kita Tetap Ingin Makan Meski Tidak Benar-Benar Lapar?
in 6 hours

Makan Pelan atau Cepat: Mana yang Lebih Baik bagi Tubuh?
in 6 hours

Hari Senin Bikin Malas? Fakta Psikologi di Balik "Monday Blues"
in 6 hours

Mengapa Kita Sering Lupa Hari dan Tanggal? Begini Cara Otak Mengingat Waktu
in 6 hours

Mengapa Setiap Tahun Terasa Semakin Cepat Berlalu? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 6 hours

Kota Hijau Mulai Menjadi Impian Generasi Baru
15 hours ago





