Minggu, 13 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kota Hijau Mulai Menjadi Impian Generasi Baru

Laila - Saturday, 12 September 2026 | 12:00 PM

Background
Kota Hijau Mulai Menjadi Impian Generasi Baru

Menukar Aspal dengan Pohon: Mengapa Kota Hijau Jadi Wishlist Utama Anak Muda Zaman Sekarang

Pernah nggak sih kamu merasa kalau bangun pagi di kota besar itu rasanya kayak masuk ke dalam oven raksasa? Belum juga melangkah keluar rumah, hawa gerah sudah menyambut. Begitu buka jendela, pemandangannya bukan pohon rindang yang bikin adem mata, melainkan deretan kabel listrik yang ruwetnya mirip benang kusut, ditambah bonus kepulan asap knalpot dari tetangga yang lagi manasin motor. Selamat datang di realita hutan beton.

Bagi generasi pendahulu kita, tinggal di tengah hutan beton dengan gedung pencakar langit yang menjulang tinggi adalah simbol kesuksesan. Semakin dekat dengan pusat bisnis yang bising, semakin dianggap "berada". Tapi buat Gen Z dan milenial akhir, mimpi itu sudah mulai usang. Istilah "hustle culture" yang dulu dipuja-puja, sekarang mulai digantikan dengan keinginan untuk "slow living" di lingkungan yang lebih manusiawi. Kota hijau atau green city bukan lagi sekadar wacana di buku teks geografi, tapi sudah jadi impian nyata yang masuk ke dalam daftar keinginan hidup.

Bukan Cuma Soal Estetika Instagramable

Kalau kita bicara soal kota hijau, pikiran banyak orang mungkin langsung tertuju pada taman-taman cantik yang pas buat foto OOTD. Memang nggak salah, sih. Siapa yang nggak mau punya latar belakang foto yang asri? Tapi buat anak muda sekarang, kebutuhan akan kota hijau itu jauh lebih dalam dari sekadar estetika feed media sosial. Ini soal kewarasan mental.



Coba bayangkan, seharian kerja di depan layar laptop, dikejar tenggat waktu yang nggak ada habisnya, terus pas istirahat kamu cuma bisa melihat tembok abu-abu atau jalanan macet. Stress level pasti naik drastis. Itulah kenapa fenomena "healing" ke tempat hijau jadi tren yang nggak ada matinya. Tapi masalahnya, masa kita harus nunggu akhir pekan dan bermacet-macetan ke Puncak atau Bandung cuma buat melihat pohon? Kenapa pohonnya nggak ada

Tags