Makanan Khas Angkola yang Wajib Dicoba
Laila - Friday, 10 July 2026 | 01:00 PM


Menjelajahi Rasa di Tapanuli Selatan: Deretan Kuliner Angkola yang Bikin Lidah Gagal Move On
Kalau kita bicara soal Sumatera Utara, pikiran kebanyakan orang pasti langsung tertuju ke Danau Toba, durian Medan, atau mungkin bika ambon. Padahal, kalau mau sedikit melipir ke arah selatan, tepatnya di bumi Tapanuli Selatan atau yang sering kita kenal dengan wilayah Angkola, ada harta karun kuliner yang luar biasa. Angkola bukan cuma soal logatnya yang khas dan lemah lembut dibanding saudara-saudaranya di utara, tapi juga soal bagaimana mereka mengolah bahan alam menjadi masakan yang "nendang" banget di lidah.
Buat kalian yang merasa foodie sejati, melewatkan makanan khas Angkola itu ibarat nonton konser tapi cuma berdiri di parkiran: nanggung dan rugi besar. Kuliner di sini punya karakter yang kuat, penuh rempah, tapi tetap punya sisi lembut yang bikin nagih. Yuk, kita bedah satu per satu makanan khas Angkola yang wajib masuk dalam bucket list wisata kuliner kalian.
1. Ikan Sale: Primadona Beraroma Asap
Jangan bayangkan keripik pisang kalau mendengar kata "sale" di sini. Di Tapanuli Selatan, Ikan Sale adalah ikan (biasanya ikan lele atau ikan mas) yang diproses melalui pengasapan tradisional selama berjam-jam, bahkan hari, sampai kering dan warnanya berubah jadi cokelat kehitaman yang eksotis. Aroma asapnya itu, lho, juara dunia!
Ikan sale ini biasanya dimasak menjadi gulai santan yang kental dengan campuran irisan bawang batak. Rasanya? Ada perpaduan antara gurihnya santan, tekstur ikan yang kenyal-kenyal padat, dan aroma smoky yang nggak akan kalian temukan di menu restoran cepat saji manapun. Kalau kalian makan ini bareng nasi panas, percaya deh, diet kalian cuma tinggal janji manis belaka.
2. Gulai Daun Ubi Tumbuk: Sayur Sederhana yang Estetik
Sebenarnya, hampir semua sub-etnis Batak punya versi daun ubi tumbuk mereka sendiri. Tapi, versi Angkola punya keunikan tersendiri. Daun singkong ditumbuk menggunakan lesung kayu sampai halus, lalu dimasak dengan santan bersama rimbang (cempokak) dan bunga kecombrang (kincong). Kehadiran kecombrang inilah yang memberikan aroma floral yang segar dan unik.
Bagi orang Angkola, sayur ini adalah comfort food nomor satu. Rasanya lembut, sedikit getir dari rimbang, dan harum banget. Biasanya disajikan sebagai pendamping lauk utama. Ibarat sebuah band, daun ubi tumbuk ini adalah bassisnya; nggak mencolok di depan, tapi kalau nggak ada dia, lagunya bakal terasa kosong.
3. Sambal Tuk-tuk: Pedas yang Bergetar
Kalau kalian main ke daerah Padangsidimpuan atau Sipirok, jangan harap bisa makan tenang tanpa sambal. Salah satu yang paling ikonik adalah Sambal Tuk-tuk. Dinamakan "tuk-tuk" karena proses pembuatannya yang ditumbuk atau diulek (bunyinya tuk-tuk-tuk). Bahan utamanya adalah cabai, bawang, dan rempah rahasia orang Tapanuli: Andaliman.
Andaliman ini sering dijuluki "merica Batak". Efeknya gokil, ada sensasi getir dan getir-getir lucu yang bikin lidah terasa kelu atau kesemutan sesaat. Sambal ini biasanya dicampur dengan suwiran ikan aso-aso (sejenis ikan kembung yang sudah dikeringkan). Rasanya pedas, asam, dan segar. Sekali coba, keringat kalian dijamin bakal bercucuran, tapi tangan nggak akan bisa berhenti menyuap nasi.
4. Sop Sumsum Sipirok: Surga Kolesterol yang Layak Diperjuangkan
Sipirok adalah salah satu daerah di Tapanuli Selatan yang terkenal dengan udara dinginnya. Dan di tengah dinginnya udara gunung, menyantap Sop Sumsum atau Sop Balung (tulang) adalah sebuah kemewahan. Bayangkan sebuah mangkuk besar berisi tulang sapi raksasa yang disiram kuah bening penuh rempah yang hangat.
Cara makannya juga unik. Kalian bakal dikasih sedotan untuk menyedot sumsum gurih di dalam tulang tersebut. Sensasi "slurrrp" saat sumsum masuk ke tenggorokan itu benar-benar surgawi. Kuahnya yang kaya akan pala dan merica langsung bikin badan hangat. Ini adalah jenis makanan yang bikin kita rela menempuh perjalanan darat berjam-jam demi satu porsi saja.
5. Alame: Dodolnya Orang Tapanuli
Setelah puas dengan yang pedas dan berminyak, saatnya kita beralih ke yang manis-manis. Alame adalah sebutan orang Angkola untuk dodol. Proses pembuatannya lama dan melelahkan, butuh kesabaran ekstra buat mengaduk adonan ketan, gula merah, dan santan di atas kuali besar selama berjam-jam.
Yang bikin Alame beda dari dodol daerah lain adalah teksturnya yang lebih liat dan rasa legitnya yang pas, nggak bikin enek. Biasanya Alame dibungkus dengan daun pandan atau pelepah pinang kering, yang memberikan aroma tambahan yang sangat alami. Ini adalah oleh-oleh wajib kalau kalian berkunjung ke rumah kerabat orang Angkola.
6. Salak Sidimpuan: Si Manis Masam yang Ikonik
Nggak afdol ngomongin kuliner Angkola tanpa menyebut Salak Sidimpuan. Padangsidimpuan bahkan dijuluki sebagai "Kota Salak". Berbeda dengan salak pondoh yang manis lurus-lurus saja, Salak Sidimpuan punya karakter rasa yang kompleks: ada manis, ada sedikit masam segar, dan tekstur yang lebih renyah (masir).
Warna dagingnya pun unik, kadang ada semburat kemerahan. Buat kalian yang suka buah dengan rasa yang "berkarakter", salak ini adalah juaranya. Bahkan sekarang sudah banyak olahan turunannya, mulai dari keripik salak sampai sirup salak yang segar banget kalau diminum pakai es di siang bolong.
Menjelajahi kuliner Angkola itu sebenarnya bukan cuma soal mengenyangkan perut. Ini soal merasakan sejarah dan keramahan masyarakatnya lewat sepiring makanan. Bahan-bahan yang digunakan sangat organik dan diambil langsung dari alam sekitar, mulai dari hutan hingga sungai. Jadi, kapan kalian punya rencana main ke Tapanuli Selatan? Jangan lupa kosongkan perut dulu, karena perjalanan rasa di sini bakal sangat panjang dan memuaskan!
Next News

Kenapa Cermin Bisa Memantulkan Wajah Kita? Ini Rahasia di Balik Pantulan Cahaya
in 6 hours

Bukan Cuma Cantik, Ini Bagian-Bagian Bunga dan Fungsi Pentingnya yang Jarang Diketahui
in 6 hours

Kenapa Kita Selalu Punya Ruang untuk Dessert? Ini Rahasia di Balik Rasa Kenyang
in 7 hours

Kenapa Lidah Tiba-Tiba Terasa Pahit Saat Sakit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
in 6 hours

Jangan Anggap Sepele, Begini Pentingnya Membersihkan Luka agar Terhindar dari Infeksi
in 6 hours

Mengapa Kol Menjadi Layu dan Lembut Setelah Dimasak? Ini Penjelasan Sainsnya
in 5 hours

Dari Cerita Lisan hingga Era Digital: Bagaimana Manusia Menjaga Ingatan tentang Masa Lalu?
in 5 hours

Kardio atau Latihan Kekuatan, Mana yang Lebih Baik? Kenali Perbedaannya
in 5 hours

Hamil 2 Minggu: Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh dan Kapan Kehamilan Bisa Terdeteksi?
in 5 hours

Granola untuk Ibu Menyusui: Camilan Praktis yang Kaya Nutrisi, Benarkah Bisa Bantu ASI?
in 5 hours





