Senin, 13 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Makan Telur Bisa Menyebabkan Bisulan dan Buang Angin Bau? Ini Penjelasannya.

Nanda - Wednesday, 25 March 2026 | 08:41 AM

Background
Makan Telur Bisa Menyebabkan Bisulan dan Buang Angin Bau? Ini Penjelasannya.

Telur merupakan salah satu makanan yang paling mudah ditemukan dan sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang lezat, telur juga dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin B12, vitamin D, selenium, serta asam amino esensial.

Namun di balik manfaatnya, ada beberapa anggapan yang sudah lama beredar di masyarakat. Bahwa makan telur dapat menyebabkan bisulan dan membuat buang angin menjadi lebih bau.

Apakah kedua hal tersebut benar menurut ilmu kesehatan?


*Apakah Telur Bisa Menyebabkan Bisulan?*



Banyak orang tua dulu sering memperingatkan anak-anak agar tidak makan terlalu banyak telur karena dianggap dapat memicu bisulan.


Secara medis, bisul sebenarnya disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini masuk ke dalam kulit melalui pori-pori atau luka kecil, lalu menyebabkan peradangan pada folikel rambut sehingga terbentuk benjolan berisi nanah.

Artinya, penyebab utama bisul adalah infeksi bakteri, bukan makanan tertentu.




Namun mengapa telur sering dikaitkan dengan bisul?

Beberapa ahli menjelaskan bahwa makanan tinggi protein seperti telur dapat meningkatkan aktivitas metabolisme tubuh. Pada sebagian orang yang memiliki kulit sensitif atau sedang mengalami gangguan kulit, kondisi ini kadang dianggap sebagai "pemicu" munculnya bisul, padahal sebenarnya bukan penyebab utama.


Selain itu, kepercayaan ini juga bisa muncul karena kebetulan seseorang mengalami bisul setelah mengonsumsi telur, sehingga muncul asumsi bahwa telur adalah penyebabnya.

Secara ilmiah, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa makan telur secara normal dapat menyebabkan bisul.




*Kenapa Buang Angin Bisa Lebih Bau Setelah Makan Telur?*

Berbeda dengan mitos bisul, anggapan bahwa telur dapat membuat bau buang angin lebih menyengat memiliki penjelasan ilmiah yang lebih masuk akal.

Telur mengandung senyawa sulfur yang cukup tinggi. Ketika makanan yang mengandung sulfur dicerna di dalam usus, bakteri usus akan memecah senyawa tersebut dan menghasilkan gas seperti hidrogen sulfida.

Gas inilah yang memiliki bau khas seperti telur busuk.



Namun perlu dipahami bahwa tidak semua orang akan mengalami bau gas yang sama setelah makan telur.


Bau tersebut juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, seperti:

•Kondisi bakteri usus

•jenis makanan lain yang dikonsumsi bersamaan



•kesehatan sistem pencernaan seseorang


Selain telur, beberapa makanan lain yang juga dapat menghasilkan gas berbau kuat antara lain bawang, brokoli, kubis, dan kacang-kacangan.


*Telur Tetap Termasuk Makanan Bergizi*



Meskipun ada berbagai mitos yang beredar, telur sebenarnya merupakan salah satu makanan yang sangat bergizi.

Satu butir telur mengandung protein berkualitas tinggi yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Telur juga mengandung nutrisi penting seperti kolin, yang berperan dalam kesehatan otak dan fungsi saraf.


Banyak penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi telur dalam jumlah wajar tidak berbahaya bagi sebagian besar orang sehat.




Anggapan bahwa makan telur dapat menyebabkan bisulan ternyata tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat, karena bisul sebenarnya disebabkan oleh infeksi bakteri pada kulit.


Sementara itu, bau buang angin setelah makan telur memang dapat terjadi pada sebagian orang karena kandungan sulfur yang diuraikan oleh bakteri usus.

Meski demikian, telur tetap merupakan makanan yang kaya nutrisi dan aman dikonsumsi selama dalam jumlah yang wajar serta diolah dengan cara yang higienis.

Tags