Kamis, 12 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Internasional

Ketegangan Timur Tengah Memanas: Erdogan Protes Rudal Iran, Netanyahu Dirumorkan Berada di Jerman

Liaa - Wednesday, 11 March 2026 | 02:25 AM

Background
Ketegangan Timur Tengah Memanas: Erdogan Protes Rudal Iran, Netanyahu Dirumorkan Berada di Jerman

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah sejumlah peristiwa terbaru yang melibatkan Iran, Turki, dan Israel.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan protes keras kepada Iran setelah sebuah rudal yang diluncurkan negara tersebut dilaporkan melintasi wilayah pertahanan udara Turki.

Kemarahannya disampaikan langsung kepada Presiden Iran, Masoud Pezehskian, melalui percakapan telepon pada hari yang sama ketika insiden tersebut terjadi.

Erdogan menegaskan bahwa pelanggaran terhadap wilayah udara Turki tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah Turki akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan wilayahnya.

Sementara itu, di tengah meningkatnya ketegangan regional, media sosial diramaikan dengan rumor mengenai keberadaan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.



Rumor tersebut muncul setelah pesawat pemerintah Israel yang dikenal sebagai Wing of Zion terdeteksi mendarat di Berlin Brandenburg Airport, Jerman, pada Sabtu malam.

Beberapa spekulasi menyebutkan bahwa Netanyahu berada di dalam pesawat tersebut dan disebut-sebut berada di Berlin. Bahkan beredar klaim di media sosial yang menyatakan ia berada di sebuah bunker di Jerman, meskipun hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai hal tersebut.

Di sisi lain, pemerintah Iran menyatakan bahwa mereka berada dalam posisi unggul dalam konflik yang sedang berlangsung.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyebut rencana militer yang dijalankan oleh Amerika Serikat dan Israel tidak berhasil mencapai tujuan yang diharapkan.

Dalam pernyataannya yang disiarkan televisi pemerintah Iran dan dikutip media internasional, ia mengatakan bahwa Iran telah memberikan kerusakan signifikan terhadap Israel dan Amerika Serikat dalam konflik tersebut.



Situasi ini semakin menambah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang selama ini telah menjadi pusat konflik dan rivalitas kekuatan regional maupun global.