Langgar Gencatan Senjata 10 Hari, Drone Israel Serang Wilayah Sungai Litani di Lebanon
Nanda - Tuesday, 21 April 2026 | 10:54 AM


Upaya perdamaian di Timur Tengah kembali menghadapi ujian berat. Di tengah masa gencatan senjata 10 hari yang baru saja disepakati, sebuah drone milik militer Israel dilaporkan meluncurkan serangan ke wilayah Lebanon Selatan pada Senin (20/4/2026).
Serangan di Sekitar Sungai Litani
Menurut laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon, serangan udara tersebut menargetkan kawasan sekitar Sungai Litani, tepatnya di kota Qaqaiyat al-Jisr. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jatuhnya korban jiwa akibat hantaman drone tersebut.
Namun, di lokasi berbeda, tim Pertahanan Sipil Lebanon berhasil mengevakuasi dua jenazah dari sebuah kendaraan yang tertimbun reruntuhan di Jembatan Qasmiyah. Kendaraan tersebut hancur akibat serangan udara Israel yang terjadi beberapa pekan sebelum gencatan senjata dimulai.
Kesepakatan Damai yang Dimediasi Donald Trump
Insiden ini memicu kekhawatiran besar mengingat gencatan senjata 10 hari tersebut baru saja diumumkan oleh Donald Trump pada Kamis (16/4/2026). Kesepakatan ini merupakan hasil diplomasi intensif antara Amerika Serikat, Presiden Lebanon Joseph Aoun, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Gencatan senjata tersebut seharusnya menjadi napas lega bagi kedua negara setelah ketegangan meningkat sejak awal Maret lalu, menyusul konfrontasi antara militer Israel dengan kelompok Hizbullah.
Upaya Diplomasi di Ujung Tanduk?
Sebelum serangan drone ini terjadi, publik sempat optimis akan adanya perdamaian yang lebih permanen. Donald Trump bahkan sempat mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam pembicaraan damai, termasuk rencana penandatanganan kesepakatan di Pakistan.
Namun, dengan adanya serangan di wilayah Sungai Litani ini, komitmen kedua belah pihak terhadap poin-poin gencatan senjata kini dipertanyakan. Wilayah perbatasan Lebanon Selatan memang tetap menjadi titik paling rawan dalam konflik yang telah merenggut ribuan nyawa sejak Maret 2026 ini.
Dunia internasional kini menanti reaksi dari Washington DC dan Beirut terkait kelanjutan gencatan senjata ini, apakah akan tetap bertahan hingga hari kesepuluh atau justru berakhir dengan eskalasi militer yang lebih luas.
Dampak Terhadap Stabilitas Kawasan
Pelanggaran gencatan senjata, sekecil apa pun, sering kali menjadi pemicu aksi balasan yang lebih besar. Jika insiden drone ini tidak segera ditangani melalui jalur diplomasi, peluang untuk memperpanjang masa damai di Lebanon akan semakin menipis, yang berisiko memperburuk krisis kemanusiaan di kawasan tersebut.
Next News

BMKG: Hujan ringan guyur sebagian besar Indonesia pada Jumat
13 days ago

Bagaimana Piramida Mesir Dibangun Tanpa Alat Berat? Mengungkap Teknologi Hebat Peradaban Kuno
19 days ago

Liburan ke Swiss? Jangan Lewatkan 9 Tempat Indah Ini
19 days ago

Sejarah Taj Mahal: Kisah Cinta Shah Jahan dan Mumtaz Mahal yang Menjadi Warisan Dunia
19 days ago

Yordania Kecam Langkah Israel Menyita Properti Wakaf di Sekitar Masjid Al-Aqsa
a month ago

Sleepy Hollow Nyata di Kazakhstan, Warga Bisa Tidur Berhari-hari
a month ago

Mengapa India Sering Disebut Vrindavan? Ini Sejarah dan Fakta Menariknya
a month ago

7 Fakta Menarik Kekaisaran Mughal, Kerajaan Islam Terbesar di India
a month ago

Kamis, BMKG: Sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan
a month ago

10 Destinasi Wisata Turki Paling Ikonik, Perpaduan Pesona Eropa dan Asia yang Memukau
a month ago





