Rabu, 26 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menyimpan Telur

Laila - Saturday, 18 July 2026 | 11:37 AM

Background
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menyimpan Telur

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menyimpan Telur

Telur merupakan salah satu bahan makanan yang hampir selalu tersedia di rumah. Selain kaya protein, telur juga mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Namun, tidak sedikit orang yang masih melakukan kesalahan saat menyimpan telur, sehingga kualitasnya lebih cepat menurun.

Padahal, cara penyimpanan yang benar dapat membantu menjaga kesegaran telur lebih lama sekaligus mengurangi risiko kontaminasi bakteri. Berikut beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan.

1. Menyimpan Telur di Rak Pintu Kulkas

Banyak kulkas memiliki rak khusus untuk telur di bagian pintu. Meski terlihat praktis, bagian ini justru mengalami perubahan suhu yang cukup sering karena pintu kulkas terus dibuka dan ditutup.

Perubahan suhu yang berulang dapat mempercepat penurunan kualitas telur. Sebaiknya simpan telur di bagian dalam kulkas yang memiliki suhu lebih stabil.

2. Mencuci Telur Sebelum Disimpan

Sebagian orang mencuci telur agar terlihat lebih bersih sebelum dimasukkan ke kulkas. Padahal, tindakan ini dapat menghilangkan lapisan pelindung alami pada cangkang yang berfungsi mencegah masuknya bakteri.



Jika telur terlihat kotor, lebih baik bersihkan tepat sebelum akan digunakan, bukan saat akan disimpan.

3. Membiarkan Telur Terlalu Lama di Suhu Ruangan

Setelah dibeli, telur sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama berada di suhu ruangan, terutama di daerah beriklim panas.

Penyimpanan pada suhu yang terlalu hangat dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan menurunkan kualitas telur.

4. Menyimpan Telur Bersama Bahan Makanan Berbau Tajam

Cangkang telur memiliki pori-pori kecil yang memungkinkan telur menyerap aroma dari lingkungan sekitarnya.

Menyimpan telur berdekatan dengan bahan makanan beraroma kuat, seperti bawang, durian, atau ikan yang tidak tertutup rapat, dapat memengaruhi aroma dan cita rasa telur.



5. Tidak Memisahkan Telur yang Retak

Telur dengan cangkang retak lebih mudah terkontaminasi bakteri karena lapisan pelindungnya telah rusak.

Jika menemukan telur yang retak, sebaiknya segera digunakan apabila masih layak atau dibuang jika menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

6. Menumpuk Telur Terlalu Banyak

Menumpuk telur secara berlebihan dapat meningkatkan risiko cangkang retak akibat tekanan.

Simpan telur dengan rapi menggunakan wadah atau kemasan aslinya agar lebih terlindungi selama penyimpanan.

7. Tidak Memperhatikan Lama Penyimpanan

Meski disimpan di dalam kulkas, telur tetap memiliki batas kesegaran. Karena itu, biasakan menggunakan telur yang lebih dulu dibeli agar tidak tersimpan terlalu lama.



Anda juga dapat memberi tanda tanggal pembelian pada kemasan untuk memudahkan pengaturan penggunaan.

8. Menyimpan Telur Tanpa Kemasan

Menyimpan telur tanpa wadah atau kemasan membuatnya lebih mudah menyerap bau dari makanan lain dan lebih rentan mengalami kerusakan akibat benturan.

Kemasan asli telur juga membantu melindungi cangkang sekaligus menjaga kualitasnya.

Tips Menyimpan Telur dengan Benar

Agar telur tetap segar lebih lama, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Simpan telur di bagian dalam kulkas dengan suhu yang stabil.
  • Gunakan kemasan asli atau wadah khusus telur.
  • Jangan mencuci telur sebelum disimpan.
  • Jauhkan dari bahan makanan beraroma tajam.
  • Gunakan telur sesuai urutan pembelian agar tidak terlalu lama disimpan.
  • Periksa kondisi telur sebelum dimasak dan buang jika berbau tidak sedap atau menunjukkan tanda kerusakan.

Kesimpulan

Kesegaran telur tidak hanya ditentukan saat membelinya, tetapi juga dipengaruhi oleh cara penyimpanannya di rumah. Menghindari kebiasaan seperti mencuci telur sebelum disimpan, meletakkannya di rak pintu kulkas, atau membiarkannya terlalu lama di suhu ruangan dapat membantu menjaga kualitas dan keamanan telur hingga saat dikonsumsi.



Tags