Kepala Bayi Lonjong, Kenali Penyebabnya
Liaa - Friday, 05 June 2026 | 12:26 PM


Kepala bayi yang lonjong sering membuat orang tua khawatir. Simak penyebab, cara pencegahan, dan penanganan yang tepat agar tumbuh kembang tetap optimal.
Perubahan bentuk kepala pada bayi sering menjadi sumber kekhawatiran bagi orang tua, terutama ketika kepala tampak lebih lonjong atau tidak simetris dibandingkan bayi lain. Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi, terutama dalam beberapa bulan pertama kehidupan, dan dalam banyak kasus tidak berbahaya.
Namun, penting untuk memahami penyebabnya secara menyeluruh agar dapat membedakan kondisi yang normal dengan yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Mengapa Bentuk Kepala Bayi Bisa Berubah?
Saat lahir, tengkorak bayi belum sepenuhnya keras. Tulang-tulangnya masih lunak dan fleksibel, dipisahkan oleh celah yang disebut sutura. Struktur ini memiliki fungsi penting, yaitu:
- Memudahkan bayi melewati jalan lahir saat persalinan
- Memberikan ruang bagi pertumbuhan otak yang sangat cepat di tahun pertama kehidupan
Karena sifatnya yang masih lunak, tengkorak bayi sangat mudah berubah bentuk akibat tekanan tertentu, baik selama kehamilan, proses persalinan, maupun setelah lahir.
Jenis Bentuk Kepala yang Sering Terjadi
Beberapa bentuk perubahan kepala yang umum ditemukan antara lain:
- Kepala memanjang (dolichocephaly)
- Kepala tampak lebih panjang dari depan ke belakang dan lebih sempit dari sisi ke sisi.
- Kepala datar di satu sisi (plagiocephaly)
- Terjadi perataan pada satu sisi kepala, yang bisa menyebabkan asimetri pada wajah.
Kedua kondisi ini umumnya termasuk dalam kategori deformational head shape, yaitu perubahan bentuk akibat tekanan eksternal, bukan kelainan struktur bawaan.
Penyebab Kepala Lonjong pada Bayi
Perubahan bentuk kepala bayi tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor sejak dalam kandungan hingga setelah lahir.
1. Posisi Bayi di Dalam Kandungan
Ruang di dalam rahim terbatas, terutama pada trimester akhir. Posisi tertentu dapat memberikan tekanan pada bagian kepala bayi.
- Bayi yang berada dalam posisi tertentu dalam waktu lama
- Kehamilan kembar (ruang lebih sempit)
- Cairan ketuban yang lebih sedikit
Tekanan ini dapat menyebabkan bentuk kepala sedikit berubah bahkan sebelum bayi lahir.
2. Tekanan Saat Proses Persalinan
- Kepala tampak memanjang setelah lahir
- Biasanya kembali normal dalam beberapa hari hingga minggu
- Tidak berbahaya dalam sebagian besar kasus
3. Posisi Tidur Setelah Lahir
- Bayi sering tidur dalam posisi yang sama
- Tekanan terus-menerus pada satu sisi kepala
- Kurangnya variasi posisi
Fenomena ini meningkat sejak kampanye "Back to Sleep" untuk mencegah SIDS, di mana bayi dianjurkan tidur telentang.
4. Keterbatasan Gerak Leher (Torticollis)
Beberapa bayi mengalami kekakuan otot leher sehingga lebih sering memiringkan kepala ke satu sisi
- Menyebabkan tekanan berulang pada area tertentu
- Berkontribusi pada plagiocephaly
Next News

Kenapa Website Menggunakan Cookies? Ini Penjelasannya
17 hours ago

Cookies Renyah di Luar, Lembut di Dalam: Rahasia Cara Membuatnya
17 hours ago

Kenali Tanda Parfum Kedaluwarsa, Hati-hati Dampaknya pada Kulit
18 hours ago

Aktivitas yang Dianggap Sehat tapi Bisa Meningkatkan Hormon Stres
18 hours ago

Tips Menanam Buah agar Cepat Tumbuh dan Berbuah Lebat
18 hours ago

Batok Kelapa Bukan Sekadar Limbah, Ini Manfaat dan Kegunaannya
18 hours ago

3 Tips Memesan Gaun Pengantin, Pastikan dari Jauh Hari
19 hours ago

Kapan Harus Mengganti Talenan Plastik di Dapur? Ini Tandanya
19 hours ago

Apa Dampaknya Jika Makan Sayur Belum Dicuci
19 hours ago

6 Kesalahan Keramas yang Merusak Kesehatan Rambut dan Kulit Kepala
19 hours ago





