Kenapa Telapak Tangan Sering Berkeringat? Ini Penjelasannya
Laila - Tuesday, 04 August 2026 | 10:37 PM


Telapak tangan berkeringat adalah kondisi yang umum dialami banyak orang. Keringat sebenarnya berfungsi membantu mengatur suhu tubuh, tetapi pada beberapa orang produksinya bisa berlebihan, bahkan saat cuaca tidak panas atau tidak sedang beraktivitas. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti berjabat tangan, menulis, menggunakan ponsel, atau bekerja.
Dalam dunia medis, telapak tangan yang berkeringat berlebihan dikenal sebagai palmar hyperhidrosis. Kondisi ini tidak selalu berbahaya, tetapi jika terjadi terus-menerus dan mengganggu kualitas hidup, sebaiknya diperiksakan ke dokter.
1. Hiperhidrosis Primer
Penyebab paling umum telapak tangan sering berkeringat adalah hiperhidrosis primer. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar keringat bekerja terlalu aktif tanpa penyebab medis yang jelas. Hiperhidrosis primer biasanya muncul sejak masa remaja dan dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan.
2. Stres dan Kecemasan
Saat merasa gugup, cemas, atau berada dalam tekanan, tubuh akan mengaktifkan sistem saraf yang merangsang produksi keringat. Akibatnya, telapak tangan menjadi basah meskipun suhu lingkungan normal.
3. Cuaca Panas dan Aktivitas Fisik
Peningkatan suhu tubuh akibat cuaca panas atau olahraga membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat, termasuk pada telapak tangan. Ini merupakan respons normal untuk membantu mendinginkan tubuh.
4. Perubahan Hormon
Perubahan hormon, seperti saat kehamilan, menopause, atau gangguan hormon tertentu, dapat meningkatkan produksi keringat. Kondisi ini biasanya bersifat sementara, tetapi pada sebagian orang dapat berlangsung lebih lama.
5. Penyakit Tertentu
Telapak tangan berkeringat juga dapat menjadi gejala dari beberapa kondisi medis, seperti:
- Diabetes.
- Hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif).
- Infeksi tertentu.
- Gangguan saraf.
- Penyakit jantung pada kondisi tertentu.
Jika disertai gejala lain, seperti jantung berdebar, penurunan berat badan, atau sering merasa lemas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
6. Efek Samping Obat
Beberapa jenis obat dapat meningkatkan produksi keringat sebagai efek samping. Bila keluhan muncul setelah mulai mengonsumsi obat tertentu, konsultasikan dengan dokter tanpa menghentikan pengobatan sendiri.
Cara Mengatasi Telapak Tangan Berkeringat
Penanganan bergantung pada penyebabnya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Menjaga kebersihan dan mengeringkan tangan secara rutin.
- Menggunakan antiperspiran khusus sesuai anjuran tenaga medis.
- Mengelola stres melalui relaksasi atau olahraga.
- Menghindari makanan atau minuman yang memicu keringat berlebih, seperti makanan pedas dan minuman berkafein jika dirasakan memperparah keluhan.
- Berkonsultasi dengan dokter apabila keringat sangat berlebihan atau mengganggu aktivitas.
Pada kasus hiperhidrosis yang berat, dokter dapat menyarankan terapi tertentu, seperti obat-obatan, iontophoresis, suntikan botulinum toxin (Botox), atau tindakan medis lainnya sesuai kondisi pasien.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri jika:
- Telapak tangan berkeringat sangat berlebihan tanpa sebab yang jelas.
- Keringat mengganggu aktivitas sehari-hari atau pekerjaan.
- Keluhan muncul secara tiba-tiba pada usia dewasa.
- Disertai nyeri dada, sesak napas, demam, penurunan berat badan, atau jantung berdebar.
- Keringat terjadi saat tidur dan disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.
Cara Mencegah Telapak Tangan Berkeringat Berlebihan
Meskipun tidak semua penyebab dapat dicegah, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi keluhan:
- Kelola stres dengan baik.
- Gunakan pakaian yang nyaman saat cuaca panas.
- Jaga tubuh tetap terhidrasi.
- Hindari pemicu yang diketahui memperparah keringat.
- Terapkan pola hidup sehat dan lakukan pemeriksaan kesehatan bila memiliki penyakit tertentu.
Kesimpulan
Telapak tangan yang sering berkeringat dapat disebabkan oleh faktor normal, seperti cuaca panas dan stres, maupun kondisi medis seperti hiperhidrosis, gangguan hormon, atau penyakit tertentu. Jika keluhan berlangsung terus-menerus, sangat berlebihan, atau disertai gejala lain, pemeriksaan ke dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.
Next News

Usia Masih Muda, Kok Badan Cepat Capek? Ini Penyebab yang Sering Terlewat
5 hours ago

Merasa Baik-Baik Saja? 7 Tanda Tubuh Sebenarnya Sedang Minta Tolong
5 hours ago

Bukan Soal Menjadi Orang Lain, Ini Cara Berubah Tanpa Kehilangan Diri Sendiri
5 hours ago

Keluar dari Zona Nyaman Tanpa Harus Memaksakan Diri
5 hours ago

Belajar dari Finlandia: 3 Kebiasaan yang Perlu Ditinggalkan Kalau Mau Hidup Lebih Tenang
in 3 hours

10 Negara yang Diprediksi Jadi Destinasi Favorit Traveler di 2026, dari Jepang hingga Bhutan
in 3 hours

Olahraga Biar Sehat Malah Bikin Cepat Tua? Kenali 4 Kesalahan yang Sering Terjadi
in 3 hours

Awas, Jangan-Jangan Lo Tua Sebelum Waktunya: 6 Kebiasaan Sepele yang Bikin Wajah Cepat Terlihat Tua
in 3 hours

Gak Cuma Gurun dan Panas, 6 Negara Timur Tengah Ini Punya Musim Salju yang Bikin Takjub
in 3 hours

5 Buah yang Bisa Jadi Pilihan untuk Penderita Asam Urat: Enak, Segar, dan Ramah Sendi
in 3 hours





