Senin, 24 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Murid Ngantuk di Kelas? Kenali Penyebab dan Cara Guru Mengatasinya dengan Bijak

Tata - Monday, 24 August 2026 | 08:25 PM

Background
Murid Ngantuk di Kelas? Kenali Penyebab dan Cara Guru Mengatasinya dengan Bijak

Melihat Kepala yang 'Angop': Dilema Guru Saat Menghadapi Murid Ngantuk di Kelas

Bayangkan suasananya begini: jarum jam baru saja melewati angka satu siang. Sinar matahari di luar lagi galak-galaknya, dan di dalam kelas, suara kipas angin tua berderit ritmis, seolah memberikan background music untuk sesi nina bobo massal. Di depan kelas, kamu—sebagai guru—sedang berapi-api menjelaskan tentang sejarah Revolusi Industri atau kerumitan integral trigonometri. Tapi saat kamu melirik ke barisan belakang, pemandangannya sungguh memprihatinkan. Ada satu murid yang kepalanya sudah naik-turun kayak pelampung pancingan dapet kakap. Matanya sayu, sisa-sisa kesadaran tinggal lima persen, dan dia sedang berjuang mati-matian melawan gravitasi agar keningnya nggak menghantam meja.

Melihat murid ngantuk itu ibarat melihat cermin yang jujur, tapi menyakitkan. Sebagai guru, ada rasa kesal yang menyeruak, tapi di sisi lain ada rasa kasihan juga. Mau marah, kok rasanya otoriter banget. Mau dibiarin, eh, kok malah kayak ngizinin hotel gratis di dalam kelas. Terus, harus gimana? Apakah lempar penghapus masih relevan di era kurikulum merdeka ini? Tentu tidak, bestie. Kita butuh pendekatan yang lebih 'manusiawi' dan sedikit bumbu psikologi biar suasana kelas nggak makin horor.

Kenapa Sih Mereka Ngantuk? Jangan Langsung 'Judge' Dulu

Sebelum kita mengeluarkan jurus omelan maut, ada baiknya kita tabayyun alias kroscek dulu. Nggak semua murid yang ngantuk itu karena mereka malas atau habis begadang main Mobile Legends sampai subuh. Meskipun ya, jujur saja, faktor itu sering jadi juara bertahan. Tapi, ada banyak alasan lain yang mungkin nggak kita sadari.

Bisa jadi, si murid ini memang 'korban' dari karbohidrat berlebih saat jam istirahat tadi. Makan nasi goreng porsi kuli ditambah es teh manis itu adalah resep paling ampuh buat bikin otak mengirim sinyal tidur. Atau, jangan-jangan cara kita mengajar yang terlalu monoton? Suara yang datar tanpa intonasi itu lebih ampuh dari obat tidur mana pun. Kadang, kita sebagai guru lupa kalau durasi fokus manusia, apalagi remaja, itu nggak sepanjang film Oppenheimer. Kalau kita cuma ceramah satu arah selama dua jam pelajaran, ya wajar kalau murid merasa seperti sedang didongengi sebelum tidur.

Ada juga faktor internal yang lebih serius. Mungkin mereka harus bantu orang tua jualan sampai malam, atau ada masalah di rumah yang bikin mereka nggak bisa tidur nyenyak. Jadi, sebelum memberikan label "murid pemalas", yuk coba pakai kacamata empati sedikit.



Jurus Satu: Ice Breaking yang Nggak Garing

Kalau kamu melihat tanda-tanda 'wabah ngantuk' mulai menyebar ke lebih dari tiga orang, itu tandanya alarm darurat sudah bunyi. Jangan dipaksa lanjut materinya. Berhenti sejenak. Ajak mereka berdiri. Gerakkan badan sebentar.

Tapi ingat, jangan kasih ice breaking yang garing atau terlalu kekanak-kanakan untuk ukuran anak SMA. Kamu bisa coba permainan sederhana yang melibatkan konsentrasi, misalnya permainan tepuk tangan dengan pola tertentu atau sekadar kuis singkat yang lucu. Tujuannya cuma satu: bikin aliran darah mereka naik lagi ke otak. Kadang, menyuruh mereka cuci muka ke toilet juga sangat membantu. Berikan mereka waktu lima menit untuk "menghirup udara segar" di luar kelas agar oksigen kembali mengisi paru-paru dan otak mereka.

Jurus Dua: Ubah Ritme dan Posisi

Guru yang cuma berdiri di depan kelas dekat meja guru itu cenderung membosankan. Coba deh jalan-jalan ke belakang, berdiri di samping murid yang matanya mulai redup itu. Kehadiran fisik guru di dekat murid biasanya otomatis bikin mereka 'siaga satu'. Bukan karena takut, tapi lebih ke rasa segan.

Selain itu, ubah metode belajar. Kalau biasanya cuma dengerin, coba kasih aktivitas fisik. Misalnya, tempelkan beberapa kertas di dinding kelas dan minta mereka berkeliling untuk mencari informasi. Belajar sambil bergerak (kinestetik) adalah musuh utama rasa kantuk. Kalau mereka sibuk bergerak, hormon endorfin keluar, dan rasa kantuk pun biasanya lari tunggang-langgang.

Jurus Tiga: Power Nap? Kenapa Enggak!

Nah, ini mungkin terdengar agak radikal dan kontroversial buat sebagian guru konvensional. Tapi di beberapa sekolah di luar negeri, atau bahkan di budaya kerja startup, power nap itu sah-sah saja. Kalau kamu melihat ada murid yang benar-benar sudah 'tumbang' dan mukanya sudah pucat menahan kantuk, daripada dia dipaksa melek tapi otaknya nggak nangkep apa-apa, mending kasih dia waktu 5-10 menit buat merem di meja.



"Eh, kamu, tidur dulu 10 menit ya. Bapak/Ibu pasang alarm. Setelah itu harus seger dan fokus lagi." Pendekatan ini seringkali malah bikin murid merasa dihargai secara personal. Setelah bangun, biasanya mereka bakal merasa berhutang budi dan malah jadi lebih fokus sebagai bentuk rasa terima kasih karena nggak dimarahi.

Humor Adalah Kunci

Guru yang punya selera humor biasanya punya kelas yang lebih 'melek'. Jangan ragu untuk menyelipkan sedikit lawakan, meme yang lagi viral, atau cerita-cerita receh yang relevan dengan kehidupan mereka. Murid itu haus akan koneksi. Kalau mereka merasa nyaman dan terhibur, secara biologis otak mereka bakal tetap terjaga.

Nggak perlu jadi komika profesional, cukup jadi manusia yang asik diajak ngobrol. Tanyakan pendapat mereka tentang tren di TikTok atau masalah yang lagi ramai di Twitter (X). Saat ada interaksi dua arah yang seru, rasa kantuk itu bakal hilang dengan sendirinya karena otak sedang dalam mode aktif berinteraksi.

Kesimpulannya: Jadilah Guru yang Adaptif

Menghadapi murid ngantuk memang butuh stok kesabaran seluas samudera. Tapi ingat, tugas kita bukan cuma menjejalkan materi ke dalam kepala mereka, tapi juga mengelola energi di dalam kelas. Kalau energi kelas lagi rendah, kita yang harus jadi 'booster'-nya.

Alih-alih marah dan bikin suasana makin tegang—yang malah bikin murid makin pengen 'menghilang' ke alam mimpi—lebih baik kita jadi guru yang adaptif. Pahami kondisi mereka, ubah strategi mengajar, dan yang paling penting, tetaplah jadi sosok yang menyenangkan. Karena pada akhirnya, kelas yang asik adalah obat paling manjur buat mata yang ngantuk. Jadi, besok kalau ada yang menguap lebar di kelas, jangan langsung ambil kapur ya, coba kasih senyuman dan tanya, "Tadi malam mimpi apa, seru banget kayaknya?"