Selasa, 5 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Orang Indonesia Semakin Jarang Jalan Kaki?

RAU - Tuesday, 05 May 2026 | 06:58 PM

Background
Kenapa Orang Indonesia Semakin Jarang Jalan Kaki?

Dulu, berjalan kaki adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Pergi ke warung, ke sekolah, atau sekadar berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Hari ini, jarak yang sebenarnya dekat pun sering ditempuh dengan kendaraan.

Jalan kaki perlahan berubah dari kebiasaan menjadi pilihan—bahkan kadang dianggap tidak praktis.

Aktivitas fisik yang menurun

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam laporan SKI tahun 2023:

37,4% masyarakat Indonesia di atas 10 tahun tergolong kurang aktivitas fisik.



Sementara itu, World Health Organization menyebutkan bahwa:

kurang aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular.

Artinya:

penurunan kebiasaan jalan kaki bukan sekadar perubahan gaya hidup, tapi juga isu kesehatan.

Kota yang tidak ramah pejalan kaki

Salah satu faktor terbesar adalah desain kota itu sendiri.



Di banyak kota Indonesia:

•trotoar sempit atau rusak

•jalur pejalan kaki terputus

•sering digunakan untuk parkir atau pedagang

Akibatnya:



berjalan kaki terasa tidak nyaman dan tidak aman.

Ketergantungan pada kendaraan

Kemudahan akses kendaraan juga berperan besar.

Saat ini:

•ojek online tersedia hampir di semua area

•kendaraan pribadi semakin umum



Untuk jarak dekat sekalipun:

berjalan kaki sering dianggap lebih lama dan melelahkan.

Cuaca dan kondisi lingkungan

Faktor lain yang sering dirasakan langsung:

•cuaca panas

•polusi udara



•minimnya ruang teduh

Kondisi ini membuat berjalan kaki terasa tidak nyaman, terutama di siang hari.

Perubahan gaya hidup

Gaya hidup modern juga ikut memengaruhi:

•lebih banyak aktivitas dilakukan secara digital

•waktu dihabiskan di dalam ruangan



•mobilitas lebih bergantung pada teknologi.

Akibatnya aktivitas fisik alami seperti berjalan kaki semakin berkurang.

Dampak yang mulai terasa

Kurangnya aktivitas fisik, termasuk jarang berjalan kaki, berkaitan dengan:

•peningkatan risiko obesitas

•penyakit jantung



•diabetes

•gangguan kesehatan mental

Kenapa jalan kaki penting?

Jalan kaki sebenarnya adalah aktivitas yang

mudah dilakukan,

tidak membutuhkan biaya, dan



bisa dilakukan siapa saja.

Bahkan 30 menit jalan kaki per hari sudah memberi manfaat signifikan.

Perubahan kecil yang bisa dilakukan

Meski lingkungan belum ideal, beberapa langkah sederhana bisa dicoba:

•berjalan untuk jarak dekat

•memilih tangga daripada lift



•menyempatkan waktu jalan santai

Jalan kaki adalah salah satu cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan. Mengembalikan kebiasaan ini menjadi tantangan sekaligus kebutuhan di era modern.