Selasa, 5 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Asma pada Anak di Indonesia: Ancaman Nyata Polusi yang Sering Diabaikan

Laila - Tuesday, 05 May 2026 | 12:17 PM

Background
Asma pada Anak di Indonesia: Ancaman Nyata Polusi yang Sering Diabaikan

Banyak orang masih menganggap asma sebagai penyakit "biasa" sekadar sesak napas yang datang dan pergi.

Namun bagi anak-anak, asma bisa menjadi kondisi yang membatasi aktivitas, mengganggu tumbuh kembang, bahkan berisiko fatal jika tidak ditangani dengan baik.

Di Indonesia, masalah ini menjadi semakin kompleks karena faktor lingkungan, terutama polusi udara.

Apa yang sebenarnya terjadi saat asma?

Asma adalah kondisi peradangan kronis pada saluran pernapasan.

Saat kambuh:



•saluran napas menyempit

•produksi lendir meningkat

•napas menjadi sesak dan berbunyi

Pada anak:

kondisi ini bisa datang tiba-tiba dan sering dipicu lingkungan sekitar.



Seberapa besar masalah asma?

Menurut World Health Organization:

•lebih dari 260 juta orang di dunia hidup dengan asma

•asma menjadi salah satu penyakit kronis paling umum pada anak.

Di Indonesia, data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Riskesdas 2018) menunjukkan

prevalensi asma sekitar 2,4% populasi.



Kasus pada anak tetap menjadi perhatian, karena sering tidak terkontrol dengan baik.

Polusi udara adalah pemicu yang semakin nyata.

Salah satu faktor utama yang memperburuk asma adalah polusi udara.

Di banyak kota di Indonesia:

•emisi kendaraan tinggi

•kualitas udara fluktuatif



•paparan polutan terjadi setiap hari

Paparan ini dapat

memicu serangan asma, dan

memperparah kondisi yang sudah ada.

Anak-anak menjadi kelompok paling rentan karena:



•sistem pernapasan masih berkembang

•lebih sensitif terhadap polutan

Lingkungan rumah juga berperan

Selain polusi luar, faktor dalam rumah juga penting:

•asap rokok

•debu dan tungau



•ventilasi buruk

Semua ini bisa menjadi pemicu serangan asma pada anak.

Kenapa asma pada anak sering terlambat ditangani?

Beberapa penyebab:

•gejala dianggap batuk biasa

•kurangnya kesadaran orang tua



•akses pemeriksaan terbatas di beberapa daerah.

Akibatnya:

banyak kasus baru ditangani saat sudah cukup parah.

Dampak jangka panjang pada anak

Jika tidak terkontrol, asma dapat:

•mengganggu aktivitas sehari-hari



•menurunkan kualitas tidur

•memengaruhi prestasi belajar

Dalam jangka panjang,

kualitas hidup anak bisa terganggu.

Apa yang bisa dilakukan?

Beberapa langkah penting:



•mengenali gejala sejak dini

•menghindari pemicu (polusi, asap, debu)

•memastikan pengobatan rutin jika sudah terdiagnosis

•menjaga kualitas udara di dalam rumah

Peran kesadaran masyarakat

Hari Selasa pertama di bulan Mei setiap tahunnya, - tanggal *5 Mei* tahun ini, diperingati sebagai *World Asthma Day* mengingatkan bahwa:



asma bukan sekadar penyakit ringan.

Ini adalah kondisi kronis yang membutuhkan perhatian serius, terutama pada anak-anak.