Selasa, 28 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Makan Pedas Bikin Berkeringat, Tapi Minum Air Panas Tidak? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Liaa - Monday, 27 April 2026 | 03:03 PM

Background
Kenapa Makan Pedas Bikin Berkeringat, Tapi Minum Air Panas Tidak? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Banyak orang bertanya-tanya, kenapa saat makan pedas tubuh langsung berkeringat, padahal ketika minum air hangat atau panas justru tidak terjadi reaksi yang sama? Jawabannya terletak pada cara tubuh memproses "rasa panas" itu sendiri.

1. Cabai Adalah "Penipu" Saraf

Rasa pedas pada cabai berasal dari zat bernama Capsaicin. Menariknya, capsaicin sebenarnya tidak panas secara suhu, tetapi bekerja dengan "menipu" sistem saraf.

Zat ini menempel pada reseptor panas di tubuh yang disebut TRPV1 receptor. Reseptor ini biasanya aktif ketika kita menyentuh sesuatu yang benar-benar panas (sekitar di atas 43°C).

Akibatnya, otak mengira tubuh sedang mengalami panas ekstrem atau bahkan seperti terbakar, padahal suhu tubuh sebenarnya normal.

2. Tubuh Mengaktifkan Sistem Pendingin

Karena merasa "terancam panas", tubuh langsung merespons dengan mengaktifkan sistem pendingin alami, yaitu berkeringat.



Keringat ini bertujuan menurunkan suhu tubuh, meskipun sebenarnya tidak ada peningkatan suhu yang signifikan.

Itulah sebabnya makan pedas bisa membuat wajah memerah, hidung berair, dan tubuh berkeringat.

3. Air Panas Adalah Panas yang Nyata, Tapi Stabil

Berbeda dengan cabai, air panas memberikan sensasi panas yang "jujur". Tidak ada zat kimia yang menipu saraf.

Saat minum air hangat atau panas:

  • Suhu masuk ke tubuh secara bertahap
  • Jumlahnya relatif kecil
  • Tidak memicu sinyal darurat ke otak

Selama suhunya tidak ekstrem (misalnya bukan air mendidih), tubuh hanya menyesuaikan secara perlahan tanpa perlu mengaktifkan respons besar seperti berkeringat.




Perbedaan utama terletak pada cara tubuh "ditipu". Makanan pedas mengandung capsaicin yang memicu reseptor panas secara berlebihan, sehingga tubuh bereaksi seolah-olah sedang kepanasan.

Sementara itu, air panas hanya meningkatkan suhu secara alami dan perlahan, sehingga tidak memicu respons ekstrem seperti keringat.