Kenapa Banyak Orang Ketagihan Media Sosial?
RAU - Saturday, 07 March 2026 | 08:05 AM


Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang membuka aplikasi media sosial berkali-kali dalam sehari, bahkan tanpa disadari.
Fenomena ini membuat banyak ahli psikologi tertarik mempelajari mengapa media sosial bisa begitu menarik dan membuat orang terus kembali menggunakannya.
Ketika seseorang menerima notifikasi, komentar, atau tanda suka di media sosial, otak akan melepaskan zat kimia yang disebut Dopamine.
Dopamin adalah hormon yang berkaitan dengan perasaan senang dan penghargaan.
Menurut penelitian dari Harvard University, pelepasan dopamin ini membuat pengguna merasa puas dan ingin mengulangi pengalaman tersebut.
Inilah yang membuat seseorang terdorong untuk terus memeriksa ponselnya.
Platform media sosial juga menggunakan sistem algoritma yang dirancang untuk membuat pengguna tetap aktif.
Beberapa contoh aplikasi populer seperti Instagram, TikTok, dan Facebook menggunakan algoritma yang menampilkan konten sesuai minat pengguna.
Semakin sering seseorang berinteraksi dengan suatu jenis konten, semakin banyak konten serupa yang akan muncul.
Hal ini membuat pengguna lebih lama menghabiskan waktu di aplikasi.
Media sosial juga memanfaatkan kebutuhan dasar manusia untuk terhubung dengan orang lain.
Interaksi seperti komentar, pesan, dan berbagi konten membuat pengguna merasa menjadi bagian dari komunitas.
Namun penggunaan berlebihan juga dapat menimbulkan beberapa dampak negatif seperti:
•sulit berkonsentrasi
•gangguan tidur
•perasaan cemas atau stres
•ketergantungan pada validasi sosial
Karena itu para ahli menyarankan penggunaan media sosial secara bijak.
Cara Mengurangi Ketergantungan Media Sosial
Beberapa cara sederhana yang dapat membantu mengurangi penggunaan media sosial berlebihan antara lain:
•membatasi waktu penggunaan aplikasi
•mematikan notifikasi yang tidak penting
•melakukan aktivitas offline seperti olahraga atau membaca
•menetapkan waktu khusus tanpa ponsel
Dengan pengaturan yang baik, media sosial dapat tetap menjadi alat komunikasi yang bermanfaat tanpa mengganggu kesehatan mental.
Next News

Kebiasaan Langsung Rebahan Setelah Makan dan Efeknya
in 6 hours

Bukan Hutan, Ini Sumber Oksigen Terbesar di Bumi yang Jarang Diketahui
in 7 hours

Kebiasaan Buruk Minum Sambil Berdiri: Apa Saja Bahayanya?
in 6 hours

Bahaya Styrofoam untuk Kesehatan dan Lingkungan yang Perlu Diketahui
in 6 hours

Cara Mengusir Nyamuk Pakai Bahan Dapur, Aman dan Efektif
in 6 hours

Alasan Kenapa Teh Serai Harusnya Jadi Bestie Baru Kamu di Pagi Hari
in 6 hours

Tips Rahasia Kupas Telur Rebus Agar Mulus
in 6 hours

Efek Rutin Makan Pepaya di Pagi Hari Bagi Kesehatan Tubuh
in 5 hours

Awas! Bahaya Menggaruk Bentol yang Bisa Bikin Kulit Iritasi
in 5 hours

Hari Pendidikan Nasional: Sudahkah Pendidikan di Indonesia Benar-Benar Merata?
7 hours ago





