Senin, 9 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Banyak Orang Ketagihan Media Sosial?

RAU - Saturday, 07 March 2026 | 08:05 AM

Background
Kenapa Banyak Orang Ketagihan Media Sosial?

Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang membuka aplikasi media sosial berkali-kali dalam sehari, bahkan tanpa disadari.

Fenomena ini membuat banyak ahli psikologi tertarik mempelajari mengapa media sosial bisa begitu menarik dan membuat orang terus kembali menggunakannya.

Ketika seseorang menerima notifikasi, komentar, atau tanda suka di media sosial, otak akan melepaskan zat kimia yang disebut Dopamine.

Dopamin adalah hormon yang berkaitan dengan perasaan senang dan penghargaan.

Menurut penelitian dari Harvard University, pelepasan dopamin ini membuat pengguna merasa puas dan ingin mengulangi pengalaman tersebut.



Inilah yang membuat seseorang terdorong untuk terus memeriksa ponselnya.

Platform media sosial juga menggunakan sistem algoritma yang dirancang untuk membuat pengguna tetap aktif.

Beberapa contoh aplikasi populer seperti Instagram, TikTok, dan Facebook menggunakan algoritma yang menampilkan konten sesuai minat pengguna.

Semakin sering seseorang berinteraksi dengan suatu jenis konten, semakin banyak konten serupa yang akan muncul.

Hal ini membuat pengguna lebih lama menghabiskan waktu di aplikasi.



Media sosial juga memanfaatkan kebutuhan dasar manusia untuk terhubung dengan orang lain.

Interaksi seperti komentar, pesan, dan berbagi konten membuat pengguna merasa menjadi bagian dari komunitas.

Namun penggunaan berlebihan juga dapat menimbulkan beberapa dampak negatif seperti:

•sulit berkonsentrasi

•gangguan tidur



•perasaan cemas atau stres

•ketergantungan pada validasi sosial

Karena itu para ahli menyarankan penggunaan media sosial secara bijak.

Cara Mengurangi Ketergantungan Media Sosial

Beberapa cara sederhana yang dapat membantu mengurangi penggunaan media sosial berlebihan antara lain:



•membatasi waktu penggunaan aplikasi

•mematikan notifikasi yang tidak penting

•melakukan aktivitas offline seperti olahraga atau membaca

•menetapkan waktu khusus tanpa ponsel

Dengan pengaturan yang baik, media sosial dapat tetap menjadi alat komunikasi yang bermanfaat tanpa mengganggu kesehatan mental.