Rabu, 9 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Badan Sering Pegal-pegal? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Sering Dialami Anak Muda

Tata - Wednesday, 09 September 2026 | 09:10 AM

Background
Kenapa Badan Sering Pegal-pegal? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Sering Dialami Anak Muda

Kenapa Sih Badan Sering Pegal-pegal? Mungkin Kamu Sedang Mengalami Gejala Remaja Jompo

Pernah nggak sih, kamu bangun tidur bukannya merasa segar bugar kayak iklan sereal di TV, tapi malah merasa badan remuk redam seolah habis ikut latihan militer semalaman? Padahal, diingat-ingat lagi, kemarin kerjaanmu cuma duduk manis di depan laptop atau rebahan sambil scrolling TikTok sampai subuh. Fenomena ini makin ke sini makin sering dialami anak muda, sampai muncul istilah populer "remaja jompo". Sebuah kondisi di mana usia masih produktif, tapi stok minyak kayu putih di tas sudah menyaingi koleksi lipstik.

Rasa pegal yang datang tiba-tiba ini memang menyebalkan. Dia bukan penyakit berat yang bikin kita harus opname, tapi cukup mengganggu kenyamanan hidup. Ibarat mesin, tubuh kita ini sedang kasih kode kalau ada sesuatu yang nggak beres. Masalahnya, kita sering mengabaikan kode itu dan memilih untuk sekadar minum kopi atau memaksakan diri lanjut kerja. Padahal, memahami penyebab badan pegal itu penting biar kita nggak terus-menerus merasa seperti kakek-kakek atau nenek-nenek di usia kepala dua atau tiga.

Postur Tubuh yang "Estetik" tapi Menyakiti

Penyebab paling klasik dari rasa pegal yang nggak kunjung hilang adalah postur tubuh yang berantakan. Jujur saja, berapa banyak dari kita yang kalau duduk di depan komputer posisinya tegak sempurna? Kebanyakan pasti kalau nggak membungkuk ala udang goreng, ya merosot di kursi sampai leher hampir sejajar dengan meja. Belum lagi kebiasaan menunduk menatap layar smartphone dalam waktu lama yang bikin otot leher harus bekerja ekstra keras menahan beban kepala kita yang berat ini.

Dalam dunia medis, ini sering disebut sebagai tech neck atau office syndrome. Otot-otot kita itu punya batasan. Kalau dipaksa tegang terus dalam posisi yang nggak natural, mereka bakal protes lewat rasa pegal dan kaku. Bayangkan otot lehermu seperti karet yang ditarik terus-menerus tanpa dilepas. Lama-lama karet itu bakal melar atau malah jadi nggak elastis lagi. Inilah alasan kenapa bahu dan punggung atas sering terasa seperti dipikul beban berat meski kamu nggak bawa tas belanjaan.

Stres Bukan Cuma Masalah Pikiran, tapi Juga Masalah Otot

Sering kali kita menganggap stres itu cuma urusan mental atau perasaan galau semata. Padahal, stres punya manifestasi fisik yang nyata banget. Saat kita merasa tertekan, cemas, atau dikejar deadline yang nggak masuk akal, tubuh kita bakal masuk ke mode "fight or flight". Dalam kondisi ini, otak bakal memerintahkan otot-otot untuk menegang sebagai bentuk pertahanan diri.



Masalahnya, kalau stresnya berlangsung tiap hari, otot kita jadi lupa caranya rileks. Akibatnya? Pegal-pegal di sekujur tubuh, terutama di area rahang, pundak, dan punggung bawah. Pernah nggak merasa rahangmu kaku atau kepalamu pening setelah rapat yang menguras emosi? Nah, itu dia buktinya. Tubuhmu sedang menyimpan emosi negatif itu dalam bentuk ketegangan fisik. Jadi, kadang yang kamu butuhkan bukan cuma tukang urut, tapi juga libur sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan atau hubungan yang toksik.

Kurang Gerak atau Malah Terlalu Banyak Gerak?

Ini adalah ironi kehidupan modern. Pegal bisa muncul karena dua hal yang bertolak belakang: kurang gerak atau malah olahraga berlebihan tanpa persiapan. Di satu sisi, gaya hidup sedentary alias kebanyakan duduk bikin aliran darah nggak lancar dan otot jadi lemas. Tubuh manusia itu didesain untuk bergerak, bukan untuk nempel di kursi selama 8 jam sehari. Saat kita nggak aktif, sendi-sendi jadi kaku dan otot kehilangan kelenturannya.

Di sisi lain, ada juga kaum "ambis" yang mendadak ingin hidup sehat lalu langsung lari 10 kilometer padahal biasanya cuma lari dari kenyataan. Olahraga yang terlalu berat tanpa pemanasan atau pendinginan yang benar bakal memicu Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Ini adalah rasa pegal yang muncul 24 hingga 48 jam setelah aktivitas fisik intens. Ototmu sebenarnya sedang mengalami robekan-robekan mikroskopis. Nggak bahaya sih, malah itu tanda ototmu lagi berkembang, tapi rasa "nyut-nyutan"-nya itu lho yang bikin pengen nangis.

Dehidrasi dan Nutrisi yang Terabaikan

Coba ingat-ingat, hari ini sudah minum berapa liter air putih? Sering kali kita lebih banyak mengonsumsi kopi, teh manis, atau boba daripada air bening. Padahal, otot kita sangat butuh hidrasi untuk bisa bekerja dengan baik. Dehidrasi bisa bikin otot kram dan terasa pegal karena keseimbangan elektrolit di dalam tubuh terganggu. Tanpa cairan yang cukup, proses pembuangan sisa-sisa metabolisme di otot juga jadi terhambat.

Selain air, kekurangan mineral seperti magnesium, kalium, dan kalsium juga jadi biang kerok badan pegal. Mineral-mineral ini punya peran penting dalam kontraksi dan relaksasi otot. Kalau asupannya kurang karena kamu cuma hobi makan fast food tanpa sayur, ya jangan heran kalau badanmu sering protes. Makan pisang atau kacang-kacangan sesekali bisa jadi solusi murah meriah untuk meredakan pegal-pegal yang bersumber dari kekurangan nutrisi ini.



Kualitas Tidur yang "Asal Merem"

Tidur itu bukan cuma soal durasi, tapi soal kualitas. Kamu bisa saja tidur 10 jam, tapi kalau bantalnya terlalu tinggi, kasurnya terlalu empuk (atau malah terlalu keras), dan suhu ruangan nggak nyaman, bangun-bangun pasti badan bakal terasa remuk. Tidur adalah waktu emas bagi tubuh untuk melakukan recovery atau perbaikan jaringan otot yang rusak sepanjang hari.

Kalau waktu tidurnya kurang atau sering terbangun di tengah malam, proses perbaikan itu nggak akan selesai. Akibatnya, rasa lelah dan pegal dari hari sebelumnya bakal menumpuk ke hari berikutnya. Itulah kenapa tidur yang berkualitas sering disebut sebagai obat paling ampuh buat badan pegal. Matikan lampu, jauhkan gawai, dan biarkan tubuhmu benar-benar beristirahat total.

Kapan Harus Waspada?

Memang sih, kebanyakan pegal itu disebabkan gaya hidup. Tapi, kita juga jangan terlalu cuek. Kalau rasa pegal itu nggak hilang-hilang dalam waktu lama, disertai demam, atau malah bikin anggota tubuh mati rasa, mungkin itu saatnya kamu harus konsultasi ke dokter. Bisa jadi itu gejala dari kondisi medis lain seperti fibromyalgia, anemia, atau masalah autoimun. Jangan cuma mengandalkan self-diagnosis lewat Google yang ujung-ujungnya malah bikin makin stres.

Kesimpulannya, badan pegal itu adalah sinyal jujur dari tubuhmu. Dia cuma minta perhatian lebih. Mulailah dengan memperbaiki posisi duduk, cukupi minum air putih, dan jangan lupa buat sesekali melakukan stretching ringan di sela-sela kerja. Menjadi "remaja jompo" itu pilihan, tapi merawat tubuh adalah kewajiban kalau kamu pengen menikmati masa tua dengan tetap bisa jalan-jalan tanpa harus dipapah. Yuk, mulai dengerin kemauan badanmu sendiri!