Kekurangan Vitamin C Bisa Memengaruhi Tubuh, Apa Saja Tanda yang Perlu Diketahui?
Laila - Tuesday, 20 October 2026 | 08:08 AM
Vitamin C merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi. Vitamin yang juga dikenal sebagai asam askorbat ini berperan dalam pembentukan kolagen, membantu penyerapan zat besi dari makanan nabati, serta mendukung fungsi normal sistem kekebalan tubuh.
Berbeda dengan beberapa jenis vitamin lain, tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri. Oleh karena itu, kebutuhan vitamin ini perlu dipenuhi melalui makanan dan, jika diperlukan, suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Kekurangan vitamin C tidak selalu langsung menimbulkan gejala yang jelas. Namun, apabila asupannya sangat rendah dalam jangka waktu lama, berbagai keluhan dapat muncul dan memengaruhi kesehatan. Berikut beberapa tanda yang perlu diketahui.
1. Tubuh Mudah Lelah dan Terasa Lemah
Salah satu keluhan yang dapat muncul akibat kekurangan vitamin C adalah tubuh terasa lelah, lemah, atau kurang bertenaga. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan vitamin C dalam jumlah yang memadai untuk mendukung berbagai proses biologis.
Vitamin C membantu penyerapan zat besi, terutama zat besi yang berasal dari tumbuhan. Zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Jika kekurangan vitamin C terjadi bersamaan dengan asupan zat besi yang rendah, risiko mengalami kekurangan zat besi dapat meningkat. Namun, rasa lelah tidak selalu disebabkan oleh kekurangan vitamin C. Kurang tidur, anemia, stres, dan berbagai kondisi kesehatan lain juga dapat menimbulkan gejala serupa.
2. Gusi Mudah Berdarah
Gusi yang mudah berdarah, terutama ketika menyikat gigi, dapat menjadi salah satu tanda kekurangan vitamin C yang cukup berat atau berlangsung lama.
Hal ini berkaitan dengan peran vitamin C dalam pembentukan kolagen. Kolagen merupakan protein struktural yang membantu menjaga kekuatan jaringan ikat, termasuk jaringan yang mendukung kesehatan gusi dan pembuluh darah.
Ketika tubuh kekurangan vitamin C, jaringan tersebut dapat menjadi lebih rentan terhadap kerusakan. Pada kondisi kekurangan yang berat, gusi bisa membengkak, mudah berdarah, dan terasa tidak nyaman.
Meski demikian, gusi berdarah juga dapat disebabkan oleh radang gusi, penumpukan plak, atau masalah kesehatan mulut lainnya. Jika keluhan terus terjadi, pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
3. Luka Lebih Lambat Sembuh
Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen, yaitu komponen penting yang membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Kolagen dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka, mulai dari pembentukan jaringan baru hingga penguatan area yang mengalami kerusakan.
Ketika asupan vitamin C tidak mencukupi, proses perbaikan jaringan dapat terganggu. Akibatnya, luka mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, terutama jika kekurangan tersebut cukup berat.
Namun, luka yang sulit sembuh tidak selalu menandakan kekurangan vitamin C. Diabetes, infeksi, gangguan sirkulasi darah, dan kekurangan nutrisi lain juga dapat memengaruhi penyembuhan luka.
Jika luka semakin membesar, mengeluarkan nanah, terasa semakin nyeri, atau disertai demam, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
4. Kulit Kering dan Mudah Memar
Kekurangan vitamin C dapat memengaruhi kondisi kulit karena vitamin ini dibutuhkan untuk pembentukan kolagen yang membantu menjaga struktur dan kekuatan jaringan.
Pada kondisi kekurangan yang cukup berat, seseorang dapat mengalami kulit yang tampak kasar, bintik-bintik perdarahan kecil di sekitar folikel rambut, atau memar yang muncul dengan mudah. Gejala tersebut berkaitan dengan melemahnya jaringan penyangga pembuluh darah.
Meskipun demikian, kulit kering saja bukan tanda khusus kekurangan vitamin C. Faktor cuaca, penggunaan produk perawatan tertentu, kurangnya cairan, dan kondisi kulit lainnya juga dapat menyebabkan keluhan serupa.
Memar yang sering muncul tanpa penyebab jelas atau perdarahan yang tidak biasa sebaiknya diperiksa oleh tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui.
5. Rambut Menjadi Lebih Rapuh
Pada orang yang mengalami kekurangan vitamin C berat, perubahan pada rambut dapat terjadi seiring gangguan pembentukan kolagen dan kesehatan jaringan di sekitarnya.
Rambut dapat terlihat lebih rapuh atau mengalami perubahan bentuk tertentu. Namun, kerontokan dan rambut rapuh bukan gejala yang secara khusus menunjukkan kekurangan vitamin C.
Kondisi rambut juga dipengaruhi oleh faktor keturunan, perubahan hormon, stres, penggunaan bahan kimia, serta kekurangan nutrisi lain seperti zat besi atau protein.
Karena itu, memperbaiki asupan vitamin C dapat menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi tidak selalu menjadi solusi tunggal untuk masalah rambut.
6. Nyeri Sendi dan Otot
Vitamin C memiliki peran dalam pembentukan kolagen yang menjadi bagian dari tulang rawan, tendon, ligamen, dan jaringan ikat lainnya.
Jika kekurangan vitamin C berlangsung lama dan menjadi berat, seseorang dapat mengalami nyeri pada otot atau persendian. Dalam kondisi yang lebih serius, perdarahan pada jaringan juga dapat menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan.
Gejala tersebut lebih berkaitan dengan kekurangan vitamin C yang berat, bukan sekadar tidak mengonsumsi buah selama satu atau dua hari.
Nyeri sendi dan otot memiliki banyak kemungkinan penyebab, mulai dari aktivitas fisik berlebihan hingga gangguan peradangan. Jika nyeri menetap atau disertai pembengkakan yang tidak biasa, pemeriksaan medis diperlukan.
7. Lebih Rentan Mengalami Masalah Akibat Kekurangan Nutrisi
Vitamin C mendukung fungsi normal sistem kekebalan tubuh. Nutrisi ini berperan dalam berbagai aktivitas sel imun dan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Kekurangan vitamin C dapat mengganggu fungsi tubuh yang berkaitan dengan pertahanan terhadap infeksi. Namun, bukan berarti seseorang yang sering mengalami pilek atau flu pasti kekurangan vitamin C.
Risiko infeksi juga dipengaruhi oleh kualitas tidur, kondisi kesehatan, kebersihan, paparan virus, dan kecukupan nutrisi secara keseluruhan.
Mengonsumsi makanan yang beragam, beristirahat cukup, dan menjaga kebersihan tetap menjadi langkah penting untuk mendukung kesehatan tubuh.
8. Bagaimana Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin C?
Cara paling sederhana untuk memenuhi kebutuhan vitamin C adalah mengonsumsi beragam buah dan sayuran setiap hari. Beberapa sumber vitamin C yang mudah ditemukan antara lain jambu biji, jeruk, pepaya, kiwi, stroberi, paprika, brokoli, dan tomat.
Jambu biji termasuk buah yang kaya vitamin C, sehingga dapat menjadi pilihan untuk melengkapi kebutuhan harian. Buah-buahan tersebut dapat dikonsumsi secara langsung atau diolah dengan cara yang tidak berlebihan.
Perlu diketahui bahwa vitamin C mudah berkurang akibat paparan panas, penyimpanan terlalu lama, dan proses memasak menggunakan banyak air. Untuk membantu mempertahankan kandungannya, sayuran dapat dimasak sebentar dan buah sebaiknya dikonsumsi dalam kondisi segar.
Suplemen vitamin C dapat dipertimbangkan jika kebutuhan sulit dipenuhi melalui makanan atau terdapat alasan medis tertentu. Namun, suplemen dosis tinggi tidak selalu memberikan manfaat tambahan bagi orang yang sudah mendapatkan asupan cukup dan dapat menimbulkan efek samping, seperti gangguan pencernaan.
9. Siapa yang Perlu Lebih Memperhatikan Asupan Vitamin C?
Orang yang jarang mengonsumsi buah dan sayuran memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan vitamin C. Risiko juga dapat meningkat pada orang dengan pola makan sangat terbatas, gangguan penyerapan nutrisi, atau kondisi tertentu yang memengaruhi kebutuhan dan pemanfaatan zat gizi.
Perokok juga umumnya membutuhkan asupan vitamin C lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak merokok karena paparan asap rokok meningkatkan tekanan oksidatif dalam tubuh.
Jika seseorang memiliki pola makan yang sangat terbatas atau mengalami gejala seperti gusi berdarah, mudah memar, dan luka yang sulit sembuh, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah keluhan berkaitan dengan kekurangan vitamin C atau kondisi lain.
Kesimpulan
Kekurangan vitamin C dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, terutama pembentukan kolagen, kesehatan jaringan, penyerapan zat besi, dan fungsi sistem kekebalan tubuh. Gejalanya dapat berupa mudah lelah, gusi mudah berdarah, luka lambat sembuh, kulit mudah memar, hingga nyeri otot atau sendi pada kondisi yang berat.
Namun, gejala-gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh kekurangan vitamin C. Cara terbaik untuk menjaga kecukupan nutrisi adalah mengonsumsi buah dan sayuran yang beragam serta menerapkan pola makan seimbang.
Jika keluhan berlangsung lama, semakin berat, atau disertai perdarahan yang tidak biasa, jangan hanya mengandalkan perubahan pola makan atau suplemen. Periksakan diri ke tenaga kesehatan untuk mendapatkan penilaian dan penanganan yang sesuai.
Next News

Mengapa Bayam Sering Dijadikan Bahan Makanan Pendamping untuk Anak? Ini Manfaatnya
5 hours ago

Apakah Bayam Lebih Sehat Dimakan Mentah atau Setelah Dimasak? Ini Penjelasannya
in 7 hours

Mengapa Bayam Tidak Dianjurkan Dipanaskan Berulang Kali? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 6 hours

Mengapa Suara Kita Terdengar Berbeda saat Direkam? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 3 hours

Apa Alasan Seseorang Merasa Lebih Produktif Saat Mendengarkan Musik? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 3 hours

Apa Perbedaan Fungsi Hati dan Jantung yang Sering Dianggap Sama? Ini Penjelasan Lengkapnya
in 3 hours

Mengapa Mata Mengeluarkan Air Mata saat Menguap? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 3 hours

Apa Fungsi Ragi dalam Pembuatan Adonan Pizza? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 3 hours

Mengapa Perut Terasa Lapar Justru Saat Hendak Tidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 3 hours

Suka Meremehkan Orang Lain, Apa yang Sebenarnya Ada di Balik Sikap Sombong? Ini Penjelasan Psikologisnya
in 3 hours





