Senin, 24 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kebiasaan Scroll Tanpa Henti, Apa Dampaknya bagi Otak?

Laila - Tuesday, 21 July 2026 | 08:00 AM

Background
Kebiasaan Scroll Tanpa Henti, Apa Dampaknya bagi Otak?

Kebiasaan Scroll Tanpa Henti, Apa Dampaknya bagi Otak?

Di era digital, hampir semua informasi dapat diakses hanya dengan menggeser layar ponsel. Tanpa disadari, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk terus menggulir media sosial, membaca berita, atau menonton video pendek. Kebiasaan ini dikenal sebagai scroll tanpa henti atau sering disebut doomscrolling ketika seseorang terus mengonsumsi informasi, terutama berita atau konten yang memicu emosi.

Sekilas, aktivitas tersebut terasa menyenangkan karena selalu ada konten baru yang menarik perhatian. Namun, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat memberikan dampak terhadap cara kerja otak.

Mengapa Scroll Terus Terasa Sulit Dihentikan?

Setiap kali menemukan konten yang menarik, otak dapat melepaskan dopamin, yaitu zat kimia yang berkaitan dengan rasa senang dan penghargaan. Sistem ini membuat seseorang terdorong untuk terus mencari konten berikutnya dengan harapan mendapatkan pengalaman yang sama.

Platform media sosial juga dirancang dengan fitur infinite scrolling atau gulir tanpa batas, sehingga pengguna tidak memiliki titik berhenti yang jelas. Akibatnya, waktu penggunaan ponsel sering kali jauh lebih lama daripada yang direncanakan.

Dampaknya terhadap Konsentrasi

Paparan informasi yang datang secara cepat membuat otak terus berpindah fokus dari satu konten ke konten lainnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat seseorang lebih sulit berkonsentrasi saat membaca buku, bekerja, atau belajar karena otak terbiasa menerima stimulasi dalam waktu singkat.



Dapat Memicu Kelelahan Mental

Meskipun hanya terlihat duduk sambil memegang ponsel, otak sebenarnya terus memproses berbagai gambar, video, teks, dan informasi baru. Jika dilakukan terlalu lama, hal ini dapat menyebabkan kelelahan mental yang ditandai dengan sulit fokus, mudah lelah, hingga menurunnya produktivitas.

Berpengaruh pada Emosi

Konten yang muncul di media sosial tidak selalu bersifat positif. Paparan berita negatif, komentar kasar, atau perbandingan dengan kehidupan orang lain dapat memicu stres, kecemasan, bahkan rasa tidak puas terhadap diri sendiri.

Bagi sebagian orang, kebiasaan melihat media sosial secara berlebihan juga dapat meningkatkan rasa takut tertinggal informasi atau Fear of Missing Out (FOMO).

Mengganggu Kualitas Tidur

Banyak orang masih menggunakan ponsel sebelum tidur. Cahaya biru dari layar serta rangsangan informasi yang terus diterima otak dapat membuat tubuh lebih sulit merasa mengantuk. Akibatnya, waktu tidur menjadi lebih larut dan kualitas istirahat menurun.

Cara Mengurangi Kebiasaan Scroll Berlebihan

Kebiasaan ini bukan berarti harus dihentikan sepenuhnya, tetapi perlu dikendalikan agar tidak mengganggu kesehatan.



Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menentukan batas waktu penggunaan media sosial setiap hari.
  • Mematikan notifikasi yang tidak penting.
  • Menghindari penggunaan ponsel sekitar 30–60 menit sebelum tidur.
  • Mengisi waktu luang dengan aktivitas lain seperti membaca, berolahraga, atau berbincang dengan keluarga.
  • Memanfaatkan fitur pengingat waktu layar (screen time) yang tersedia di ponsel.

Kesimpulan

Scroll media sosial tanpa henti memang dapat menjadi hiburan sekaligus sumber informasi. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi konsentrasi, memicu kelelahan mental, mengganggu emosi, hingga menurunkan kualitas tidur.

Mengatur waktu penggunaan gawai secara bijak merupakan salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan otak sekaligus menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan teknologi.

Tags