Kamis, 28 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Musik

Keajaiban Musik Bollywood di Tengah Gempuran Lagu Modern

Liaa - Thursday, 28 May 2026 | 11:20 AM

Background
Keajaiban Musik Bollywood di Tengah Gempuran Lagu Modern

Kenapa Lagu India Nggak Pernah Mati, Bahkan di Telinga Gen Z yang Katanya Paling Skena?

Bayangkan kamu lagi ada di sebuah pesta pernikahan atau sekadar kumpul-kumpul bareng teman di kafe. Awalnya playlist-nya lagu-lagu indie folk yang menenangkan atau lagu synth-pop yang sangat 'jaksel'. Tapi, begitu intro "Bole Chudiyan" atau "Tum Hi Ho" terdistorsi tipis-tipis lewat speaker, suasana mendadak berubah. Ada semacam energi magis yang bikin orang yang tadinya asyik main HP tiba-tiba ikut bersenandung, atau minimal, jempolnya goyang sendiri. Fenomena ini nyata, dan uniknya, pelakunya bukan cuma ibu-ibu pengajian atau bapak-bapak pecinta film lawas, tapi anak-anak Gen Z yang lahir di era digital.

Kenapa sih lagu India masih punya tempat spesial di hati anak muda sekarang? Padahal, kalau dipikir-pikir, bahasanya aja kita nggak paham-paham amat. Ternyata, ada alasan psikologis, sosiologis, sampai urusan algoritma media sosial yang bikin musik Bollywood tetap awet layaknya pengawet makanan di mi instan.

Nostalgia Minggu Pagi yang Melekat Erat

Bagi sebagian besar Gen Z di Indonesia, musik India bukan sekadar lagu, tapi adalah kapsul waktu. Ingat nggak zaman dulu sebelum YouTube menguasai dunia, TV nasional kita rajin banget muterin film Bollywood setiap Sabtu atau Minggu siang? Saat itu, kita mungkin masih kecil, duduk di depan TV sambil makan cemilan, ditemani Ibu atau Tante yang histeris setiap kali Shah Rukh Khan muncul di layar.

Secara nggak sadar, melodi-melodi itu terekam di alam bawah sadar kita. Lagu-lagu seperti "Chaiyya Chaiyya" atau "Kuch Kuch Hota Hai" adalah soundtrack masa kecil yang nggak bisa dihapus gitu aja. Jadi, ketika Gen Z sekarang dengerin lagi lagu-lagu itu, yang muncul bukan cuma musiknya, tapi perasaan nyaman dan hangat rumah masa kecil. Istilah kerennya, comfort music. Kita nggak butuh kamus buat tahu kalau lagu itu enak, kita cuma butuh memori.

Kekuatan TikTok dan Tren 'Cringe yang Estetik'

Jangan remehkan kekuatan algoritma TikTok dan Instagram Reels. Dua platform ini adalah "agen pemasaran" terbaik buat industri musik India di era sekarang. Banyak lagu India yang tiba-tiba viral lagi gara-gara dipakai sebagai latar belakang video transisi makeup, konten masak, sampai video galau masal. Gen Z punya kemampuan unik untuk mengubah sesuatu yang dianggap 'cringe' atau jadul menjadi sesuatu yang ironisnya malah jadi keren dan estetik.



Lagu "Pasoori" (oke, ini dari Pakistan, tapi masuk dalam lingkup musik Asia Selatan yang serupa) atau "Kesariya" sempat nangkring lama di chart Spotify gara-gara viral di medsos. Musik India itu punya pola 'earworm' yang kuat—nada-nadanya gampang nyangkut di kepala. Begitu sekali lewat di FYP, kamu bakal bersenandung "Kesariya tera ishq hai piya" sampai mau tidur. Benar-benar nggak ada obat!

Aransemen Musik yang Nggak Main-Main

Seringkali kita cuma fokus ke jogetannya yang heboh, padahal kalau dibedah secara teknis, kualitas produksi musik India itu luar biasa megah. Komposer seperti A.R. Rahman atau Pritam itu jenius. Mereka menggabungkan alat musik tradisional seperti tabla dan sitar dengan orkestra Barat yang megah, atau bahkan sentuhan EDM modern.

Bagi kuping Gen Z yang sudah terbiasa dengan berbagai genre, kompleksitas musik India ini terasa segar. Ada dinamika yang jelas; kapan harus pelan, kapan harus meledak-ledak. Musiknya sangat 'bercerita'. Di saat lagu-lagu pop Barat kadang terasa terlalu minimalis, musik India menawarkan kemewahan suara yang bikin telinga kita merasa dimanjakan. Belum lagi teknik vokal penyanyi India yang punya cengkok khas dan power yang stabil, itu bikin lagunya terasa punya "jiwa".

Relate dengan Drama Kehidupan

Gen Z itu sering disebut sebagai generasi yang ekspresif, atau bahasa julidnya, 'drama queen/king'. Nah, musik India adalah manifestasi dari segala bentuk drama. Lirik lagu India biasanya nggak tanggung-tanggung kalau soal cinta, patah hati, atau pengkhianatan. Semuanya terasa sangat puitis dan dalam.

Di saat lagu pop masa kini banyak yang pakai bahasa kiasan yang abstrak, lagu India tetap setia dengan narasi yang gamblang. Kalau sedih, ya sedih banget sampai harus lari-lari di bawah hujan. Kalau bahagia, ya bahagia banget sampai harus ajak orang sekampung joget bareng. Kejujuran emosional inilah yang bikin Gen Z merasa relate. Kadang, kita butuh musik yang bisa mewakili perasaan kita yang berlebihan, dan Bollywood menyediakan itu dengan sangat baik.



Bollywood adalah Vibes

Pada akhirnya, alasan kenapa lagu India tetap bertahan adalah karena 'vibes'-nya yang tak tergantikan. Musik India punya kemampuan buat menyatukan orang. Nggak peduli kamu anak skena yang tiap hari dengerin vinyl atau anak indie yang hobi ngopi di senja, begitu lagu "Mauja Hi Mauja" diputar, semua ego itu luntur.

Lagu India memberikan kita ruang untuk bersenang-senang tanpa harus mikir terlalu berat. Di tengah tekanan hidup, tugas kuliah yang numpuk, atau tuntutan kerja yang nggak ada habisnya, dengerin lagu India yang ceria itu bisa jadi bentuk escape yang paling murah dan efektif. Jadi, nggak perlu malu kalau di Spotify Wrapped kamu nanti, nama Shah Rukh Khan atau Shreya Ghoshal nyempil di antara deretan artis indie kesukaanmu. Musik itu soal rasa, dan lagu India, punya rasa yang nggak pernah basi dimakan zaman.

Jadi, sudah siap buat bikin konten transisi pakai lagu India hari ini?