Kamis, 2 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Jenis-Jenis Sakit Kepala: Dari Tegang Biasa hingga Migrain yang Melemahkan

Liaa - Thursday, 02 April 2026 | 04:28 PM

Background
Jenis-Jenis Sakit Kepala: Dari Tegang Biasa hingga Migrain yang Melemahkan

Mengapa Kepala Bisa Sakit?

Menariknya, otak sebenarnya tidak memiliki reseptor rasa sakit.

Artinya otak sendiri tidak bisa merasakan sakit.

Menurut ahli saraf dari Harvard Medical School, rasa sakit pada kepala muncul dari bagian lain seperti:

•pembuluh darah

saraf di sekitar otak



•otot kepala dan leher

•jaringan di sekitar tengkorak

•sinus

Ketika bagian-bagian ini mengalami peradangan, tekanan, atau ketegangan, maka muncullah sakit kepala.

1. Tension Headache (Sakit Kepala Tegang)

Ini adalah jenis sakit kepala paling umum di dunia.



Menurut World Health Organization, hampir 70% orang dewasa pernah mengalami tension headache.

Gejala:

•rasa seperti kepala diikat atau ditekan

•nyeri ringan hingga sedang

•terasa di kedua sisi kepala



•leher dan bahu sering terasa kaku

Penyebab:

•stres

•kurang tidur

•duduk terlalu lama



•postur tubuh buruk

•kelelahan

Biasanya tidak disertai mual atau gangguan penglihatan.

2. Migrain

Migrain adalah gangguan neurologis yang menyebabkan sakit kepala berat dan berdenyut.

Menurut Mayo Clinic, sekitar 12% populasi dunia mengalami migrain.



Gejala

•nyeri berdenyut di satu sisi kepala

•mual dan muntah

•sensitif terhadap cahaya dan suara

•kadang muncul aura (gangguan penglihatan seperti kilatan cahaya)



Pemicu migrain

•stres

•perubahan hormon

•kurang tidur

•makanan tertentu (cokelat, keju, kafein berlebihan)



•perubahan cuaca

Serangan migrain bisa berlangsung 4 hingga 72 jam.

3. Cluster Headache

Cluster headache adalah salah satu sakit kepala paling menyakitkan yang diketahui dalam dunia medis.

Disebut "cluster" karena serangannya datang berkelompok selama beberapa minggu atau bulan.

Gejala



•nyeri sangat tajam di sekitar satu mata

•mata merah atau berair

•hidung tersumbat

•wajah berkeringat

Serangan biasanya berlangsung 15 menit hingga 3 jam.



4. Sinus Headache

Sakit kepala ini terjadi akibat peradangan sinus (rongga udara di wajah).

Gejala

•nyeri di dahi, pipi, dan sekitar hidung

•hidung tersumbat

•demam



•rasa tekanan di wajah

Biasanya terjadi bersamaan dengan infeksi sinus atau flu berat.

5. Sakit Kepala Karena Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi yang sangat tinggi dapat menyebabkan sakit kepala, terutama di bagian belakang kepala.

Namun menurut American Heart Association, sebagian besar penderita hipertensi tidak selalu merasakan sakit kepala, sehingga tekanan darah sering disebut sebagai "silent killer."

6. Sakit Kepala Karena Dehidrasi

Kurang minum air juga bisa memicu sakit kepala.



Ketika tubuh kekurangan cairan:

•volume darah menurun

•aliran darah ke otak berkurang

•Akibatnya muncul sakit kepala yang biasanya membaik setelah minum air yang cukup.

7. Sakit Kepala Karena Penggunaan Obat Berlebihan

Ini disebut Medication Overuse Headache.



Terjadi jika seseorang terlalu sering mengonsumsi obat pereda sakit kepala.

Ironisnya, obat yang seharusnya menghilangkan sakit kepala justru dapat memicu sakit kepala kronis jika digunakan terlalu sering.

Kapan Sakit Kepala Harus Diwaspadai?

Segera periksa ke dokter jika sakit kepala:

•sangat tiba-tiba dan sangat berat

•disertai muntah hebat



•disertai penglihatan ganda

•menyebabkan leher kaku

•muncul setelah cedera kepala

•menyebabkan kebingungan atau kejang

Gejala tersebut bisa menandakan kondisi serius seperti:



•meningitis

•stroke

•perdarahan otak

Sakit kepala memiliki banyak jenis dengan penyebab yang berbeda-beda. Yang paling umum adalah tension headache, namun ada juga migrain dan cluster headache yang jauh lebih berat. Memahami jenis sakit kepala penting agar penanganannya tepat dan tidak dianggap sepele.