Kamis, 19 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Jenis-Jenis Jamu Tradisional yang Masih Populer Hingga Kini

RAU - Thursday, 19 March 2026 | 09:13 AM

Background
Jenis-Jenis Jamu Tradisional yang Masih Populer Hingga Kini

Di tengah tren hidup sehat, jamu kembali diminati. Bukan hanya karena alami, tapi juga karena setiap jenis jamu memiliki manfaat spesifik sesuai bahan utamanya.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jamu merupakan bagian penting dari pengobatan tradisional yang dapat membantu menjaga kesehatan jika dikonsumsi secara tepat.

Lalu, apa saja jenis jamu yang paling populer di Indonesia, dan untuk apa fungsinya?

*1. Kunyit Asam – untuk Wanita & Anti Peradangan*

Jamu kunyit asam dibuat dari Kunyit dan asam jawa.



•Fungsi utama:

-Membantu meredakan nyeri haid

-Menjaga kesehatan kulit

-Membantu detoks ringan tubuh

-Kandungan kurkumin dalam kunyit dikenal memiliki sifat antiinflamasi alami.



*2. Beras Kencur – untuk Energi & Nafsu Makan*

Terbuat dari beras dan Kencur, jamu ini punya rasa manis dan segar.

•Fungsi utama:

-Meningkatkan nafsu makan (terutama anak-anak)

-Menambah energi dan stamina



-Mengurangi rasa lelah

*3. Temulawak – untuk Hati & Pencernaan*

Temulawak sudah lama digunakan sebagai herbal kesehatan.

•Fungsi utama:

-Menjaga kesehatan hati (liver)



-Membantu melancarkan pencernaan

-Meningkatkan daya tahan tubuh

Menurut penelitian yang dirujuk oleh National Institutes of Health, temulawak memiliki senyawa aktif yang berpotensi mendukung fungsi hati.

*4. Jahe – untuk Hangatkan Tubuh & Imun*

Jamu berbahan Jahe sangat populer, terutama saat cuaca dingin.



•Fungsi utama:

-Menghangatkan tubuh

-Meredakan mual dan masuk angin

-Meningkatkan sistem imun

*5. Sinom – untuk Pencernaan & Kesegaran Tubuh*



Sinom berasal dari daun asam muda.

•Fungsi utama:

-Membantu melancarkan pencernaan

-Menyegarkan tubuh

Membantu mengurangi panas dalam



*Tetap Perlu Dikonsumsi dengan Bijak*

Meski alami, jamu tetap harus dikonsumsi dengan tepat.

Badan Pengawas Obat dan Makanan mengingatkan untuk:

•Tidak mengonsumsi berlebihan

•Memastikan jamu tidak mengandung bahan tambahan berbahaya



•Tidak menggantikan pengobatan medis tanpa saran dokter