Kamis, 19 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kolesterol Tinggi di Usia Muda: Kok Bisa Padahal Nggak Gemuk?

RAU - Thursday, 19 March 2026 | 09:04 AM

Background
Kolesterol Tinggi di Usia Muda: Kok Bisa Padahal Nggak Gemuk?

Dulu, kolesterol tinggi identik dengan usia lanjut dan tubuh gemuk. Tapi sekarang, kondisi ini justru makin sering ditemukan pada usia muda—bahkan pada mereka yang terlihat langsing dan aktif.

Menurut penjelasan dari organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization, *kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor utama penyakit jantung yang bisa menyerang siapa saja, tanpa melihat bentuk tubuh*.

Lalu, kenapa bisa terjadi?

1. Faktor Genetik (Keturunan)

Salah satu penyebab utama adalah kondisi yang disebut familial hypercholesterolemia. Ini adalah gangguan genetik yang membuat tubuh sulit mengontrol kadar kolesterol sejak lahir.



Menurut American Heart Association, orang dengan kondisi ini bisa memiliki kolesterol tinggi meskipun pola hidupnya cukup sehat.

2. Pola Makan "Tersembunyi" Tinggi Lemak

Meski tidak terlihat makan berlebihan, banyak makanan sehari-hari mengandung lemak jenuh dan trans, seperti gorengan, makanan cepat saji, dan camilan kemasan.

Seringkali, ini dikonsumsi dalam porsi kecil tapi rutin—yang tanpa sadar menumpuk dalam tubuh.

3. Kurang Aktivitas Fisik



Tubuh yang jarang bergerak membuat kolesterol "jahat" (LDL) lebih mudah menumpuk. Bahkan orang yang terlihat kurus pun bisa memiliki kadar lemak tinggi dalam darah jika kurang olahraga.

4. Stres dan Kurang Tidur

Stres kronis dapat memicu perubahan hormon yang berdampak pada metabolisme lemak.

Penelitian dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa kurang tidur juga berhubungan dengan peningkatan kadar kolesterol.

5. Kebiasaan Minum Manis Berlebihan



Minuman tinggi gula seperti kopi susu kekinian atau minuman kemasan dapat meningkatkan trigliserida—jenis lemak dalam darah yang juga berbahaya jika tinggi.

Tubuh kurus bukan jaminan bebas kolesterol tinggi. Pemeriksaan rutin, pola makan seimbang, dan gaya hidup aktif tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan jantung sejak usia muda.