Selasa, 15 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Jangan Bangunkan Anak di Jam Ini, Bisa Ganggu Produksi Hormon Pertumbuhan

RAU - Tuesday, 15 September 2026 | 09:10 PM

Background
Jangan Bangunkan Anak di Jam Ini, Bisa Ganggu Produksi Hormon Pertumbuhan

Membangunkan anak di tengah malam mungkin menjadi kebiasaan sebagian orang tua, baik untuk memberikan susu maupun mengajak anak ke toilet. Namun, kebiasaan tersebut ternyata perlu diperhatikan, terutama jika dilakukan pada waktu tertentu.

Dokter spesialis anak di Tzu Chi Hospital, Ian Suryadi Setja, mengatakan pukul 23.00 hingga 02.00 merupakan salah satu periode penting bagi produksi hormon pertumbuhan atau growth hormone pada anak. Agar hormon tersebut dapat diproduksi secara optimal, anak perlu berada dalam kondisi tidur yang benar-benar nyenyak.

Menurut Ian, tidur dalam menjadi salah satu kondisi penting yang mendukung pelepasan hormon pertumbuhan. Jika anak terbangun pada periode tersebut, proses produksi hormon tersebut berpotensi terganggu.

Ia menjelaskan, produksi growth hormone biasanya baru berlangsung optimal setelah anak memasuki fase tidur dalam. Kondisi tersebut umumnya dicapai sekitar dua jam setelah anak mulai tidur.

Apa Itu Growth Hormone?

Growth hormone merupakan hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis di otak. Hormon ini memiliki peran penting dalam berbagai proses tumbuh kembang anak.



Salah satu fungsi utamanya adalah membantu pertambahan tinggi badan. Selain itu, hormon pertumbuhan juga berperan dalam memperbaiki jaringan dan sel tubuh, mengatur metabolisme, serta membantu mengendalikan massa otot dan lemak.

Produksi hormon pertumbuhan sendiri banyak berlangsung ketika anak berada dalam fase tidur nyenyak pada malam hari. Karena itu, kualitas dan durasi tidur menjadi bagian penting dalam mendukung proses pertumbuhan anak.

Hindari Membangunkan Anak untuk Minum Susu

Salah satu kebiasaan yang masih dilakukan sebagian orang tua adalah membangunkan anak pada tengah malam untuk memberikan susu atau ASI. Ian menyarankan agar kebiasaan tersebut tidak dilakukan pada periode pukul 23.00 hingga 02.00 jika anak sedang tidur nyenyak.

Menurutnya, memberikan stimulus kepada anak pada waktu tersebut, termasuk membangunkannya untuk minum, dapat mengganggu fase tidur yang sedang berlangsung dan berpotensi memengaruhi kerja hormon pertumbuhan.

Jika anak terbangun dengan sendirinya pada malam hari, orang tua juga disarankan tidak memberikan terlalu banyak rangsangan. Sebisa mungkin, biarkan anak kembali tidur dengan suasana yang tenang dan minim interaksi.



Atur Rutinitas Tidur Anak

Selain menghindari kebiasaan membangunkan anak, orang tua juga dianjurkan membangun pola tidur malam yang teratur. Salah satunya dengan mengatur waktu makan dan minum sebelum anak beranjak tidur.

Ian menyarankan agar makan malam dilakukan lebih awal, sekitar pukul 18.00. Setelah itu, anak dapat diberikan susu sekitar pukul 20.00 sebelum bersiap untuk tidur.

Waktu tidur juga sebaiknya tidak terlalu larut. Idealnya, anak sudah mulai tidur sekitar pukul 21.00 sehingga tubuh memiliki cukup waktu untuk memasuki fase tidur dalam.

Dengan rutinitas malam yang teratur dan tidur yang cukup, anak dapat memperoleh waktu istirahat yang lebih berkualitas. Kondisi tersebut penting untuk mendukung berbagai proses dalam tubuh, termasuk produksi hormon pertumbuhan.