Kamis, 30 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Hari Malaria Sedunia 2026: Penyakit Lama yang Masih Mengancam Jutaan Nyawa

RAU - Saturday, 25 April 2026 | 03:59 AM

Background
Hari Malaria Sedunia 2026: Penyakit Lama yang Masih Mengancam Jutaan Nyawa

Banyak orang mungkin mengira malaria adalah penyakit yang sudah jarang terjadi.

Padahal, faktanya penyakit ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia.

Setiap 25 April, WHO memperingati Hari Malaria Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global terhadap bahaya penyakit ini

Tahun 2026, tema yang diangkat adalah "Driven to End Malaria: Now We Can. Now We Must."

Tema ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan kini berkembang sangat pesat, dan untuk pertama kalinya mengakhiri malaria dalam masa hidup kita dianggap sebagai kemungkinan yang nyata.



Namun ancamannya masih besar.

Menurut WHO, pada 2024 terdapat sekitar 282 juta kasus malaria di dunia dan 610.000 kematian, sedikit meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.

Gejala yang paling umum meliputi:

•demam tinggi



•menggigil

•sakit kepala

•tubuh sangat lemas

•mual dan muntah

•keringat berlebihan



Yang membuat penyakit ini berbahaya adalah gejalanya kadang dianggap seperti demam biasa.

Padahal, jika tidak segera ditangani, malaria dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti anemia berat, gangguan organ, bahkan kematian.

WHO juga menyoroti bahwa perubahan iklim, resistensi obat, dan resistensi insektisida menjadi tantangan baru dalam pemberantasan malaria.

Di Indonesia, malaria masih menjadi perhatian terutama di wilayah timur seperti Papua.

Per April 2025-2026, lebih dari 95% kasus malaria di Indonesia masih terpusat di wilayah Timur, terutama Tanah Papua. Data per Mei 2025 menunjukkan 59.610 kasus positif terkonfirmasi, dengan akselerasi deteksi kasus di Papua melalui metode "[Temukan, Obati, dan Kendalikan]". Pemerintah menargetkan eliminasi nasional pada 2030, meskipun beberapa daerah eliminasi sempat mengalami lonjakan kembali.



Karena itu, pencegahan tetap penting, seperti:

•menggunakan kelambu,

•memakai losion antinyamuk,

•membersihkan lingkungan, dan

•menghindari genangan air.



Segera tes bila mengalami demam setelah bepergian ke daerah endemis.

Hari Malaria Sedunia menjadi pengingat bahwa penyakit lama ini masih nyata dan tidak boleh dianggap sepele.