Selasa, 10 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

GERD : Kenali Bedanya dengan Asam Lambung dan Waspadai Gejala Mirip Serangan Jantung

Tata - Thursday, 29 January 2026 | 07:30 AM

Background
GERD : Kenali Bedanya dengan Asam Lambung dan Waspadai Gejala Mirip Serangan Jantung

Apa Itu Asam Lambung?

Asam lambung sebenarnya adalah cairan alami yang diproduksi tubuh untuk membantu mencerna makanan. Dalam kondisi tertentu, asam lambung bisa naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa tidak nyaman seperti perih atau panas di dada.

Menurut The American Journal of Gastroenterology, kenaikan asam lambung sesekali masih tergolong normal, terutama setelah makan terlalu banyak, makanan pedas, atau terlambat makan.

Apa Itu GERD?

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi kronis, ketika asam lambung naik secara berulang dan menyebabkan gejala yang mengganggu atau kerusakan pada kerongkongan.

The New England Journal of Medicine menyebutkan bahwa GERD bukan sekadar gangguan pencernaan ringan, melainkan penyakit yang membutuhkan penanganan jangka panjang.


Perbedaan GERD dan Asam Lambung

Asam Lambung:

Terjadi sesekali

Biasanya dipicu telat makan atau salah makan

Gejala ringan hingga sedang

Cepat membaik dengan istirahat atau obat lambung

Tidak menimbulkan kerusakan kerongkongan

GERD:

Terjadi berulang dan menetap

Gejala muncul minimal 2 kali seminggu

Nyeri dada terasa lebih kuat dan sering kambuh

Membutuhkan pengobatan dan perubahan gaya hidup

Berisiko menimbulkan komplikasi

Jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology menegaskan bahwa perbedaan utama GERD dan asam lambung terletak pada frekuensi, durasi, dan dampaknya terhadap jaringan esofagus.

Mengapa GERD Sering Disangka Serangan Jantung?

Baik GERD maupun serangan jantung dapat menimbulkan nyeri dada. Inilah yang membuat banyak orang panik atau justru meremehkan gejala.

Menurut Circulation (American Heart Association), nyeri dada akibat GERD termasuk dalam kategori non-cardiac chest pain, namun secara klinis sulit dibedakan tanpa pemeriksaan medis.


GERD tidak menyebabkan serangan jantung, tetapi GERD dapat menutupi atau meniru gejala serangan jantung, sehingga berbahaya jika diabaikan.

Kapan Keluarga Harus Waspada dan ke Rumah Sakit?

Segera cari pertolongan medis bila nyeri dada:

Terasa menekan atau berat

Menjalar ke lengan, rahang, atau punggung

Disertai keringat dingin, sesak napas, pusing

Tidak membaik dengan obat asam lambung

Prinsip medisnya jelas: lebih baik diperiksa dan ternyata bukan jantung, daripada terlambat ditangani.

Langkah Pencegahan :

Makan teratur dan tidak berlebihan

Hindari langsung berbaring setelah makan

Kurangi kopi, makanan pedas, dan berlemak

Kelola stres

Periksa ke dokter bila keluhan sering kambuh

Perubahan gaya hidup terbukti efektif mengendalikan GERD, sebagaimana dilaporkan dalam The American Journal of Gastroenterology.