GERD : Kenali Bedanya dengan Asam Lambung dan Waspadai Gejala Mirip Serangan Jantung
Tata - Thursday, 29 January 2026 | 07:30 AM


Apa Itu Asam Lambung?
Asam lambung sebenarnya adalah cairan alami yang diproduksi tubuh untuk membantu mencerna makanan. Dalam kondisi tertentu, asam lambung bisa naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa tidak nyaman seperti perih atau panas di dada.
Menurut The American Journal of Gastroenterology, kenaikan asam lambung sesekali masih tergolong normal, terutama setelah makan terlalu banyak, makanan pedas, atau terlambat makan.
Apa Itu GERD?
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi kronis, ketika asam lambung naik secara berulang dan menyebabkan gejala yang mengganggu atau kerusakan pada kerongkongan.
The New England Journal of Medicine menyebutkan bahwa GERD bukan sekadar gangguan pencernaan ringan, melainkan penyakit yang membutuhkan penanganan jangka panjang.
Perbedaan GERD dan Asam Lambung
Asam Lambung:
Terjadi sesekali
Biasanya dipicu telat makan atau salah makan
Gejala ringan hingga sedang
Cepat membaik dengan istirahat atau obat lambung
Tidak menimbulkan kerusakan kerongkongan
GERD:
Terjadi berulang dan menetap
Gejala muncul minimal 2 kali seminggu
Nyeri dada terasa lebih kuat dan sering kambuh
Membutuhkan pengobatan dan perubahan gaya hidup
Berisiko menimbulkan komplikasi
Jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology menegaskan bahwa perbedaan utama GERD dan asam lambung terletak pada frekuensi, durasi, dan dampaknya terhadap jaringan esofagus.
Mengapa GERD Sering Disangka Serangan Jantung?
Baik GERD maupun serangan jantung dapat menimbulkan nyeri dada. Inilah yang membuat banyak orang panik atau justru meremehkan gejala.
Menurut Circulation (American Heart Association), nyeri dada akibat GERD termasuk dalam kategori non-cardiac chest pain, namun secara klinis sulit dibedakan tanpa pemeriksaan medis.
GERD tidak menyebabkan serangan jantung, tetapi GERD dapat menutupi atau meniru gejala serangan jantung, sehingga berbahaya jika diabaikan.
Kapan Keluarga Harus Waspada dan ke Rumah Sakit?
Segera cari pertolongan medis bila nyeri dada:
Terasa menekan atau berat
Menjalar ke lengan, rahang, atau punggung
Disertai keringat dingin, sesak napas, pusing
Tidak membaik dengan obat asam lambung
Prinsip medisnya jelas: lebih baik diperiksa dan ternyata bukan jantung, daripada terlambat ditangani.
Langkah Pencegahan :
Makan teratur dan tidak berlebihan
Hindari langsung berbaring setelah makan
Kurangi kopi, makanan pedas, dan berlemak
Kelola stres
Periksa ke dokter bila keluhan sering kambuh
Perubahan gaya hidup terbukti efektif mengendalikan GERD, sebagaimana dilaporkan dalam The American Journal of Gastroenterology.
Next News

Daya Tarik dari Teh Tarik,Minuman Tradisional Ikonik dengan Cita Rasa Unik dan Filosofi Kebersamaan
in 7 hours

Mitos atau Fakta Menyapu di Malam Hari? Antara Kepercayaan Tradisional dan Logika Modern
in 6 hours

Ketika Sakura Mekar
in 6 hours

Jagung Manis dan Kandungan Tersembunyi yang Jarang Diketahui Banyak Orang
19 hours ago

Minyak Biji Matahari Ternyata Diam-diam Baik untuk Jantung, Kulit, dan Dapur Sehari-hari
19 hours ago

Tak Sekadar Asam, Ini 5 Kreasi Makanan dari Belimbing Wuluh yang Bikin Selera Bangkit
19 hours ago

Kandungan Rambutan untuk Skincare: Buah Lokal yang Diam-diam Jadi Bahan Perawatan Kulit
19 hours ago

Jangan Remehkan Buah Pisang: Ini 10 Manfaat Kesehatan yang Jarang Disadari
19 hours ago

Manfaat Stroberi untuk Kecantikan: Buah Kecil Merah Ini Diam-diam Jadi Rahasia Kulit Glowing
19 hours ago

Buah Nanas, Si Tropis Berduri yang Menyimpan Segudang Manfaat
19 hours ago





