Selasa, 25 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Fenomena FOMO di Media Sosial, Apa Penyebabnya?

Laila - Tuesday, 21 July 2026 | 08:01 AM

Background
Fenomena FOMO di Media Sosial, Apa Penyebabnya?

Fenomena FOMO di Media Sosial, Apa Penyebabnya?

Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Melalui berbagai platform, seseorang dapat mengetahui aktivitas teman, mengikuti tren terbaru, hingga mendapatkan informasi dalam hitungan detik. Namun, di balik kemudahan tersebut muncul fenomena yang dikenal sebagai FOMO atau Fear of Missing Out.

FOMO adalah perasaan cemas atau khawatir karena merasa tertinggal pengalaman, informasi, atau momen yang sedang dialami orang lain. Akibatnya, seseorang terdorong untuk terus membuka media sosial agar tidak merasa "ketinggalan."

Mengapa FOMO Bisa Terjadi?

Ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami FOMO.

1. Paparan Aktivitas Orang Lain

Media sosial dipenuhi unggahan tentang liburan, pencapaian karier, gaya hidup, hingga momen kebersamaan. Melihat berbagai unggahan tersebut secara terus-menerus dapat membuat seseorang merasa hidupnya kurang menarik dibandingkan orang lain, meskipun yang ditampilkan sering kali hanya sisi terbaik dari kehidupan mereka.

2. Informasi Bergerak Sangat Cepat

Tren, berita, hingga tantangan viral dapat berubah hanya dalam hitungan jam. Kecepatan arus informasi ini membuat banyak orang merasa harus terus memeriksa media sosial agar tidak tertinggal.



3. Notifikasi yang Terus Bermunculan

Bunyi notifikasi dari aplikasi media sosial memicu rasa penasaran untuk segera membuka ponsel. Semakin sering notifikasi muncul, semakin besar keinginan seseorang untuk terus memantau apa yang sedang terjadi.

4. Keinginan untuk Diakui

Sebagian orang merasa perlu selalu mengikuti tren atau membagikan aktivitas mereka agar tetap dianggap aktif dan relevan di lingkungan sosial. Dorongan untuk mendapatkan tanda suka (like), komentar, atau pengikut baru juga dapat memperkuat rasa FOMO.

5. Kebiasaan Membandingkan Diri

Tanpa disadari, media sosial sering menjadi tempat untuk membandingkan pencapaian, penampilan, atau gaya hidup dengan orang lain. Kebiasaan ini dapat menimbulkan rasa kurang percaya diri dan memperbesar kecemasan.

Dampak FOMO terhadap Kehidupan

Jika terjadi terus-menerus, FOMO dapat memberikan berbagai dampak, seperti:

  • Sulit berkonsentrasi karena sering mengecek ponsel.
  • Produktivitas menurun akibat terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial.
  • Muncul rasa cemas atau gelisah ketika tidak dapat mengakses internet.
  • Kualitas tidur terganggu karena terus memantau media sosial hingga larut malam.
  • Menurunnya kepuasan terhadap kehidupan sendiri akibat terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain.

Cara Mengurangi FOMO

FOMO dapat dikendalikan dengan membangun kebiasaan digital yang lebih sehat, antara lain:



  • Membatasi waktu penggunaan media sosial setiap hari.
  • Mengurangi akun yang memicu perasaan negatif atau membuat terus membandingkan diri.
  • Mematikan notifikasi yang tidak penting.
  • Fokus pada aktivitas di dunia nyata, seperti berolahraga, membaca, atau berkumpul bersama keluarga dan teman.
  • Mengingat bahwa unggahan di media sosial umumnya hanya menampilkan sisi terbaik kehidupan seseorang, bukan keseluruhan kenyataan.

Kesimpulan

FOMO merupakan fenomena yang semakin umum di era media sosial. Rasa takut tertinggal informasi atau pengalaman dapat muncul akibat derasnya arus konten, kebiasaan membandingkan diri, serta dorongan untuk selalu terhubung.

Menggunakan media sosial secara bijak, membatasi waktu layar, dan lebih menghargai kehidupan nyata dapat membantu mengurangi dampak FOMO sekaligus menjaga kesehatan mental.

Tags