Selasa, 25 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Ternyata Ada Alasan Mengapa Kita Melakukan Hal Ini Setiap Hari

Laila - Tuesday, 25 August 2026 | 12:00 PM

Background
Ternyata Ada Alasan Mengapa Kita Melakukan Hal Ini Setiap Hari

Ngomong Sendiri Itu Bukan Gejala Gangguan Jiwa, Justru Tanda Kamu Lagi Jenius-jeniusnya

Pernah nggak sih kamu lagi asik-asik nyari kunci motor yang entah hilang ke mana, terus tiba-tiba mulut kamu komat-kamit sendiri? "Tadi ditaruh di atas meja makan deh kayaknya, eh apa di kantong jaket ya? Duh, pikun banget sih lo!" Kalau pernah, selamat, kamu nggak sendirian. Dan yang lebih penting lagi, kamu nggak gila.

Seringkali kita merasa malu atau langsung diam seribu bahasa pas ketahuan orang lain lagi ngomong sendiri. Rasanya kayak tertangkap basah lagi melakukan tindakan kriminal atau hal yang super aneh. Standar sosial kita emang agak kejam sih, seringkali melabeli orang yang bicara sendiri sebagai orang yang "kurang satu ons" atau sedang dalam tahap awal halusinasi. Padahal, kalau kita mau jujur-jujuran, hampir semua orang melakukan hal ini setiap hari. Ya, setiap hari tanpa absen!

Kenapa Sih Kita Melakukan Hal "Aneh" Ini?

Secara ilmiah, fenomena ini disebut dengan externalized self-talk. Jadi, otak kita itu sebenarnya nggak pernah berhenti bekerja. Dia kayak mesin yang terus-menerus memproses data, kenangan, rencana masa depan, sampai penyesalan-penyesalan nggak penting soal chat yang nggak dibalas gebetan tiga tahun lalu. Nah, terkadang, arus informasi di dalam kepala itu terlalu penuh. Ngomong sendiri adalah cara otak buat melakukan 'manajemen file' agar semuanya tetap teratur.

Bayangin otak kamu itu kayak grup WhatsApp yang isinya cuma kamu sendirian. Terkadang kamu butuh ngetik sesuatu di sana biar nggak lupa, kan? Nah, ngomong sendiri fungsinya persis kayak gitu. Bedanya, versinya lewat audio yang keluar langsung dari mulut kamu. Ini bukan tanda kamu kehilangan kontak dengan realita, justru sebaliknya, ini adalah cara kamu tetap membumi dan fokus.

Ada sebuah penelitian menarik yang bilang kalau kita menyebutkan nama benda yang sedang kita cari, otak kita bakal bekerja lebih cepat buat menemukannya. Jadi, kalau kamu teriak "Kunci! Kunci! Di mana kunci?!", mata kamu bakal lebih sensitif menangkap visual kunci tersebut dibanding kalau kamu cuma nyari sambil diam. Jadi, kalau besok-besok ada teman yang ngetawain kamu karena nyari HP sambil nyebut "HP... HP...", bilang aja kamu lagi pakai teknik stimulasi kognitif tingkat tinggi. Biar mereka bingung sekalian.



Self-Talk: Pelarian dari Kebisingan Dunia

Di zaman sekarang, hidup itu berisik banget. Notifikasi HP bunyi terus, tuntutan kerjaan nggak ada habisnya, belum lagi drama di media sosial yang bikin makin overthinking. Kadang-kadang, suara paling jernih yang perlu kita dengar adalah suara kita sendiri. Dengan bicara lantang, kita sebenarnya lagi memvalidasi perasaan kita.

Pernah nggak kamu lagi stres banget, terus kamu bilang ke diri sendiri, "Oke, tenang. Satu-satu ya, kerjain dulu yang ini, baru yang itu."? Itu bukan sekadar kalimat motivasi receh ala-ala influencer, tapi itu adalah bentuk regulasi emosi. Saat suara itu keluar dari mulut dan masuk kembali lewat telinga, otak kita memprosesnya sebagai perintah atau saran dari "pihak luar" yang terasa lebih kredibel. Efeknya? Kita jadi jauh lebih tenang.

Lucunya, gaya ngomong kita ke diri sendiri juga sering berubah-ubah. Ada kalanya kita pakai kata ganti "Aku", tapi nggak jarang kita pakai kata "Kamu" atau "Lo", seolah-olah kita lagi membelah diri jadi dua orang: si pelaku dan si penasihat. "Lo tuh harusnya nggak usah baper, dia emang gitu orangnya." Pernah kan? Secara psikologis, ini namanya self-distancing. Kita mencoba melihat masalah kita dari perspektif orang ketiga supaya objektif. Keren banget, kan, cara kerja otak kita?

Manfaat Tersembunyi di Balik Ocehan Sendiri

  • Meningkatkan Daya Ingat: Dengan menyuarakan apa yang kamu pelajari atau apa yang harus kamu lakukan, memori jangka pendek kamu bakal lebih kuat nempelnya.
  • Problem Solving yang Lebih Efektif: Menguraikan masalah lewat kata-kata bikin benang kusut di kepala jadi lebih terurai. Kamu jadi bisa melihat di mana letak kesalahannya.
  • Sarana Curhat Paling Aman: Kamu nggak perlu takut rahasia kamu bocor atau di-judge kalau curhatnya ke diri sendiri di depan cermin kamar mandi.
  • Booster Kepercayaan Diri: Atlet-atlet hebat sering melakukan ini sebelum tanding. Mereka kasih semangat ke diri sendiri lewat kata-kata yang diucapkan.

Jadi, mulai sekarang, jangan lagi merasa aneh kalau kamu hobi ngoceh sendiri pas lagi masak, lagi nyetir, atau lagi mandi. Itu adalah tanda kalau sistem navigasi internal kamu lagi bekerja dengan maksimal. Orang-orang yang sering ngomong sendiri biasanya punya tingkat kesadaran diri yang lebih baik. Mereka tahu apa yang mereka rasakan dan apa yang harus mereka lakukan.

Jangan Terlalu Kaku Sama Diri Sendiri

Kita seringkali terlalu keras sama diri sendiri. Kita menuntut diri untuk selalu terlihat "normal" dan "cool" di depan orang lain sampai lupa gimana cara berkomunikasi dengan diri sendiri. Padahal, hubungan paling lama yang bakal kamu jalani seumur hidup ya hubungan sama dirimu sendiri. Kalau sama diri sendiri aja nggak pernah ngobrol, gimana mau kenal luar dalam?



Mungkin dunia luar emang bakal tetap ngelihat kamu agak nyentrik kalau ketahuan lagi debat sama bayangan sendiri. Tapi ya sudahlah, biarin aja. Dunia ini sudah terlalu serius untuk dijalani tanpa sedikit kegilaan kecil yang sebenarnya menyehatkan. Lagipula, daripada ngomongin orang lain di belakang, bukannya jauh lebih berfaedah kalau kita ngomongin progres hidup kita sendiri sambil ngaca?

Intinya, setiap kebiasaan manusia itu pasti ada alasannya, termasuk hal-hal yang dianggap konyol sekalipun. Ngomong sendiri adalah mekanisme bertahan hidup di tengah dunia yang makin kacau ini. Jadi, besok kalau kamu mau presentasi atau mau nembak gebetan, jangan ragu buat kasih pep-talk ke diri sendiri di depan cermin. Bilang kalau kamu hebat, kamu keren, dan kamu bisa. Karena kalau bukan kamu yang duluan ngomong gitu, siapa lagi?

Teruslah bicara, teruslah berdialog dengan pikiranmu. Selama suara-suara itu membantu kamu jadi manusia yang lebih teratur dan bahagia, lakukan saja terus. Karena ternyata, alasan kita melakukan hal ini setiap hari adalah karena memang itu cara alami kita buat tetap waras. Jadi, sudahkah kamu menyapa dirimu sendiri hari ini?

Tags