Senin, 13 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Didukung APBN 2026, Samosir Disiapkan Jadi Sentra Bawang Putih Nasional

Liaa - Sunday, 12 April 2026 | 11:22 AM

Background
Didukung APBN 2026, Samosir Disiapkan Jadi Sentra Bawang Putih Nasional

SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat komitmennya menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu sentra produksi bawang putih nasional. Melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026, bantuan bibit bawang putih dan dua unit traktor roda empat disalurkan kepada kelompok tani setempat.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, didampingi Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Samosir, Jumat (10/4/2026).

Bupati Vandiko menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya untuk komoditas bawang putih. Ia menilai Kabupaten Samosir memiliki kondisi geografis serta karakteristik lahan yang sesuai untuk pengembangan tanaman tersebut.

"Program ini adalah langkah strategis dari pemerintah pusat. Samosir dinilai memiliki potensi besar, sehingga peluang ini harus dimanfaatkan secara maksimal," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program sangat bergantung pada keseriusan kelompok tani dalam mengelola bantuan yang telah diberikan. Jika berjalan optimal, Samosir berpeluang menjadi salah satu sentra utama penghasil bawang putih di Sumatera Utara, bahkan secara nasional.



Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Samosir, Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa bantuan diberikan kepada dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo dan Kelompok Tani Lamtana di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo.

Masing-masing kelompok menerima bibit untuk lahan seluas 10 hektare dengan total sekitar 8 ton bibit per kelompok. Selain itu, dua unit traktor roda empat juga diserahkan untuk mempercepat pengolahan lahan.

Dengan dukungan tersebut, target produksi bawang putih diproyeksikan mencapai 20 hingga 30 ton per hektare.

Penentuan lokasi pengembangan telah melalui kajian teknis dari Kementerian Pertanian, termasuk syarat ketinggian lahan minimal 1.000 meter di atas permukaan laut serta ketersediaan lahan dalam satu hamparan. Program ini juga mendapat pendampingan dari tenaga ahli dan penyuluh lapangan kementerian.

Ketua Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo, Hotber P. Turnip, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani.



Hal serupa disampaikan Ketua Kelompok Tani Lamtana, Feriadi Sitio, yang optimistis program ini akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi, kedua kelompok tani menyerahkan hasil pertanian berupa kopi luwak kepada Bupati dan Wakil Bupati Samosir.

Program pengembangan bawang putih ini dijadwalkan mulai ditanam pada April 2026 dan diharapkan mampu memperkuat posisi Samosir sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional.