Dari Kapas hingga Serat Khusus Begini Bahan Uang Rupiah Dibuat
Nanda - Thursday, 26 March 2026 | 07:57 AM


Uang kertas rupiah yang kita gunakan sehari-hari diproduksi oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Perum Peruri atas penugasan dari Bank Indonesia. Bahan yang digunakan bukan kertas kayu seperti kertas tulis atau kertas buku.
Serat Kapas Sebagai Bahan Utama
Mayoritas uang kertas rupiah dibuat dari serat kapas murni. Serat ini dipilih karena lebih kuat dan tahan lipatan dibandingkan kertas berbahan kayu. Uang berbahan kapas juga tidak mudah sobek meski sering dilipat dan diremas.
Serat kapas memberikan tekstur khas pada uang. Jika diraba, permukaannya terasa lebih kasar dan berserat dibanding kertas biasa. Itulah sebabnya uang tidak mudah hancur meski terkena air dalam waktu singkat.
Beberapa negara memang mulai mengembangkan uang berbahan polimer, tetapi Indonesia hingga saat ini masih menggunakan bahan berbasis kapas untuk mayoritas pecahan rupiah.
Unsur Pengaman di Dalam Bahan Uang
Selain serat kapas, di dalam lembar uang rupiah juga terdapat elemen pengaman yang sudah menyatu sejak tahap produksi bahan dasarnya.
Beberapa di antaranya adalah:
- Watermark atau tanda air yang terlihat saat diterawang
- Benang pengaman yang tertanam di dalam serat kertas
- Serat berwarna yang hanya terlihat di bawah sinar ultraviolet
- Tinta khusus yang berubah warna ketika dilihat dari sudut berbeda
Teknologi ini dirancang agar uang sulit dipalsukan. Proses pembuatannya tidak sederhana dan melibatkan standar keamanan tinggi.
Tinta dan Teknik Cetak Khusus
Selain bahan dasar, tinta yang digunakan untuk mencetak rupiah juga berbeda dari tinta percetakan biasa. Ada tinta dengan efek optik khusus yang berubah warna saat sudut pandang berubah.
Teknik cetaknya pun menggunakan metode khusus seperti cetak intaglio. Metode ini membuat beberapa bagian uang terasa timbul ketika diraba, misalnya pada gambar pahlawan dan angka nominal. Tekstur timbul ini juga membantu penyandang tunanetra mengenali pecahan uang.
Mengapa Tidak Menggunakan Kertas Biasa
Jika uang dibuat dari kertas kayu biasa, daya tahannya akan jauh lebih rendah. Kertas biasa mudah robek, menyerap air, dan cepat rusak. Dalam sistem peredaran uang yang berpindah tangan setiap hari, ketahanan menjadi faktor penting.
Karena itu, bahan uang dirancang agar mampu bertahan dalam ribuan kali transaksi sebelum akhirnya ditarik dan dimusnahkan oleh bank sentral.
Proses Penggantian dan Pemusnahan
Uang yang sudah lusuh atau rusak akan ditarik oleh Bank Indonesia melalui perbankan. Uang tersebut kemudian dimusnahkan dan diganti dengan yang baru. Siklus ini terus berlangsung untuk menjaga kualitas uang yang beredar di masyarakat.
Dengan bahan khusus dan sistem pengaman berlapis, rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan produk teknologi yang dirancang presisi untuk menjamin keamanan transaksi.
Next News

Jalan Kaki Setelah Makan, Ini yang Terjadi pada Tubuh dan Manfaatnya
2 hours ago

Berapa Kali Sebaiknya Cuci Muka dalam Sehari? Ini Waktu yang Ideal
2 hours ago

Usia 50 Tahun Masih Boleh Makan Daging Kambing? Ini Penjelasannya
2 hours ago

6 Daun untuk Bantu Atasi Susah BAB, Mana yang Paling Efektif?
3 hours ago

Minum Kopi Hitam Setiap Hari, Ini Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
3 hours ago

Pengaruh Pola Tidur terhadap Kesehatan dan Kecantikan Kulit
4 hours ago

Perbandingan Minuman Bersoda dan Minuman Alami bagi Tubuh
3 hours ago

Manfaat Sayuran Hijau bagi Kesehatan Tubuh
3 hours ago

Dampak Sering Mengonsumsi Makanan Cepat Saji bagi Kesehatan
3 hours ago

Pengaruh Pertemanan terhadap Perilaku dan Kepribadian Remaja
3 hours ago





