Dapur umum Kemensos mulai beroperasi pascagempa di Nagekeo, NTT
RAU - Monday, 17 August 2026 | 09:38 AM


Jakarta
Kementerian Sosial mulai mengoperasikan dapur umum sejak hari ini guna melayani kebutuhan permakanan korban gempa di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Senin mengatakan dapur umum yang berada di Kecamatan Aesesa tersebut menyiapkan sekitar 750 hingga 1.000 bungkus makanan untuk makan malam warga.
Mulai Selasa (18/8), ia mengatakan pelayanan akan ditingkatkan menjadi tiga kali memasak dalam sehari.
Setiap kali memasak ditargetkan menghasilkan sekitar 1.000 bungkus makanan atau sekitar 3.000 bungkus dalam sehari.
Jumlah produksi akan terus disesuaikan dengan kebutuhan warga di pengungsian.
Gus Ipul pun mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi salah satu prioritas Kemensos selama masa tanggap darurat.
"Yang paling penting kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Dapur umum kita siapkan, logistik terus kita gerakkan, dan tim di lapangan terus melakukan asesmen. Kita bekerja bersama pemerintah daerah, BNPB, TNI/Polri dan seluruh unsur yang ada untuk memastikan warga mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan," kata Gus Ipul.
Berdasarkan data terakhir, ia menyebutkan sebanyak 1.000 paket sembako dialokasikan untuk Kabupaten Nagekeo.
Nagekeo juga menjadi salah satu daerah yang mendapat dukungan dari tambahan 48 ton beras reguler yang disiapkan Kemensos untuk wilayah terdampak di NTT.
Bantuan dari Sentra Efata Kupang juga telah dikirimkan ke Nagekeo berupa kebutuhan pengungsian dan kebutuhan dasar seperti tenda, velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, kids ware, dan tenda serbaguna.
Secara keseluruhan, Kemensos telah mendirikan dapur umum di tiga wilayah terdampak, yakni Manggarai, Sikka, dan Nagekeo. Tiga titik tambahan selanjutnya direncanakan di Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende, sehingga dukungan dapur umum akan menjangkau enam wilayah. Untuk operasional dapur umum selama tujuh hari, Kemensos menyiapkan anggaran indikatif sekitar Rp5,16 miliar.
Selain logistik dan permakanan, Kemensos menyiapkan santunan bagi 54 korban meninggal dunia masing-masing Rp 15 juta atau total Rp 810 juta. Santunan juga direncanakan bagi 199 korban luka masing-masing Rp 5 juta dengan total Rp 995 juta. Penyaluran dilakukan setelah proses pendataan, verifikasi, dan validasi.
Dengan dukungan logistik, tindak lanjut penyaluran bantuan, operasional dapur umum, serta rencana santunan korban, total dukungan indikatif Kemensos untuk penanganan gempa NTT mencapai Rp13.212.939.379.
"Tim akan terus berada di lapangan. Kalau ada kebutuhan yang perlu diperkuat, kita sesuaikan. Masyarakat yang terdampak harus mendapatkan makanan, tempat yang aman dan kebutuhan dasar lainnya selama masa tanggap darurat," kata Gus Ipul.
Next News

BI luncurkan Kartu Kredit Indonesia untuk segmen masyarakat umum
14 hours ago

"Aging population", Kemendukbangga rayakan kemerdekaan bersama lansia
14 hours ago

Semarak Merdeka MyPertamina, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Diskon Rp450 per Liter
15 hours ago

Peringati HUT ke-81 RI di Lokasi Bencana, Pemerintah Tegaskan Percepatan Penanganan Darurat Gempa M 7,7 Flores
15 hours ago

Pemerintah Imbau Instansi Beri Fleksibilitas Kerja Pegawai pada 18 Agustus 2026
16 hours ago

8.000 Narapidana Dapat Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI
16 hours ago

311 Warga Binaan Lapas Panyabungan Terima Remisi Hari Kemerdekaan
19 hours ago

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Senin 17 Agustus 2026: Mayoritas Berawan, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
14 hours ago

2027 Dipastikan Gaji Guru Tidak Naik, Pemerintah Optimalkan Fasilitas Sekolah dan MBG
2 days ago

Wabup Madina Serahkan Tali Asih Kepada Keluarga Veteran dan Pahlawan Perintis di Kotanopan
2 days ago





