Kamis, 9 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cara Merawat Rambut Setelah Diwarnai

Liaa - Thursday, 09 July 2026 | 11:25 AM

Background
Cara Merawat Rambut Setelah Diwarnai

Seni Merawat Rambut Berwarna: Biar Nggak Berujung Jadi Sapu Ijuk

Siapa sih yang nggak tergoda buat ganti warna rambut? Rasanya kayak punya identitas baru gitu. Habis putus cinta, warnain rambut. Pengen healing, warnain rambut. Atau sesederhana bosan liat muka sendiri di cermin, ya larinya ke salon buat minta di-bleaching. Tren rambut ala idol K-Pop atau warna-warna earth tone emang nggak pernah gagal bikin kita merasa lebih keren sepuluh kali lipat. Tapi, ada satu kenyataan pahit yang sering kita lupain pas lagi asyik milih katalog warna: rambut yang diwarnai itu butuh perhatian lebih dari sekadar gebetan yang lagi ngambek.

Banyak dari kita yang semangatnya cuma di awal. Pas keluar dari salon, rambut masih kelihatan shining, shimmering, splendid. Tapi masuk minggu kedua, kok warnanya luntur? Kok teksturnya mulai kasar kayak sapu ijuk di pojokan kosan? Nah, di sinilah masalahnya. Merawat rambut berwarna itu bukan cuma soal keramas pakai sampo biasa. Ada "seni" dan komitmen di baliknya. Kalau lo nggak siap ribet, mending pikir-pikir lagi deh sebelum mutusin buat nge-cat rambut.

Jangan Langsung Keramas, Sabar Dulu!

Kesalahan paling klasik yang sering dilakukan kaum impulsif adalah langsung keramas sehari setelah dari salon. Padahal, para hairstylist udah sering wanti-wanti: jangan kena air dulu selama 48 sampai 72 jam. Kenapa? Karena kutikula rambut lo masih terbuka lebar setelah proses kimiawi. Kalau lo langsung guyur pakai air, apalagi pakai sampo yang busanya melimpah ruah, pigmen warna yang baru aja nempel bakal luruh gitu aja. Ibaratnya cat tembok yang belum kering terus lo siram air, ya ambyar.

Jadi, tahan diri dulu buat nggak keramas. Kalau merasa lepek, coba pakai dry shampoo tipis-tipis atau pakai jepit rambut yang lucu. Intinya, kasih waktu buat warna itu benar-benar "mengunci" di setiap helai rambut lo. Percaya deh, kesabaran lo selama dua hari ini bakal dibayar dengan warna yang lebih awet dan nggak gampang pudar di minggu-minggu awal.

Suhu Air Itu Krusial, Jangan Pakai Air Panas!

Siapa yang nggak suka mandi air hangat setelah seharian capek kerja atau kuliah? Rasanya emang surga dunia banget. Tapi buat rambut berwarna, air panas itu musuh bebuyutan. Air panas bakal membuka kutikula rambut dan membiarkan warna keluar dengan bebasnya. Hasilnya? Warna rambut lo bakal cepat kelihatan kusam dan "mati".



Cara paling aman adalah pakai air dingin atau paling nggak air suhu ruang. Gue tahu, mandi air dingin di pagi hari yang mendung itu butuh keberanian setingkat pahlawan nasional, tapi demi rambut tetap on-point, kenapa nggak? Air dingin bakal membantu menutup kutikula dan bikin rambut kelihatan lebih berkilau. Kalau lo nggak kuat dingin, ya minimal pas bagian bilas rambut aja pakai air dingin, badan mah lanjut pakai air hangat nggak apa-apa.

Pilih Amunisi yang Tepat: Bye-bye Sulfat

Coba deh cek label di botol sampo lo sekarang. Ada tulisan "Sodium Laureth Sulfate" atau "SLS" nggak? Kalau ada, mending singkirkan jauh-jauh. Sulfat itu agen pembersih yang sifatnya cukup keras. Buat rambut alami mungkin oke-oke aja, tapi buat rambut yang sudah terpapar bahan kimia, sulfat bakal mengangkat minyak alami sekaligus warna rambut lo dengan beringas.

Investasi sedikit lebih banyak buat sampo khusus rambut berwarna (color-protectant shampoo) itu wajib hukumnya. Biasanya sampo jenis ini nggak mengandung sulfat dan punya pH yang lebih seimbang. Buat yang rambutnya di-bleaching sampai level tinggi atau warna ash, lo juga butuh yang namanya Purple Shampoo. Fungsinya buat menetralkan warna kuning kunyit yang biasanya muncul setelah beberapa kali keramas. Biar warnanya tetep cool-tone dan nggak kelihatan kayak karat.

Masker Rambut Adalah Koentji

Rambut yang diwarnai itu secara teknis adalah rambut yang "sakit" atau rusak secara struktur. Bleaching itu proses yang keras banget, dia ngilangin pigmen asli rambut lo dengan paksa. Makanya, jangan heran kalau rambut jadi kering dan gampang patah. Conditioner biasa aja nggak cukup buat balikin kelembapannya. Lo butuh deep conditioning atau hair mask minimal seminggu sekali.

Anggap aja hair mask ini sebagai nutrisi tambahan biar rambut lo nggak stres. Cari masker yang mengandung keratin, argan oil, atau jojoba oil. Pas pakai masker, jangan cuma diusap terus dibilas. Diamkan sekitar 10-15 menit sambil dipijat pelan, atau kalau rajin, bungkus pakai handuk hangat. Biar nutrisinya benar-benar masuk ke inti rambut. Rambut yang lembap bakal bikin warna kelihatan lebih hidup dan berdimensi.



Kurangi "Siksaan" Suhu Panas dari Styling Tools

Gue paham, rambut berwarna itu kalau nggak dicatok atau di-blow kesannya berantakan banget. Tapi ingat, rambut lo udah cukup menderita pas proses pewarnaan. Jangan ditambah penderitaannya dengan suhu catokan 200 derajat Celcius setiap hari. Panas yang berlebihan bakal memudarkan warna dan bikin rambut makin rapuh.

Kalau terpaksa banget harus pakai heat styling, jangan pernah skip yang namanya heat protectant spray. Produk ini berfungsi sebagai pelapis biar panasnya nggak langsung "membakar" helai rambut lo. Dan kalau bisa, pakai suhu yang paling rendah aja. Atau kalau lagi santai di rumah, biarkan rambut kering secara alami. Kasih waktu buat rambut lo bernapas dari segala macam alat elektronik itu.

Waspada Sinar Matahari dan Klorin

Hal yang sering dilupakan adalah faktor lingkungan. Sinar matahari yang terik itu mengandung UV yang bisa memudarkan warna rambut secepat lo nge-ghosting orang. Kalau mau aktivitas outdoor lama-lama, pakailah topi atau payung. Sekarang juga sudah banyak kok vitamin rambut yang mengandung UV filter.

Selain itu, buat lo yang hobi berenang, hati-hati sama klorin di kolam renang. Klorin itu zat kimia yang jahat banget buat rambut berwarna, apalagi kalau warna rambut lo blonde, bisa-bisa berubah jadi kehijauan kalau keseringan kena klorin. Tipsnya, basahi rambut pakai air tawar dulu sebelum nyemplung ke kolam dan langsung keramas bersih setelah selesai berenang.

Merawat rambut berwarna memang butuh usaha dan budget ekstra. Nggak bisa cuma modal nekat doang. Tapi kalau lo telaten, hasil warna yang keren itu bakal bertahan lama dan lo nggak perlu bolak-balik salon cuma buat retouch yang menguras kantong. Jadi, sudah siap buat tetap tampil kece dengan rambut berwarna tanpa takut jadi kusam?



Tags